Home / Kab.MBD / Limbah Tambang Emas Romang Makan Korban Jiwa

Limbah Tambang Emas Romang Makan Korban Jiwa

AMBON,N25NEWS.COM -Akibat lingkungan tercemar limbah tambang emas pulau Romang Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang berdampak pada warga telah mengakibatkan satu korban jiwa.

Korban meninggal atas nama bapak Sunlety, akibat dalam tubuhnya terdapat limba kimia merkuri, sehingga nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Kendati aktifitas penambangan yang dikelola PT Gamala Borneo Utama (GBU) di pulau Romang pernah ditutup akibat adanya pencemaran, namun aktifitasnya kembali dibuka setelah Pemerintah Provinsi Maluku melalui Gubernur Ir Said Assagaff memberi ijin kembali PT GBU untuk mengelola penambangan. Meskipun dari hasil pengkajian telah terbukti ada pencemaran lingkungan aktifitasnya tetap berjalan hingga kini.

Kepada N25NEWS.COM di Ambon, Selasa(18/9/2018) Wakil Ketua Bidang Sosial Lembaga Pospera Maluku Kristian Sea mengakui, kalau aktivitas penambangan Pulau Romang yang dikelola PT GBU telah mencemarkan lingkungan sekitar pulau Romang Kabupaten MBD pasca Pemrov Maluku mengeluarkan ijin aktivitas penambangan.

Menurutnya, setelah ada ijin dari Gubernur Maluku pada Januari 2017 tahun kemarin, pengelolaan penambangan pulau Romang kembali dikelola PT GBU dengan tenaga penambang saat itu baru  sebanyak 40 orang lebih.

“Pemberian ijin oleh Gubernur, terkesan sudah melangkai surat rekomendasi dari tim ahli pengakajian dampak lingkungan yang diketui Prof Agus Kastanya, akan tetap Gubernur tidak memperdulikan hal tersebut,”ungkapnya.

Dimana hal tersebut akui Sea, telah ada hasil penelitian dan pengembalian sampel di beberapa wilayah di pulau Romang, dekat dengan lokasi penambangan yang mana dari hasil penelitian terbukti ada pencemaran lingkungan, contohya tanaman milik warga mati, bahkan yang lebih fatalnya telah memakan korban jiwa warga yang meninggal akibat tercemar limba mercuri.

“Selain telah makan korban jiwa, terdapat 21 warga Romang yang pernah dilarikan ke Kota Ambon untuk menjalami pemeriksaan di Prodia, dari hasil pemerikasan sebagian besar warga terinfeksi limbah merkuri diatas abang batas yang ada dalam tubuh warga tersebut,”akuinya.

Selain itu akibat tercemar lima merkusri yang sangat berbahaya tersebut lanjut Sea juga terdapat warga yang terkena penyakit, bahkan sebagian warga juga menderita kesakitan pada susu yang membekak.

Akibat dari tercemarnya limbah dari tambang emas, Pemerintah Daerah harus bisa bertanggungjawab atas berbagai kejadian yang dialami warga, paska dikeluarkan ijin penambangan kembali PT GBU di pulau Romang.

Bahkan jika hal tersebut tetap didiamkan oleh Pemerintah pengelolaan tambang Romang tetap beroperasi maka lama kelamaan akan terkadi pemusnahan terhadap warga Romang lantaran terkena limba merkuri.

“Dari hasil pemeriksaan lab Makasar oleh ibu Nety Siahaya pakar kimia jelas-jelas telah ada pencemaran, koq Pemerintah bisa menberi ijin kembali PT GBU mengelola penambangan emas pulau Romang akibatnya banyak warga yang saat ini terkena dampak limba tersebut,”ucapnya.

Oleh : Gali Markalin

About admin

Check Also

Opster TNI “Kalwedo” TA. 2018 Terima Wasev dari Mabes TNI

MBD,N25NEWS.COM – Operasi Teritorial (Opster) TNI “Kalwedo” TA. 2018 yang dilaksanakan di Pulau Kisar Kab. …