Luanmase,Keberadaan Kapal Ikan Luar Maluku Meresahkan Nelayan Seira

AMBON,N25NEWS.com-Keberadaan kapal-kapal penangkap ikan luar Maluku diperairan Pulau Seira Kecamatan Wermaktian Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) sangat meresahkan nelayan setempat.

“Keberadaan kapal penangkap ikan luar sangat meresahkan serta mengganggu aktivitas nelayan lokal kita di Seira,”kata Ketua Paguyuban Ikatan 51 Seira Kota Ambon,Dimas Luanmase,kepada awak media di kantor DPRD provinsi Maluku,kamis (9/7/2020).

Dijelaskannya,hampir sebagian besar masyarakat yang berada di Pulau Seira,pekerjaan mereka adalah nelayan,maka sudah barang tentu hasil laut (ikan) merupakan yang paling fenomenal didaerah tersebut.Oleh karena itu,keberadaan kapal-kapal penangkap ikan luar dapat menimbulkan permasalahan serius di daerah tersebut.

“Untuk itu,sebagai putra Seira,kami merasa terpanggil untuk melihat kondisi yang terjadi ditempat kelahiran kami dan karena itu,kami datang ke kantor rakyat yang terhormat ini,”ujar Luanmase.

Sementara itu,DPRD Maluku dalam hal ini,Komisi II kemudian merespon permasalahan ini dengan menggelar pertemuan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (PKP) provinsi Maluku yang berlangsung di ruang kerja Komisi II,yang dipimpin oleh Saodah Tethool dan dihadiri Kadis PKP Maluku Abdul Haris.

“Kami akan merekomendasikan kepada Gubernur Maluku untuk mencabut izin kapal-kapal penangkap ikan luar,menolak kembali perizinan kapal nelayan luar yang beroperasi di perairan Seira,”jelas Tethool,Ketua Komisi II.

Baca juga :   Perwakilan BKKBN Maluku Gelar Workshop Sistim Digital Managemen Rantai Pasok (SIRIKA)

Selain itu,Tethool mengecam tindakan eksploitasi yang terjadi didaerah itu (perairan Seira) karena sangat merugikan masyarakat yang sebagian besar menggunakan bahasa Fordata itu.

Adapun,usai pertemuan itu,Dimas Luanmase sangat mengapresiasi keputusan DPRD provinsi Maluku dan berharap kejadian ini tidak lagi terjadi didaerah lainnya.

Ditempat yang sama,Kepala Dians PKP Maluku,Abdul Haris menyampaikan akan melakukan penertiban terkait perizinan kapal nelayan.

“Untuk masalah nelayan Andon,kami akan segera melakukan penertiban,”tegas Abdul Haris.

Diakuinya juga,dalam tiga tahun terakhir ini,sesuai data yang diterima Dinas Perikanan dan Kelautan provinsi Maluku dari PTSP ada 89 izin yang dikeluarkan untuk kapal berbobot 10  sampai 30 GT.

“Untuk ukuran 10 GT kebawah,tidak mengurus izin,tetapi harus tercatat di cabang Dinas Kelautan dan Perikanan.Selanjutnya kita akan keluarkan buku pencatatan kapal perikanan (BPKP).Diketahui Kapal ukuran 10 GT ada 377  kapal untuk nelayan Andon,”tandas Abdul Haris.

Reporter    : Aris Wuarbanaran

Editor        : Redaksi

Check Also

Kembali Lagi Yayasan Indah Binaan Hambra Salurkan 50 Ekor Hewan Qurban ke SBB

MALUKU,N25NEWS.com-Setelah menyalurkan hewan qurban di Kota Ambon,kembali YAYASAN Insan Cerdas Sejahtera (Indah) kembali menyalurkan 50 …