Masyarakat Kehendaki Pemekaran Tenggara Raya

AMBON,N25NEWS.COM-Masyarakat di wilayah Kepulauan Tanimbar,Aru,Kei,Babar Leti,Moa,Lakor,Kisar dan Wetar diberbagai tempat dan spontan menyampaikan hasrat agar diperjuangkan pemekaran Provinsi Tenggara Raya.

Bukan hanya pemekaran kabupaten baru ,seperti Kabupaten Tanimbar Utara,Kabupaten Aru Perbatasan Kabupaten Kei Besar,Kepulauan Pulau-pulau Babar,tetapi terasa semakin kuat saat ini adalah desakan secara masif pada tataran arus bawa.

Kalangan pemuda,mahasiswa,politisi dan tokoh masyarakat yang menginginkan pemekaran Provinsi baru yang secara kultural dan administratif pemerintahan meliputi,KKT,MBD,Kabupaten Kepulauan Aru dan Kota Tual.

Aspirasi masyarakat tersebut sejalan dengan keputusan DPRD Provinsi Maluku tahun 1999 tentang rencana pemekaran daerah di Provinsi Maluku dan Grand Strategis Penataan Daerah oleh Pemerintah Provinsi Maluku tahun 2006 sampai 2020 sudah dimekarkan Provinsi Maluku Tengah dan Provinsi Maluku Tenggara Raya.

Mendalami aspirasi serta dinamika politik yang berkembang maka,sejalan dengan respons yang telah diperlihatkan para wakil rakyat asal Maluku Tenggara Tenggara Raya di DPRD Provinsi.

“Kami mengambil inisiatif untuk memulai sebuah gerakan bersama dalam memperjuangkan pemekaran Provinsi Maluku Tenggara Raya yang pada hakekatnya untuk mempercepat pembangunan demi peningkatan taraf hidup,kesejahteraan harkat dan martabat masyarakat,”kata koordinator pengambil inisiatif,Joseph Siketubun,saat memberikan keterangan pers di Ambon,sabtu (17/8/2019).

Baca juga :   Kembali Lagi Yayasan Indah Binaan Hambra Salurkan 50 Ekor Hewan Qurban ke SBB

Menurutnya,beberapaalasan mendasar melatarbelakangi perjuangan pemekaran Provinsi Kepulauan Maluku Tenggara Raya,adalah Maluku secara nasional merupakan provinsi termiskin ke-4 setelah Papua,Papua Barat dan NTT.
Adapun,sebagai daerah kepulauan dengan jumlah pulau tidak kurang dari 750 pulau dan hampir 90 persen luas wilayah merupakan lautan.

Selain itu,sebagai beranda depan NKRI wilayah Maluku Tenggara Raya yang berbatasan dengan Australia dan Timur Leste serta berada pada jalur perlintasan internasional serta berpotret pada pemekaran Provinsi Maluku Utara,maka dengan pemekaran Provinsi Maluku Tenggara Raya,permasalahan tentang kendali pemerintahah dan pembangunan di Maluku bisa teratasi.

“Untuk itu terbuka peluang dan kesempatan kerja baru dalam mengatasi masalah pengangguran dan perekonomian kita semakin berkembang sehingga secara diametral bisa tercapai kemajuan secara betsamaan sebagaimana yang terjadi di Maluku Utara yang mengalami kemajuan pesat saat ini,”tandas Sikteubun.

Check Also

PLN Luncurkan Program Diskon Tambah Daya Listrik “Super Wow” Dapat Tanggapan Positif Dari Masyarakat

AMBON,N25NEWS.com – Dalam rangkah menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 17 Agustus mendatang PLN meluncurkan …