Home / Parlementer / Masih Terjadi Tumpang Tindih Usulan PAW Anggota DPRD Ambon

Masih Terjadi Tumpang Tindih Usulan PAW Anggota DPRD Ambon

AMBON,N25NEWS.COM –Usulan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kota Ambon dari Partai Demokrat masih terjadi tumpang tindih untuk dilakukan proses PAW. Pasalnya hingga saat ini belum ada surat usulan masuk dari DPC Partai Demokrat Kota Ambon ke Sekwan DPRD.

Meskipun penyampaian DPC Demokrat ke Ketua Fraksi Demokrat di DPRD Kota Ambon bahwa surat usulan PAW sudah masuk ke DPRD Kota Amabon namun nyatanya belum ada surat yang diterima Sekwan DPRD Kota Ambon yang menyangkut dengan PAW menggantikan almarhum Tomwin Rio Tamaela yang sudah meninggal.

“Saya juga ditelpon oleh sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Ambon Irfan Kilubis, bahwa surat dari DPC sudah masuk di Kesekwanan DPRD Ambon, saya tidak tahu itu tanggal berapa, tetapi ketika kemarin saya koordinasikan dengan pak Sekwan katanya belum ada surat yang diterima, jadi mau tindaklamnjuti saya sebagai Ketua Fraksi kepanjangan tangan dari Partai Demokrat di DPRD , saya tidak punya dasar untuk menindaklanjutinya, karena belum ada surat yang diterima dari DPC ke DPRD,”tandas Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Kota Ambon pada wartawan di Ambon, Jumat(16/11).

Oleh sebab itu selaku penanggungjawab Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD terkait dengan usulan PAW Yusuf akan kembali melakukan koordinasi kembali dengan sekretaris DPC Partai Demokrat  guna menanyai kapan waktu dan siapa yang telah menerima surat usulan PAW dari DPC Partai Demokrat.

Dari nama yang telah diusulkan sesuai SK yang dikeluarlan DPP Partai Demokrat, bahwa usulan PAW telah menetapkan Jefry Toisutta menggantikan almarhum Tomwin Rio Tamaela.

“Nah kalau sudah pleno ditinggkat DPD, kan Sknya sudah dibawa pulang dari DPP sehingga putusan Jefry Toisutta untuk PAW itu sudah fainal,”jelasnya.

Ditanya soal sisa waktu enam bulan masa bahkti DPRD Kota Ambon kata Yusuf, bahwa masa bahkti anggota DPRD Kota Ambon akan berakhir pada tanggal 11 September 2019 mendatang, sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan masa pemilihan caleg selesai, tetapi akan dihitung enam bulan dari masa berakhirnya anggota DPRD, sehingga proses PAW tidak bsa akan berjalan, tetapi yang terjadi saat ini proses itu masih bisa dilakukan,

“Jadi kita bisa pahami yang benar, kalau masa sisa enam bulan itu sampai dengan masa berakhirnya kami di DPRD tepatnya 11 Septmber tahun mendatang, sehingga proses PAW tetap mengikuti masa berakhitnya anggota dewan, bukan dia mengkuti masa pemilihan caleg, sehingga ini yang perlu dipahami betul,”jelasnya lagi.

Oleh sebab itu, jika sudah ada surat masuk dari DPC Demokrat selaku Ketua Fraksi akan bertanggungjawab penuh untuk menindaklanjutinya ke Sekwan, setelah itu dari Sekwan akan diteruskan ke KPU kemudian kita tinggal menunggu SK Gubernur setelah Gubernur menerima surat dari KPU, sehingga proses harus sesuai dengan aturan sehingga ada pentahapan yang memakaan waktu yang cukup lama untuk dikeluarkan SK Gebernur tetang PAW, dari situlah baru DPRD menetapkan kapan waktunya dilakukan Paripurna PAW.

“Kalau target kita tidak bisa menentukan, tapi kalau dari fraksi sih maunya cepat, tetapi kita harus melalui mekanisme yang telah diatut, dimana dari Kesekwanan harus menyurati KPU, dari KPU juga harus menyurati Gubernur dan jika SK sudah ada dari Gubernur yang menentukan waktu itu nanti dari DPRD sendiri,”ulasnya.

Sebelumnya Sekwan DPRD Kota Ambon E Siloy yang dikonfirmasi mengakui, kalau dirinya hingga saat ini belum menerima surat pengusulan PAW dari DPC Partai Demokrat.

Sementara menyangkut dengan batas waktu PAW nanti diatur dalam mekanisme atau aturan yang berlaku, tetapi secara tanggungjawab pihaknya tetap akan memproses ke KPU jika sudah ada surat masuk dari DPC yang bersangkutan.

Oleh : Gali M

About admin

Check Also

Soal Pembangunan Rumdis DPRD SBB, Rotasouw Memilih Prioritaskan Kepentingan Rakyat

PIRU,N25NEWS.COM  –  Pembangunan Rumah Dinas (Rumdis) untuk pimpinan maupun anggota  DPRD Kabupaten SBB, meskipun dinilai …