Lohy : Ingat Ijazah Bukan Jaminan Dapat Kerja

AMBON,N25NEWS.com -Plt Kadis Nakertrans Maluku Melky Lohy mengingatkan bahwa ijzah bukan satu jaminan sesorang dengan mudah mendapat pekerjaan kalau tidak diberangi dengan skil kemampuan yang dimiliki

“Di Maluku ini kita harus bisa meningkatkan kompetensi yang memiliki kualifikasi dengan standarisasi, baik BNSP dan satandarisasi internasioal, karena kalau itu tidak ijazah tidak memberikan jaminan bagi sorang mencari kerja, tapi yang memberikan sesorang masuk mendapatkan kerja sesuai dengan yang dibutuhkan adalah kompetensi kemapuan dan sertifikasi yang diakui secara nasional maupun internasional,”jelas Lohy kepada awak media, Kamis(5/12) usai mengkitu workshop perencanaan tenaga kerja daerah.

Untuk itu kata Lohy, Maluku harus bersykur dengan kebijakan yang dilakukan gubernur dalam mempersipakan tenaga kerja daerah di Maluku, dengan perjanjian kerja sama antara BPJS Ketenaga Kerja dengan pemerintah provinsi Maluku yang sudah ditanda tanganinya. .

Menyikapi kebijakan tersebut, Dinas Nakertrabs telah melakukan persipan untuk melakukan pelatihan pra kerja di Maluku yang nantinya akan dibantu BPJS Ketenaga Kerja, sehingga lewat BPJS tersebut Maluku diberi kuota 400 orang tenaga pelatihan meliputi, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KTT) 200 orang, provinsi Maluku dan Maluku Barat Daya (MBD) masing-masing 100 orang.

Untuk proses pendaftaran akan mulai dibuka tanggal 6 hingga 14 Desember dengan batas usia sehingga dengan harapan agar anak-anak Maluku yang mengikuti pelatihan dapat memahamim, bahwa untuk bekerja harus bisa memiliki, skil, nolis dan etitut.

“Bicara soal nolis kita tidak ragu, skil juga kita harus tingkatkan tapi yang menjadi problem besar kita adalah etitut sehingga ini problem kita di Maluku untuk bagaimana kita mencoba untuk melakukan pelatihan,”ungkapnya.

Bahkan mengingat tenaga kerja yang dibutuhkan di Blok Masela cukup banyak tapi tidak ditunjang dengan kompetensi yang dimiliki anak-anak Maluku, pemerintah dengan berbagai strategis telah melakukan terobosan baru dengan melakukan pelatihan dasar sesuai dengan kualifikasi tenga yang dibutuhkan di Blok Masela sesuai dengan kompetensinya.

Itu dimaksud agar pemerintah daerah betul-betul dapat mempersiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahan agar jangan sampai pendidikan-pendidikan advokasi yang dilakukan tidak sesuai dengan bangsa pasar yang ada, sehingga ini akan menjadi probelem bagi Maluku

“Mudah-mudahan kedepan lewat program-program pak Gubenur dan wakilnya, program pemerintah daerah bisa menjawab Maluku sehingga dia berdiri dengan provinsi yang lain dan duduk sama rendah, tapi kita adalah anak bangsa,”harapnya.

Editor : Redaksi

Check Also

Kembali Dari Diklat E-PNS Di Bogor 30 ASN Maluku Langsung Dikarantina

AMBON,N25NEWS.com- Sebanyak 30 ASN Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku yang mengikuti Diklat E-PNS pola …