Listrik Menjadi Barang Langka Di Fordata,Kepulauan Tanimbar

FORDATA,N25NEWS.com-Kelangkaan listrik di Kecamatan Fordata Kabupaten Kepulauan Tanimbar,sudah menjadi masalah dan keluhan klasik masyarakat Pulau Fordata.

Miris memang,realitanya tak sesuai dengan harapan masyarakat Fordata.Untuk itu,dirasa perlu adanya perhatian serius pemerintah kabupaten,provinsi dan pusat.

Pasalnya,pada era modern seperti sekarang ini (zaman now),masih ada masyarakat Indonesia yang belum pernah merasakan adanya kahadiran listrik di Fordata,hal ini yang disebut kelangkaan listrik.

Kelangkaan listrik ini kemudian terjadi pada enam (6) desa di Kecamatan Fordata diantaranya,desa Romean sebagai ibukota kecamatan,Rumngeur,Awear,Sofyanin,Walerang dan Adodo Fordata.

Sungguh ironis,di 75 tahun sudah Indonesia merdeka  tetapi masyarakat di keenam desa pada Kecamatan Fordata ini tidak pernah merasakan bagaimana itu terangnya listrik PLN.

Itulah mengapa,selama ini realita yang terjadi di keenam desa pada Pulau Fordata (Pulau Anyo-anyo) tersebut.Dimana masyarakatnya hanya menggunakan pelita (dian) dan lampu petromaks untuk menerangi setiap malam mereka selama 75 tahun.

Padahal pemerintah dalam setiap visi dan misinya selalu mengedepankan program-program yang pro rakyat Tanimbar khususnya masyarakat Fordata,dimana dalam janji manis mereka yang didalamnya tentang listrik,tetapi dalam penerapannya hanya merupakan omong kosong belaka.

Sedangkan dilain sisi juga pemerintah daerah Kepulauan Tanimbar,baik itu Bupati dan yang berkepentingan hanya sibuk dengan urusan politik dan kepentingan mereka yang hanya untuk menggemukan kantong.

Sementara itu,untuk diketahui,kontribusi putra-putri asal Pulau Fordata untuk Tanimbar,Maluku dan bahkan Republik Indonesia ini cukup signifikan salah satunya di bidang pendidikan.

Adapun,para guru asal Pulau Fordata yang langsung memainkan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,dan perlu diingat pula bahwa guru-guru asal Fordata ini telah mencerdaskan masyarakat sejak zaman penjajahan tanpa mengenal pampri,demi memberantas buta huruf di seluruh Tanimbar,Maluku dan Indonesia.

Selain itu,fakta membuktikan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang,dengan kekurangan tetapi para guru dari Fordata di enam desa ini bisa membentuk manusia-manusia yang sukses dan memberikan subangsi penting bagi bangsa dan negara ini.

Sejarah mencacat para guru-guru asal Fordata pula,pernah terlibat untuk mencerdaskan masyarakat,bukan hanya di Tanimbar saja,namun para guru Fordata juga yang berjasah mencerdaskan daerah-daerah di Maluku serta sampai ke Pulau Jawa.

Oleh karena itu,kurang apa lagi kontribusi yang diberikan oleh putra-putri Fordata bagi negara tercinta ini,mereka telah memberikan kontribusi bagi negara,lalu negara dan pemerintah berikan apa bagi masyarakat Fordata.

Wakil rakyat atau DPRD,ada dimana ?,jangan hanya tidur waktu sidang soal rakyat.Setiap kali ada rapat paripurna tidak pernah ada wakil rakyat yang katanya di hormati ini menyentil soal permasalahan listrik,apalagi mau mengawalnya,mungkin anggaran lagi alasan mereka.

Untuk itu,masyarakat Fordata meminta kepada semua pemangku kepentingan,baik itu pemerintah kabupaten,provinsi dan pusat untuk dapat melihat hal ini,sebab masyarakat di Fordata sangat mengharapkan adanya penerangan seperti pada daerah-daerah lain di Republik ini,dan agar pembangunan yang merata di segala bidang itu,jangan hanya ucapan dibibir saja.

Oleh  : putra Fordata,Aris Wuarbanaran

Check Also

Alumni AAL 44 Tahun 98 Moro Cakra,Jalin Tali Kasih Berikan Bantuan Sembako Bagi Pelajar dan Mahasiswa

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Alumni AAL 44 Tahun 1998 Moro Cakra menjalin tali kasih dengan memberikan bantuan kepada pelajar …