Home / Maluku / Marhaban Ya Ramadhan 1439 Hijriah,Ramadhan Bulan Kedamaian Bagi Seluruh Umat di Maluku Oleh : Gali Markalin
Kakanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad, S.Pd, M,Pd

Marhaban Ya Ramadhan 1439 Hijriah,Ramadhan Bulan Kedamaian Bagi Seluruh Umat di Maluku Oleh : Gali Markalin

AMBON,N25NEWS.COM – Marhaban ya Ramadhan, bulan yang penuh berkah bagi semua umat islam yang menjalankanya datang lagi, suasana bulan ramadhan bagi masyarakat Maluku setiap tahunya tak henti hanya sebatas menjadi penghibur kaum mukmin. Beribu-ribu keutamaan ditawarkan dibulan ini. Pahala diobral ampunan Allah SWT bertebaran memenuhi setiap ruang dan waktu.

Dimana masyarakat di seantero negeri seibu pulau pun diingatkan, untuk menunaikan ibadah penuh hikmah juga mencipatakan suasana ramadahan sebagai bulan yang penuh kedamaian, penuh rahmat dan penuh ampunan, semoga kehadiran bulan ramadahan 1439 Hijriah tahun 2018 akan menjadi berkah bagi seluruh masyarakat Maluku. Demikian rilis himbauan Ramadhan Kakanwil Kemenag Maluku  Fesal Musaad, S.Pd, M,Pd yang diterima Koran in,Senin (14/5).

Menurut Kakanwil, bulan Ramadahan adalah mommentum istimewa dalam ini kaum muslimin akan menanamkan nilai-nilai kejujujuran dan keiklasan.  Bulan puasa datang setiap tahun merupakan mometum mengevaluasi, intropeksi, sikap dan perbuatan yang dilakukan selama 11 bulan baik sikap kita kepada tuhan maupun kepada sesama manusia. Kedatangan setiap tahun akan membuat kita berada dalam rutinitas  mengabaikan kesuciannya hanya karena kita sendiri.

Dalam bulan  kesucian menuntun manusia pada fitrah sebagai hamba tuhan yang wajib berserah  terhadap semua ajaran ketentuan yang datang dari Allah. Ramadahan diisi dengan amalan, tindakan yang bersimpul pada hakekat kemanusiaan, beribadah secara verikal kepada Allah SWT, sebagai wujudu kepatuahan bagi Allah.

Musaad mengatakan, kewajiban menjalankan ibadah puasa bagi umat Islam terutama kepada orang-orang yang beriman, telah diwajibkan pula kepada umat sebelum kita sebagaimana yang difirmankan  Allah dalam surat Al Baqarah ayat 183 yang artinya ” Hai orang orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

Isi kandungan kitab suci Allah itu mememintahkan manusia menjalankan ibadah ramadhan untuk membentuk manusia sebagai insan dan hamba yang bertakwa, tanda tanda hamba bertakwa adalah memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, mendirikan shalat, menafkan sebahagian harta dijalan Allah, beriman kepada semua kitab-kitab Allah, Zabur, Taurat, Injil, dan Al Quran dan keyakinan akan datangnya hari kiamat.                                                                                                                               “Untuk itu mari kita sempurnakan ketakwaan kita selama bulan suci ramadahan maupun dibulan-bulan lainnya,”ujarnya.                                                                                                                                                       Para ulama menyebutkan hakikat bulan ramadahan sebagai bulan pendidikan dan penjajakan. Ramadahan mendidikan umat untuk menjalankan pesan-pesan dan perintah Allah, dengan penuh ketaatan, ramadahan menuntun umat islam agar mampu mengendendalikan hawa nafsu dari perkataan dan perbuatan yamg merusak jati diri dan kemanusiaan.

