Maluku Tenggara Miliki SDA Melimpah,Namun Belum Dikelola Secara Baik

MALRA,N25NEWS.com-Menyusuri dengan melangkakan kaki di pedesaan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) banyak potensi sumber daya alam yang melimpah belum dikelola sacara baik di bumi Larvul Ngabal ini.

Lebih Tepatnya di Ohoi/Desa Mun kecamatan Kei Besar Utara Barat memiliki salah satu potensi sumber daya alam yang melimpah yang bisa memberikan peluang untuk membangun sebuah rumah industri seperti di Kota Ciribon.

Adapun,Kota Ciribon dikenal sebagai kota industri rotan yang terlah mengekspor hasil kerajinan tangan mereka ke Eropa, Australia, Amerika dan Cina.Kabupaten Maluku Tenggara tentu bisa bersaing dengan kota Ciribon bila dikembangkan sumber daya alamnya secara baik.

“Pada tahun 1980 desa Mun di kenal sebagai salah satu desa kreatif,inovatif dan terampil dalam memberikan hasil produksi kerajinan rotan,”ungkap Sepnat Renmaur salah satu pengrajin dari desa Ohoi/desa Mun Kecamatan Kei Besar Utara Barat,saat ditemui di kediamannya belum lama ini.

Selain itu,tumbuhan liar yang banyak di wilayah Kei Besar Utara ini dalam masa kepemimpinan Kepala Desa Hein Renmaur dengan Dana desa yang terbatas,namun masyarakat Mun diberikan pelatihan khusus untuk kerajinan rotan dan melalui hasil usaha dari kepala desa Ohoi Mun  yang dikenal sebagai Desa Produksi Anyaman Rotan.

Adapun,Berbagai macam anyaman dilakukan mulai dari Tudung Saji, Pot Bunga, Keranjang pakaian, keranjang ikan, kerajang parsel, meja dan kursi serta masih banyak lagi yang di produksi,maka Melalui swadaya kelola masyarakat inilah yang membuat Desa Mun Ohoi Tadium di kenal kala itu sebagai Desa penghasil produksi Rotan.

Tapi sangat disayangkan setelah berjalannya waktu Desa Mun  namanya sebagai rumah produksi Rotan mulai hilang dengan berjalannya waktu dan merupakan suatu ironi dinama melihat sumber daya alam yang melimpah tetapi sudah tidak dikelola lagi saat ini.

Dari hasil penelusuran di masyarakat Ohoi/Desa Mun  yang memiliki bakat kerajinan rotan tersisah sembilan orang, empat di antaranya laki – Laki dan lima di antaranya perempuan,usia merekapun sudah memasuki usia senja sehingga tidak ada generasi penerus yang bisa meneruskan bakat dan warisan kerajinan rotan yang sudah dikenal sejak dahulu kala ini.

Sementara itu,minimnya perhatian dari pemerintah desa setempat maupun pemerintah daerah membuat sektor industri rotan ini mulai terhenti sejak berakhirnya masa kepemimpinan Kepala Desa Hein Renmaur Kala itu.

Adapun,Desa Mun mulai kehilangan jati diri mereka sebagai rumah produksi rotan di Kabupaten Malra dimana tidak adanya pemberdayaan berkelanjutan dan tata kelola manejemen industri rotan yang tidak sehat membuat desa produksi Rotan ini mulai terancam punah,sebagai rumah produksi rotan di Kei Besar karena tidak ada pemberdayaan kepada generasi melineal saat ini.

Desa Mun  sepertinya mulai kehilangan rohnya sebagai rumah produksi Rotan di kabupaten Maluku tenggara bila tidak ada perhatian serius dari pemerintah daerah terlebih khusus Instasi terkait yang bergerak dalam pengembangan usaha kecil dan menengah maka tentu sumber daya alam ini tidak bisa di fungsikan lag.

Harapannya melalui pemerintahan saat ini, Desa Mun bisa mengambil kembali jati diri mereka dengan memberikan pelatihan untuk menggali kembali potensi sumber daya alam yang selama ini belum dikelola sacara baik.

Hal tentu menjadi harapan dan kebanggan masyarakat bila Desa/Ohoi Mun dijadikan sebagai pilot projek ketrampilan kerajinan tangan di Kabupaten dengan semboyannya Ain Ni Aini ini  kedepan.

 

Editor      : Aris Wuarbanaran

Check Also

Anak Muda  Dan  Gerakan  Moral

Kaimudin Laitupa, Penulis Aktif