Breaking News

Maluku Canangkan Swasembada Pangan Tahun 2019 Capai 100 Persen

AMBON,N25NEWS.COM-Sektor pertanian memegang peran yang sangat penting dalam pembangunan di Maluku,dalam struktur ekonomi,kontribusi sektor pertanian pada triwulan III tahun 2018 mencapai 23.11 persen dari pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dan merupakan penyumbang terbesar dari 17 sektor yang mencapai tolak ukur.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Maluku (Sekda) Hamin Bin Taher dalam sabutannya pada saat mewakili Gubernur Maluku pada Acara Pertemuan Koordinasi Dan Singkronisasi Pembangunan Pertanian Provinsi Maluku Tahun 2019,di Kantor Dinas Pertanian Waiheru Ambon,senin (04/03/2019).

Lebih lanjit Bin Taher mengatakan,” Pemda Maluku telah mencanagkan sasaran untuk tercapainya swasembada pangan strategis pada tahun 2019 sebesar 100 persen,sasaran ini sangat berat untuk dicapai namun perlu terus dilakukan dengan menggerahkan potensi yang ada,mengingat separuh pengeluaran bulanan Rumah Tangga Maluku (RTM) 53 persen adalah untuk membeli beras yang menyumbang kemiskinan sebesar 27 persen,”kata Bin Taher.

Sementara itu pada tahun 2018 berdasarkan angka sementara Produk Gabah Kering Giling (PGKG) mencapai 129.134 persen ton setara dengan 77.590 ton beras atau baru memenuhi 58,18 persen dari total kebutuhan masyarakat Maluku,artinya Maluku masih membutuhkan pasokan dari luar daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku sesuai kajian Bank Indonesia pada tahun 2018 mencapai 5,94 persen,lebih sedikit diatas perumbuhan nasional (5,17 persen).Dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi diperlukan sinergi multi pihak dan pembenahan berbagai sektor ekonomi,perbaikan infrasruktur,serta peningkatan daya saing produk dan SDM,”jelas Taher.

Adapun untuk mencegah tingginya angka inflasi pada tahun 2018 khususnya sektor pertanian maka,produksi sayuran yang turut mempengaruhi angka inflasi,perlu ditingkatkan disepanjang musim.Mengingat komuditas ini dibutuhkan oleh semua lapisan masyarakat,dengan demikian sektor pertanian perlu berbenah dengan memanfaatkan seluruh SDM dan teknologi yang dimiliki.

“Untuk itu maka penyusunan rancangan kegiatan pembagunan pertanian 2020 dapat disusun secara lebih sitematis,terarah dan sinergi antara satu sektor dengan sektor lainnya,maka otomatis demikian seluruh pemangku kepentingan melakukan koordinasi yang intensif agar hasil pertemuan ini dapat bermanfaat bagi Provinsi yang kita cintai ini,”tandas HAmin Bin Taher.
Reporter : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Far-Far,Permasalahan Pertanahan Di Maluku Cenderung Menimbulkan Konflik Kepentingan

AMBON,N25NEWS.COM-Permasalahan pertanahan dalam masyarakat sering dan cenderung terjadi dimana hal tersebut telah menimbulkan konflik kepentingan …