Home / Ekonomi / LPS Gelar Sosialisai Edukasi Melalui Workshop Guna Tercipta Stabilitas Sistem Perbankan

LPS Gelar Sosialisai Edukasi Melalui Workshop Guna Tercipta Stabilitas Sistem Perbankan

AMBON,N25NEWS.COM-Sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Lembaga Perbankan,maka Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar serangkaian kegiatan sosialisai dan edukasi,antara lain melalui workshop media,guna mendukung terciptanya stabilitas sistem perbankan yang merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan ekonomi.

Hal tersebut dikatakan Suwandi Direktur Group Pengeloaan Transformasi LPS,kepada awak media pada acara Workshop yang diselenggarakan LPS di Hotel Santika Ambon,rabu (28/11/2018).

Lebih lanjut Suwandi mengatakan,”Program pinjaman simpanan ini perlu diketahui dan dipahami oleh masyarakat untuk memberikan rasa aman tenang dan pasti terhdap perbankan sehingga masyarakat tetap percaya dan terus menempatkan dananya di Lembaga Perbankan sebagai urat nadi perekonomian yang nantinya akan disalurkan oleh perbankan dalam bentuk kredit,”kata Suwandi.

Sebagai salah satu lembaga regulator keuangan di Indonesia bersama Bank Indonesia (BI),Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan RI.LPS juga merupakan lembaga pemerintah yang bersifat independen yang memiliki tugas dan fungsi untuk memberikan penjaminan simpanan di bank,juga melakukan penanganan bank gagal (resolusi bank) dan menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia.

“Pendirian LPS dilator belakangi oleh krisis moneter  tahun 1997/1998 pada saat itu,pada saat itu blanket guarantee atau pinjaman meyeluruh dimana kebijakan tersebut membebani APBN dan menimbulkan potensi moral hazard dari pengelola bank.berdasarkan pengalaman tersebut maka pemerintah mendirikan LPS berdasarkan UU No 24 Tahun 2004 beoperasi pada 22/9/2006,”jelasnya.

Tahun 2016,Pmerintah RI dan DPR mengesahkan UU pencegahan dan penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPPKKSK) dimana dalam UU tersebut,LPS mendapat tambahan tugas dan fungsinya,antara lain tambahan cara atau instrument dalam melakukan resolusi bank alternative pendanaan melalui penertiban surat berharga (obligasi) dan berwenag meyelenggaraka Program Restrukturisasi perbankan.

Sesuai UU semua bank yang beroperasi di Indonesia baik bank pemerintah/BUMN,bank swasta,bank daerah/BPD,bank asing atau campuran dan bank perkreditan rakyat (BPR) wajib menjadi peserta penjamin LPS.Hingga September 2018,jumlah bank umum (BUMN),bank swasta,bank asing/campuran,bank daerah sebanyak 115 bank dan jumlah BPR/BPRS mencapai 1.774.

“Batas penjamin simpanan saat ini adalah 2 milyar per nasabah per bank,nasabah juga harus memperhatikan persyaratan simpanan yang layak bayar atau 3T yaitu tercatat di pembukuan,tingkat bunga dan jumlah bank gagal yang pernah ditangani LPS sejak 2005 sebanyak 92 bank,dimana 91 bank dilikuidasi dan satu bank diselamatkan,”tandas Suwandi.

Oleh : Aris Wuarbanaran

About admin

Check Also

Penghargaan Bank Indonesia Award Diterima oleh 13 Mitra

AMBON,N25NEWS.COM  – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI)  Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi secara resmi menyarahkan …