Home / Kab Malteng / MAN 1 Malteng UMBN Tidak Gunakan Komputer

MAN 1 Malteng UMBN Tidak Gunakan Komputer

TULEHU,N25NEWS.COM -Pelaksanaan Ujian Madrasah Berstandar Nasional (UMBN) tahun ajaran 2017/2018 tingkat Madrasah Aliyah (MA) seMaluku yang berlangsung pada, Senin(26/3) kemarin,  pelaksanaan UMBN di MA Negeri 1 Maluku Tengah (Malteng) yang berlokasi di Negeri Tulehu Kecamatan Salahutu tidak mengunaakan komputer tetapi   mengunakan sistim kertas pinsil. Sementara yang menggunakan kompoter terdapat pada MA Al Fatah Ambon dan MA Raudah Fiditian Kota Tual.

Pembukaan UMBN yang ditandai dengan pencanangan tanda peserta ujian oleh Kabag TU Kanwil Kemenag Maluku Drs Jamal Bugis secara simbolis berlangsung di MAN 1 Maluku dengan jumlah 2.65 siswa dari 10.289 dari seluruhnya berjumlah siswa MA seMaluku.

UAMB sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengukur ketercapaian standar kompotensi lulusan yang telah ditetapkan secara nasional khususnya pada mata pelajaran agama yakni, Al Quran hadist, Akidah Akhak, Fiqih, SKI dan bahasa Arab.

Mengawali pelaksanaan UMBN, Kakanwil Kemenag Maluku yang diwakili Kabag TU menjelaskan, pelaksnaan UMBN merupakan sebuah paket dalam sistim pendidikan nasional, bahwa ujian tersebut merupakan proses akhir dari proses pendidikan yang berlangsung selama tiga tahun, baik tingkat MTs dan MA.

Untuk proses UMBN tahun pelajaran 2017/2018 hanya terdapat dua madrasah yang melaksanakan ujian berbasis komputer, sementara da lainya masih menggunakan sistim lama.

“Sebenarnya ujian berbasis komputer ini merupakan aturan dan keharusan yang harus dilakukan oleh semua satuan pendidikan, sehingga menjadi program nasional, termasuk menjadi doroangan Kakanwil Kemenag Maluku agar setiap pimpinan madrasah sudah harus melakukannya,”ungkapnya.

Terkait dengan hal tersebut lanjut  Bugis, khusus untuk mata pelajaram umum, terdapat kurang lebih 20 MA di Maluku yang sudah menyatakan siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UMBK) dan semuanya sudah terdaftar di Diknas Pendidkian Maluku.

“Insyah Allah kami harapkan tahun depan, semua madrasah dalam melaksanakan UMBN sudah bisa menggunakan sistim komputer,”harapnya.(SM-10)

 

 

 

 

 

Diklat Teknis Substantif Penyuluh Agama PNS dan Non PNS Upaya Pengembangan dan Kompetensi Diri

AMBON,N25NEWS.COM -Penyuluh agama sebagai kepanjangan tangan dari Kementerian Agama untuk melakukan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama, memiliki peran penting dalam upayah pengembangan dan komptensi diri.

“Untuk saat ini dalam menghadapi eraglobalisasi, penyuluh agama harus lebih  profesional, baik itu dia penyuluh PNS maupun Non PNS,”ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof Dr Muhamadiyah Amin MA saat membuka Diklat teknis subantif penyuluh agama Kristen Non PNS angkatan IV dan V dan diklat teknis subtantif karya ilmiah penyuluh agama PNS angkatan I dan II lingkup Kemenag Maluku yang berlangsung di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Ambon, Senin(26/3).

Baca juga :   Akhiri Pesantren Ramadhan, MIN 1 Ambon Gelar Buka Bersama

Dalam arahan Dirjen Bimas Islam dijelaskan,  mengingatkan,  visi dan misi Kemenag  para penyuluh agama dalam melakukan tugasnya agar memiliki kemampuan profesional sebagai dinamisator pembangunan dan pemersatu umat sehingga berperan efektif mendinamisir program-program pembangunan masyarakat serta mampu mencegah konflik di kalangan masyarakat.

Menurutnya, di antara bekal yang amat penting bagi penyuluhan agama kepada masyarakat yaitu kemampuan menggunakan pendekatan multikultural, suatu pendekatan yang berbasis pada keragaman, mengingat masyarakat kita adalah masyarakat majemuk dan multikultural, sehingga tidak menimbulkan provokasi, tetapi menumbuhkan ketenteraman dan kedamaian antar sesama manusia dan intern umat beragama.

Dikatakannya, melalui pendekatan multikultural ini diharapkan masyarakat dapat memahami subsatnasi ajaran agama masing-masing secara inklusif, agar masyarakat dapat menghargai diri dan menghargai orang lain, serta dapat memperbaiki hubungan antara orang-orang dari tradisi dan kultur (budaya) yang berbeda.

Dengan mengembangkan nilai-nilai multikultural dalam penyuluhan agama, tambah Dirjen, diharapkan nantinya, masyarakat dapat memiliki sikap toleransi, karena toleransi merupakan ekspresi keberagamaan yang mendalam untuk mengangkat arti penting hidup bersama, hidup berdampingan, dan saling menghargai yang pada akhirnya akan dapat mendatangkan kesejahteraan bersama baik jasmani maupun rohani.

Sebelumnya Dirjen juga mengingatkan, ada dua tugas pokok penyuluh agama, pertama, melaksanakan penyuluhan yaitu menyusun dan menyiapkan program, melaksanakan penyuluhan, melaporkan dan mengevaluasi/memantau hasil pelaksanaan penyuluhan, serta kedua, memberikan bimbingan dan konsultasi yaitu memberikan arahan kepada masyarakat yang membutuhkan konsultasi dan bimbingan dalam rangka meningkatkan ketaqwaan dan kerukunan umat beragama serta keikutsertaan dalam keberhasilan pembangunan.

Ditambahkan Dirjen, peranan penyuluh agama dalam melaksanakan tugas operasional Kemenag sangatlah penting dan strategis, karena tugas tersebut tidak hanya melaksnakan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan penerangan dan motivasi terhadap pelaksanaan progam-program pembangunan melalui pendekatan keagamaan dengan bahasa agama.

‘’Apalagi, dalam konsisi seperti saat ini masyarakat kita memiliki temperamen yang sangat sensitive, mudah terpengaruh dan bersifat emosional. Bahkan terkadang hanya karena kesalahpahaman sedikit saja terjadilan konflik, bahkan terjadi pula pertikaiani yang berkepanjangan serta berujung pada kekerasan dan tindakan kriminal. Hal ini merupakan tantangan yang sangat nyata bagi para penyuluh agama saat ini,’’ujar Dirjen.

Oleh karena itulah, tambah Dirjen lagi, penyuluh agama perlu dipacu agar mampu mengembangkan pengetahuan, kemampuan dan kecakapan serta menguasai berbagai strategi, pendekatan, dan teknik penyuluhan, sehingga mampu dan siap melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggungjawab dan profesional.(SM-10)

About admin

Check Also

SUPM Akui Miliki Berita Acara Hibah Lahan Dari Pemda Maluku Oleh : Gali Markalin

AMBON,N25NEWS.COM -Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Waiheru Ambon mengakui memiliki berita cara pelimpahan hibah lahan …