Masyarakat Menantikan Polres Maluku Tengah Mengungkap Tuntas Kasus Pembunuhan Pasanea

MASOHI,N25NEWS.com – Kasus pencurian dan kekerasan yang berujung dengan meninggalnya Abdullah Pattilouw (72 th) di Pasanea Maret 2019 hingga kini masih terus bergulir di Polres Maluku Tengah untuk mengungkap para pelaku lain dan Aktor dibalik peristiwa ini.

Setelah Majelis Hakim Rivai Totuboya SH menetapkan dan memutuskan RT (16 th) bersalah ,terbukti secara sah dan meyakinkan memvonis Terdakwa RT (16 thn ) 8 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Masohi serta memerintahkan pihak Polres Maluku Tengah dan Kejaksaan Negeri Masohi untuk memeriksa dan menetapkan Adiman Nurlette sebagai tersangka dalam kasus ini.

Ternyata masih saja belum tuntas diselesaikan oleh .pihak Polres Malteng. Seperti yang diketahui oleh publik bahwa penyelesaian kasus abdulah Patilow ini sudah satu tahun lebih.dengan hambatan yang luar biasa.

Seperti yang di sampaikan keluarga Korban jika aparat kepolisian bekerja profesional dan tidak mengorbankan kehormatannya maka kasus ini sudah selesai dari awal, tapi keluarga korban yakin akan Kuasa Allah SWT.

Karena pada fakta persidangan Tuhan menunjukan kebenarannya. Ketegasan serta kualitas Hakim Rivai Tutuboya SH yang menangani perkara ini perlu di berikan apresiasi.

Figur abdi negara seperti ini yang dibutuhkan masyarakat saat ini, sudah tidak zaman lagi aparat penegak hukum melakukan hal-hal yang tidak profesional.apalgi menyakut nyawa manusia.

Oleh karena itu masyarakat secara umum dan khususnya keluarga korban menantikan hasil kerja pihak kepolisian untuk mengungkap para pelaku lain serta aktor di balik peristiwa ini.

Keluargas korban  sangat yakin pihak Polres Malteng sangat bisa, apalagi sekarang di bulan suci Ramadhan ini.semua orang pasti ingin berbuat baik.

Baca juga :   Mandala Finance Masohi Gelar Aksi Sosial Dengan Membagikan  Ratusan Paket Sembako Kepada Nasabah Di Kecamatan Amahai

Hal ini di sampaikan  salah satu anak korban Noni yang berprofesi sebagai guru salah satu sekolah SDN di Desa Pasanea.

Saat media ini  konfirmasi ke  Kasat Reskrim Polres Maluku Tengah yang baru AKP Senja Pratama ,SH,S.IK* ,katanya dirinya akan tanyakan dulu pada penyidik dan akan berkoordinasi dengan atasannya Kapolres dan kemudian akan memberikan keterangannya ke awak media.

Namun ketika di hubungi berulangkali,baik telepon dan WA tidak di balas dan sampai berita ini di turunkan belum ada keterangan resmi dari Polres Maluku Tengah dalam hal ini Kasat Reskrim.

Hal yang sama juga ketika hal ini di tanyakan ke Kasie Pidum Kejaksaan Negeri Masohi Ronald Rettop,dia mengatakan Kejaksaan masih menunggu P21 Adiman Nurlette.

Istri almarhum mama Nu saat di wawancarai mengatakan  bahwa pada hari senin 27 April 2020 dipangil pihak Kejaksaan dan diarahkan ke pihak Kepolisian dan  di dampingi oleh pak Herman Saguni, untuk memberikan keterangan tambahan.

Dalam pemberkasan tersebut istri korban  mama Nu menyampaikan bahwa” Apa yang saya sampaikan itulah yang saya alami dan  lalui dengan suami saya, itu fakta  dan dulu juga sudah kami sampaikan tetapi tidak dihiraukan,Jadi”jelas Mama Nu.

Jadi sekarang kata Mama Nu,dirinya sampaikan semua biar jadi jelas dan semoga bisa membantu aparat  Kepolisian dalam mengungkap semua pelaku dan aktor dibalik peristiwa pembunuhannya.

“Saya berharap kiranya Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dapat melihat penderitaan kami dalam mencari kebenaran dan keadilan,”pinta Mama Nu  dengan mata berkaca-kaca.(**)

Check Also

Polisi Kurang Jeli Tetapkan Tata Ibrahim Tersangka Dalam Kasus BNI

AMBON,N25NEWS.com – Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku dinilai kurang jeli menetapkan,Tata Ibrahim, salah satu pegawai BNI …