Maluku Masih Menjadi Pangsa Pasar Sendikat Dan Bandar Narkoba

AMBON,N25NEWS.com-Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku,M.Z.Muttaqien,S.I.K.,M.A.P,mengatakan berdasarkan analisa dari peredaran Narkotika saat ini Provinsi Maluku masih menjadi pangsa pasar para sendikat dan bandar Narkoba.Hal ini terbukti masih banyaknya kasus Narkotika yang terungkap.

“Barang haram tersebut terbukti masih banyak pengungkapan kasus Narkotika yang kita (BNNP) lakukan dan juga dari Polda Maluku,”kata Muttaqien yang juga adalah Polisi berpangkat Brigjen ini.

Lebih lanjut,dijelaskannya lagi,salah satu faktor yang menyebabkan Provinsi Maluku menjadi sasaran peredaran gelap Narkotika yakni,tingginya harga jual,dimana untuk shabu harga per gram di provinsi Maluku sebesar Rp 3,5 juta,sementara di Jakarta harga per gram shabu hanya Rp 1 juta sampai 1,5 juta.

“Selama kurun waktu kurang lebih 1 bulan saya menjabat Kepala BNNP Provinsi Maluku,kami bersama instansi terkait seperti Polda Maluku,Kodam XVI/Pattimura Ambon,Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Maluku,Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Maluku serta PT Angkasa Pura I Ambon berhasil mengungkapkan dan mengagalkan peredaran gelap Narkotika,”ujarnya.

Adapun,untuk diketahui,pengungkapan dan pengagalan peredaran gelap di Provinsi Maluku dengan barang buktinya berupa,Narkotika golongan I jenis tanaman ( tembakau gorila) sebanyak 100 gram dan Narkotika golongan I jenis shabu sebanyak 250 gram.

“Dengan barang bukti tersebut kami berhasil menyelamatkan kurang lebih 1.250 warga Maluku dari bahaya penyalagunaan narkoba.Jika di hitung-hitung dengan harga pasar,total kerugian dari pengagalan peredaran Narkotika yang berhasil ditangkap sebesar Rp 875.700.000,”jelasnya.

Baca juga :   Proyek Drainase Di Kelurahan Kudamati Dikerjakan Asal- Asalan

Selain itu,dari pengungkapan,kasus ini pihak BNNP Provinsi Maluku telah mengamankan enam (6) orang tersangka yang terdiri dari lima (5) orang tersangka laki-laki dan satu (1) orang tersangka perempuan.

“Sebelumnya kami juga telah berhasil mengungkap beberapa kasus penyeludupan Narkotika dengan barang bukti berupa Narkotika golongan I jenis tanaman (tembakau gorila) seharga 152 gram dan Narkotika golonga I jenis shabu sebanyak 200 gram,serta mengamankan tersangka sebanyak 6 orang,”paparnya.

Adapun,jika ditotalkan kerugian akibat pengagalan penyeludupan Narkotika di Propinsi Maluku sebesar Rp 1.575.700.000.

Sekali lagi,pengagalan peredaran Narkotika yang berhasil diungkap,bukan jasil kerja BNNP Maluku sendiri,melainkan dari sinergitas dan kerjasama dengan instansi yang lain seperti Polda Maluku,Kodam XVI/Pattimura,Lanud Pattimura Ambon,Kantor Wilayah Kemenkumham,Kantor Wilayah Ditektorat Jenderal Bea dan Cukai Provinsi Maluku serta PT Angkasa Pura Ambon.

“Tentunya kita tidak akan berpuas diri sampai disini saja.Harapan kami,bagaimana agar tidak ada lagi peredaran gelap Narkotika di Maluku,sehingga seluruh masyarakat Maluku bisa terbebas dari penyalagunaan Narkoba dan demi mewujudkan masyarakat Maluku yang sadar,sehat,produktif dan bahagia tanpa Narkoba,”tandasnya.

Reporter : Aris Wuarbanaran

Editor : Redaksi

Check Also

Kunjungi Banda,Ibrahim Ruhunussa Tegaskan Kalau Di Berih Amanah,Dirinya Akan Bangun Banda Lewat Pariwisata

Banda,N25NEWS.com – Anggota DPRD Kabupaten MALTENG Ibrahim Ruhunussa berkunjung  ke Banda dan menyapa masyarakat di …