Maluku Urutan 10 Tertinggi Kasus HIV-AIDS Di Indonesia

AMBON,N25NEWS.COM-Pada pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia pada tahun 1988,yang membahas program penanggulangan HIV-AIDS,yang mana telah memutuskan bahwa setiap tanggal 1 Desember akan diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur Maluku yang di bacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi ( Kominfo) Provinsi Maluku,Frona Koedoboen,pada acara Hari AIDS Sedunia yang berlangsung di Lantai VII Kantor Gubernur Maluku,rabu (19/12/2018).

Lebih lanjut Koedoboen mengatakan,”Peringatan Hari AIDS Sedunia di tahun 2018 ini,merupakan ke 30 tahun atau 3 dasawarsa penanggulangan HIV-AIDS di dunia,yang mana tujuannya untuk mengingatkan pentingnya peran dan komitmen Negara-negara di dunia dalam upaya penaggulangan HIV-AIDS,”kata Koedoboen.

Indonesia sebagai salah satu Negara dengan kasus AIDS tertinggi di Asia Tenggara,maka Indonesia bersama Negara-negara di dunia berkomitmen untuk mengakhiri Epidemi HIV-AIDS pada tahun 2030,melalui Triple Eliminasi yaitu tidak ada lagi infeksi baru HIV,tidak ada lagi kematian akibat AIDS dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV-AIDS (ODHA) pada tahun 20130.

Adapun sepuluh Provinsi dengan kasus AIDS tertinggi per 100.000 penduduk (AIDS Case Rate) adalah Papua,Papua Barat,Bali,DKI.Jakarta,Kepulauan Riau,Sulawesi Utara,Kalimantan Barat,Maluku Utara,Jawa Timur dan Provinsi Maluku.AIDS Case Rate Maluku adalah 35,25/100.000 penduduk,itu berarti setiap 100.000 penduduk Maluku terdapat sekitar 35 orang dengan kasusu AIDS.

Baca juga :   BPJS Kesehatan Bacarita Perpres 75 Tahun 2019 Bersama Media

“Jumlah kasus HIV- AIDS di Maluku sejak tahun 1994 sampai September 2018 ini sebesar 5.375 kasus yang banyak terkena pada generasi muda 15-39 tahun sebesar 68 persen dengan cara penularan utama melalui hubungan seks 94 persen,homoseks 5 persen,yang mana terbanyak di Kota Ambon,Kabupaten Maluku Tenggara,Kabupaten Aru,Maluku Tengah,Kota Tual,MTB,MBD,Buru,SBB,SBT dan Bursel,”jelasnya.

Kepedulian terhadap HIV-AIDS terus ditingkatkan dengan cara melakukan Tes HIV dan melanjutkan pengobatan Anti Retro Viral (ARV) sedini mungkin jika terdiagnosa HIV,dengan mengetahui status kesehatan sejak dini dan memulai segerh pengobatan ARV yang merupakan satu-satunya obat HIV-AIDS,maka kesehtan dan kualitas hudup kita tetap terjaga.

“Semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan mendapatkan pengobatan ARV dini maka dapat mendorong percepatan penurunan epidemi dan pencapaian eliminasi HIV-AIDS di Maluku yang mana telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) No 13 Tahun 2014 tentang pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS,”tandas Koedoboen.

Penulis : Aris Wuarbanaran

Check Also

BKKBN Maluku Laksanakan Kegiatan Desiminasi Kebijakan Pengendalian  Penduduk Dan Pencanangan Rumah Data Kependudukan Di Kota Tual

TUAL,N25NEWS.com – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Maluku melaksanakan Kegiatan Desiminasi Kebijakan Pengendalian …

×

N25NEWS.com