Masyarakat Malteng Jadikan Sabo Dam Wai Kawa Objek Wisata

MALTENG,N25NEWS.com – Bukan hanya dijadikan sebagai peredam banjir dan pengenduran sedimen, namun masyarakat kini menjadikan Sabu Dam atau bendungan Wai Kawa yang terletak di Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dijadikan sebagai salah satu objek wisata disetiap hari libur.

Infrastruktur yang dibangun dan berakhir sejak tahun 2017 oleh pemerintah lewat Balai Wilayah Sungai (BWS), mulai ramai dikunjungi masyarakat sejak dioperasikan bendungan tersebut.

Nama Sabo sendiri diambil dara bahasa Jepang yang artinya pasir dan bober magna pengendalian, sehingga secara harkia Sabo berarti pengendalian pasir.
Sabo Dam Wai Kawa ini dikerjakan untuk mengontrol banjir dan material, dari erosi lorong gunung yang terajdi dimusim hujan sehingga material tidak berdampak langsung pada jembatan Wai Kawa Nua.

Kini bendungan Wai Kaw telah menjadi menarik perhartian masyarakat Tehoru dan sekitarnya yang berdatangan setiap hari Sabtu dan Minggu, tidak hanya masyarakat Tehoru Sabo Dam Wai Kawa juga dikungjui masyarakat Kota Masohi dan sekitarnya.

Nurdin Hatapayo tokoh masyarakat Tehoru pada Koran ini, Rabu(20/11) mengungkapkan, sejak bendungan Wai Kawa dibuka sejak Febuari 2019 kemarin, secara umum, bendungan tersebut langsung ramai dikungjungi masyarakat disekitar bendungan tersebut.

Jelang beberapa bulan kemudian, bendungan tersebut semakin ramai didatangi masyarakat Malteng dari berbagai pelosok yang datang ingin melihat langsung keindihan pemandangan dan jernihnya air yang terasa dingin menyegarkan badan.
Dikatakan, keindihan bendungan tersebut akhirnya menjadi viral diberbagai media sosila (medsos) yang diposting langsung masyarakat yang mendatangi lokasi tersebut.

Bukan hanya itu, latar belakang bendungan tersebut juga dijadikan masyarakat sebagai latar belakang foto baik di Instegram dan Facebook.
Menurut Hatapayo, kini sejumlah warga lainnya memanfaatkan bendungan Wai Kawa guna menambah ekonomi keluarga.

Dikatakan, dalam sisitim pengaman diloksi tersebut yang melibatkan anggota Koramil Tehoru juga berharap agar masyarakat yang mendatangi bendungan senantiasa tetap menjaga kebersihan pada lokasi tersebut agar tetap bersih dan indah dipandang.
Lokasi bendungan tersebut nantinya akan ditutup disaat musim penghujan, jika arus sungai deras tidak berdampak pada aktifitas masyarakat yang ingin melakukan aktifitas berenang, karena arus pada pintu bendungan cukup deras.

Reporter : Rian M

Editor : Redaksi

Check Also

Akses Jalan Ke Desa Peliana Rusak Berat,Pemuda Hatu Desak Pemda Malteng Untuk Memperbaiki

AMBON,N25NEWS.COM – Hasil-hasil Pembangunan pada hakekatnya harus di nikmati oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk Akses …

×

N25NEWS.com