Lockdown, Lion Air Tolak Kembalikan Biaya Tiket Full

AMBON,N25NEWS.com -Sejak diberlakukan Lockdow untuk beberapa provinsi di Indonesia, secara tidak langsung juga berdampak pada sistim rute penerbangan Lion Air Grup yang harus terpaksa membatalkan seluruh penerbangan menuju bandara udara Internasional Sentani menuju Kota Kabupaten Jayapura. Sayangnya kebijakan pembatalan yang dilakukan pihak maskapai sendiri tidak disertai dengan pengembalian full biaya tiket yang sudah dibeli atau dipesan lewat sistim oneline.

Pihak maskapai akhirnya mengeluarkan dua opsi pilihan bagi penumpang yang sudah memiliki tiket tapi batal berangkat setelah mendapat informasi dari Line Air lewat email yang dikirim, pertama uang dikembalikan dengan ketentuan ada pemotongan 10 persen dari biaya tiket.

Sementara opsi kedua yang ditawarkan, setelah lewat perdepatan penumpang dengan pihak managemen Lion Air di Bandara Pattimura, dengan kebijakan yang diambil pihak maskapai dengan memberikan voucher, untuk nantinya dapat ditukar kembali dengan tiket dengan tujuan yang sama. Demikian Keluhan disampaikan, Simon Matakupan, salah satu penumpang yang telah memboking enam tiket tujuan Ambon-Jayapura, pada N25NEWS.com, Sabtu 4 Maret 2020.

Menurutnya, kebijakan yang diambil pihak maskapai sudah bertentangan dengan peraturan Menhub nomor 89 telah dijelaskan bahwa jika pihak maskapai membatalkan maka dia wajib mengembalikan seluruhnya biaya tiket tanpa ada pemotongan sedikitpun.

Namun pihak Lion Air malah berdalil kalau tiket yang dipesan belum dibatalkan, meskipun penerbangannya sudah dibatalkan oleh pihak Lion Air sendiri lewat email, sehingga hal tersebut menurut Simon sendiri sangat aneh dan tidak masuk akal.

Setelah email pembatalan pertama disampaikan, pihak Lion Air kembali menyampaikan email pembatalan kedua dengan rute Ambon-Jayapura per tanggal 30 Maret, sedangkan email pertama yang dikirim tujuan Jayapura-Ambon.

Anehnya dalam email kedua pihak maskapai tidak lagi menggunakan bahasa pembatalan tapi penundaan, tapi pembatalan penerbangan, tapi yang dibatalkan untuk enam tiket hanya pembatalan penerbangan dari Makasar-Jayapura.

“Saya langsung telepon tanya, kalau saya sudah menerima email, tapi mereka mau megembalikan tapi harus ada pemotongan 10 persen, kalau tidak dikasih opsi pilihan kedua dalam bentuk voucher, kami bilang tidak setuju, karena tanggal yang dipesan ada acara keluarga yang harus dihadiri, setelah lewat dari tanggal tersebut sudah tidak lagi kami butuhkan, sehingga kami hanya butuh uang kami dikembalikan, lagian yang batalkan bukan dari kami koq,”tegasnya.

Diakuinya, opsi kedua yang ditawarkan pihak Lion Air, sudah tidak lagi berguna untuk dipergunakan, jika waktu tanggal yang dibutuhkan keluarga Simon tidak bisa digunakan, sehingga buat apa dengan voucher yang diberikan kalau sudah tidak ada lagi keperluan keluarga di Jayapura.

Namun dengan kondisi ekonomi saat ini, pihak keluarga Simon lebih membutuhkan pengembalian biaya tiket full, untuk memenuhi kebutuhan keluarga disaat Maluku masih direndung Covid-19.

Ironis lagi alasan pihak Lion Air memberikan pemotongan 10 persen berdasarkan acuan tertanggal 18 Oktober 2017, tidak berdasarkan kondisi Covid-19, bahkan tidak mengacu pada aturan Menhub.

