Mantan Raja Negeri Suli Diduga Korupsi Dana Desa,Warga Lapor Ke Ditkreskrimsus Polda Maluku

AMBON,N25NEWS.com-Sejumlah warga negeri Suli, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng),melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) tahun 2018 yang dilakukan mantan raja negeri Suli ke Ditreskrimsus Polda Maluku,jumat (17/01/2020).

Kuasa hukum masyarakat negeri Suli yang tergabung dalam Jojaro Mongare Aman Surit Soa Patti Ampat,Marthen Fordatkossu SH,mengatakan,pihaknya melaporkan dugaan tindak pidana korupsi ke Ditreskrimsus Polda Maluku berkaitan dengan pengelolaan DD,dimana banyak terjadi kejanggalan.

“Ada kejanggalan yang kami temui,dimana ada begitu banyak anggaran DD sebesar Rp.900.000.000 jutaan,namun faktanya ditemukan banyak pekerjaan-pekerjaan di negeri Suli yang fiktif dan sama sekali tidak sesuai dengan anggaran yang dilaporkan dalam LPJ,yang mana dilaporkan habis digunakan,”ungkap Fordatkossu.

Adapun,fakta yang ditemukan tersebut,sama sekali tidak ada,oleh karena itu,hal ini menjadi keresahan masyarakat negeri Suli,maka sebagai warga masyarakat yang baik tentu melaporkan hal tersebut.

“Kami menyerahkan,semuanya kepada penyidik kriminal khusus Polda Maluku,agar bisa menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi ini dan kalaupun dugaan tindak pidana memenuhi alat bukti yang cukup,kiranya penyidik dapat meningkatkan dari tingkat penyelidikan ke tingkat penyidikan,untuk selanjutnya menentukan siapa yang menjadi tersangka,”tutur Fordatkossu.

Sementara itu,dikesempatan yang sama Ketua Jojaro Mongare Aman Surit Soa Patti Ampat,Nathanel Lainsamputty,mengatakan sebagai bukti awal pihaknya telah mendaptkan keterangan dari beberapa para tukang yang yang melakukan pekerjaan di negeri Suli yang terkesan asal-asalan.

“Pekerjaan-pekerjaan yang kami temukan dan informasi warga,bisa dikatakan tambal sulam,misalnya jalan setapak dengan ukuran 200 x 1,5 m,yang sudah ada sebelumnya,tetapi kemudian dikerjakan seolah-olah jalan setapak tersebut baru di buat,”jelas Lainsamputty.

Selain itu,jalan-jalan setapak yang ditemukan dilapangan,tidak ada yang memakai prasasti,tetapi ketika dicek lagi pada laporan pertangungg jawabannya,ada yang memang disitu realisasi,namun dilapangan tidak ditemukan prasasti-prasasti yang dibuat seperti jala-jalan setapak yang lain.

“Ada juga seperti contoh untuk sosialisasi kamtipmas disitu kami juga sebagai pemuda seharusnya itu sasarannya kepada para pemuda dan kami sudah konfirmasi dengan Bhabinkamtibmas negeri Suli pada saat itu, ternyata kegiatan itu tidak pernah di laksanakan, tetapi di laporan pertanggung jawaban itu ada realisasinya,”tandasnya.

Untuk itu,Lainsamputty berharap kepada Ditkreskrimsus Poda Maluku,agar segera mengusut tuntas permasalahan ini,supaya nantinya tidak akan terjadi peristiwa serupa,terutama di negeri Suli.

Reporter     : Aris Wuarbanaran

Editor         : Redaksi

 

Check Also

Desak Periksa Bupati MBD,GPP Datangi Kejati Maluku

AMBON,25NEWS.com-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Pemuda-Pemudi (GPP) Maluku Barat Daya (MBD) mendatangi Kejaksaan Tinggi Maluku,guna …