“Ramadahan mendidik umat Islam agar memiliki rasa persatuan, persaudaraan dan kebersamaan,  ramadahan mengajak umat islam memiliki rasa empati terdadap kesulitan sesama manusia, sesama anak bangsa tanpa membedakan agama, suku ras dan warna kulit. ” Manusia dapat merasakan lapar dan  menahan dahaga kehausan yang sering dirasakan para fakir miskin, sehigga manusia bisa mencapai kualitas kesahelan, individualitas, spritualitas dan kesalehan sosial menjadi satu ibadah,”  tutur kakanwil.

Baca juga :   Musim Penghujan Masyarakat di Himbau Waspada

Menusia akan mencapai derajat mutakim yaitu derajat orang-orang yang bertakwa selama menjalani ibadah puasa pencapaian derajat tersebut hanya bisa dilakukan bagi mereka yang menjalankan fungsi kehambaannhya dan kehalifaannya. Hal ini perlu diwaspadi  agar manusia tidak termasuk dalam golongan sebagaimana Saba Rasullullah SAW dalam sabdanya betapa banyak orang  yang berpuasa, tapi yang didaptkan dalam puasa itu hanyalah rasa lapar dan haus. ” Dan itu semua  hanya bisa dicapai bila ibadah puasa dapat dijalankan secara serius dengan mengutamakan sisi kualitas ibadah bukan formalitas.

Dijelaskan, seluruh umat muslim di Maluku menjaga rasa persaudaraan  antara  sesama anak bangsa untuk salin menghargai, jangan karena perbedaan starata sosial, aspirasi, pilihan poltik, agama dan keyakinan membuat kita saling bermusuhan saling serang menyerang, membeci satu dengan yang lain, melalui media hoax yang berdampak negatif memutus nilai-nilai silaturrahmi dan perbuatan buruk yang dilarang oleh agama. “Mari kita jadikan ibadah puasa dibulan suci ramadhan untuk saling melakukan evaluasi secara total, membangun silaturrahmi, ubahlah sikap dengan memperbanyak seyum, tentramkan jiwa, cerdaskan pikiran, dan saling membahagiakan sesama agar kita memperoleh rahmatnya ramadhan,” kata kakanwil.

Masyarakat muslim  harus menjadikan ramadahan sebagai bulan penebar kedamaian, penebar rahmat bagi sesasma, bulan silaturrahim, menghormati satu dengan yang lain, agar kita selalu berdiri diatas kebenaran, bulan berbagai kasih dan kebahagian penuh hikmah agar terwujud Masyarakat Maluku yang aman Religius dan sejahtera. “Kepada seluruh umat beragama hendaknya menjaga kerukunan, dan menjauhkan diri dari tutur kata dan sikap yang dapat mengurangi kekhusuhan nilai ibadah, ujar Fesal Musaad”.

Pihak Kemenag juga menghimbau kepada seluruh pengusaha, tempat hiburan dan pengguna media social maupun elektronik, agar sama-sama menjaga suasana lebih kondusif  dengan membatasi program kegiatan dengan tayangan yang dapat mengganggu dan mencemari. “Sementara bagi masyarakat berbeda keyaikinan dan sesame muslim yang berhalangan tak melaksanakan ibadah puasa agar tetap salig menghormati satu dengan yang lain. Ujar harap Kakanwil”

Fesal Musaad mengajak Masyarakat Maluku membangun toleransi dibulan suci ini, saling member untuk memahami dan mengerti bukan saling menuntut untuk dipahami. Warga Masyarakat mari dituntun saling memahami satu sama lain, perbedaan jangan  menjadi perselisihan, perbedaan adalah cermin ekspresi masyarakat muslim yang mendatangkan rahmat bagi kita semua. “Ciptakan suasana Ramadhan sebagai bulan yang penuh kedamaian, penuh rahmat dan penuh ampunan semoga dengan datangna bulan suci ramadhan 1439 Hijriah ini Allah akan memberkahi  Kita semua memberkahi memberkahi Negeri Maluku, “Katanya.

About admin

Check Also

ASDP Tambah Jalur Mudik Gratis Lebaran Oleh : Gali Markalin

AMBON,N25NEWS.COM -Setelah sebelumnya jalur Galala-Namlea, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Persero Cabang Ambon …