“Saya balik diopsi kedua, kalau saya tidak mau dikasih voucher atau pengembalian 90 persen, saya mau dibeli dengan duit dikembalikan juga dengan duit,”tegasnya lagi.

Penasaran Simon atas pemotongan yang dilakukan pihak maskapai membuat pertanyaannya dari mana aturan yang dipakai Lion Air berlakukan pemotongan, ternyata yang dipakai menggunakan peraturan Menhub nomor 185 tahun 2015 tentang standar pelayanan penumpang kelas ekonomi, soal penanganan keterlambatan penerbangan, dimana bada usaha jasa wajib mengembalikan biaya tiket jika diminta oleh penumpang dalam kondisi force majeur, kalau memang penumpang yang meminta ada pemotongan 10 persen dan diminta dibawa empat jam keberangkatan.

Tapi yang terjadi tidak pembatalan yang dilakukan keluarga Simon, sebaliknya pembatalan disampaikan sendiri pihak Lion Air, sehingga ini yang menjadi pertanyaan pihak maskapai sendiri.

“Saya tidak pernah membatalkan, tapi saya mendapatkan informasi pembatalan langsung dari Lion Air, jadi perlu Lion Air ingat itu kalau semua ada aturan yang telah diatur pemerintah, jangan seenaknya keluarkan kebijakan tanpa mengacu pada aturan pemerintah sendiri,”ingatnya

Dimana dalam aturan sudah dijelaskan tantang pembatalan dan proses pengembalian biaya tiket, jangan dengan kondisi Covid-19 pihak maskapai hanya bisa berfikir tidak mau rugi, sehingga mengeluarkan kebijakan seenaknya saja, termasuk menawarkan voucher yang jelas-jelas tidak diatur dalam aturan pemerintah.

Anehnya, meskipun pihak Lion Air sudah membatalkan penerbangan, untuk mengelabui penumpang agar bisa membatalkan tiket, Simon malah ditawar, kalau bapak mau batal atau tidak, serentak dijawab Simon, kalau dirinya tidak mau batal tiket dengan alasan sudah dibatal duluan pihak maskapai sendiri.

“Dorang ini (Lion Air) seakan-akan mau jebak penumpang dengan tawaran pembatalan, biar mereka bisa berlakukan pemotongan 10 persen, itu pun kalau ada yang mau batal, selikan potong 10 persen tapi kami tidak batal koq,”akuinya

Dia memastikan, kalau bukan hanya dirinya yang miliki kondisi seperti ini, masih ada penumpang lain yang mengalami hal yang sama, tapi pasti terjebak dengan apa yang dimainkan pihak Lion Air yang bertanya mau batal atau tidak dengan nantinya diberikan opsi lain.

Tapi bagi Simon dan lima keluarga lainnya tetap bersikeras untuk biaya tiket dikembalikan full tanpa harus ada pemotongan 10 persen atau diberikan voucher

Ia mencothkan, kalau dirinya pernah membantu, salah satu keluarganya atas nama Josinta Tuasela yang membeli tiket sendiri yang tujuan sama juga, Ambon-Jayapura yang harusnya berangkat tanggal 29 Maret, tiba-tiba dari pihak maskapai membatalkan jadwal penerbangan, karena terjadi lockdown, tapi tiketnya bisa dikembalikan full 100 persen, tapi kenapa enam tiket yang sama juga koq pihak Lion Air tidak mau rugi dalam hal ini.

Editor : Redaksi

Check Also

Berbagi Berkat Di Bulan Ramadhan Dan Covid-19 IASM Bagi 50 Paket Sembako Untuk Alumni

AMBON,N25NEWS.com-Pengurus Ikatan Alumni Sekolah Lanjutan Advent Maluku (IASM) dan Nawens Production melaksanakan kegiatan berbagi kasih …