Home / Kab Malteng / Masyarakat Negeri Lima Minta Pemerintah Daerah Bayar Ganti Rugi Secara Rasional

Masyarakat Negeri Lima Minta Pemerintah Daerah Bayar Ganti Rugi Secara Rasional

AMBON,25NEWS.COM-Pasca lakukan aksinya di Kantor Dinas Pekerjaan Umum  (PU) Provinsi Maluku,Masyarakat pemilik lahan pada areal jalan Negeri Lima-Laha,telah mengadakan  pertemuan dengan instansi terkait,untuk membahas ganti rugi lahan jalan Negeri Lima – Laha.Pertemuan ini pada prinsipnya untuk bermusyawarah dan menghasilkan kata mufakat terkait dengan pembayaran tanaman masyarakat,sehingga polimik yang berlangsung cukup lama segera berakhir.

Hal ini disampaikan Saida Uluputty ST dari Fraksi PKS Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku Tengah (Malteng) senin (23/04/2018) di Rumah Rakyat Karang Panjang Ambon.

Kepada awak media Uluputty mengatakan bahwa ada beberapa point  penting yang dihasilkan melalui musyawarah tersebut yaitu yang pertama  harga Cengkeh dan Pala sesuai  janji,tidak sesuai dengan  harga yang dipatok masyarakat.

“Mengenai kesepakatan  harga tanaman,kan  sudah dari tahun kemarin di sepakati dan oleh Dinas PU sudah siap untuk membayarnya tapi saat itu masyarakat keberatan terkait dengan satuan harga.Satuan harga Cengkeh dan Pala menurut masyarakat sangat tidak rasional,sehingga saya berharap kita semua mematuhi kesepakatan yang sudah di ambil,”ungkap Uluputty.

Sebenarnya kata Uluputty,masyarakat menolak harga yang di patok untuk Cengkeh dan Pala yaitu  hanya 200an tetapi setelah di presentasikan berdasarkan data dari Dinas Pertanian ternyata harga tanaman itu di bayarkan berdasarkan umur tanaman tersebutJadi tanaman yang umurnya di atas 30 tahun itu di bayar Rp.570.000,sedangkan untuk tanaman umur produktif  di bayar Rp.540.000,sehingga masyarakat berpatokan pada harga data dari Dinas Pertanian.

“Saya harap tidak ada polimik lagi soalnya untuk tanaman yang umurnya dibawah 0 sampai 5 tahun itu baru di bayar  Rp.200an, itu atas dasar pertemuan,itu sudah di sepakati bersama  dan masyarakat harus jujur dan terbuka,”tambah Ulluputty.

Untuk itu Pohon milik warga yang secara kuantitas sekarang tinggal harganya diktaksasi,apakah berdasarkan jumlah pohon (kuantitas) dari umur pohon tersebut,hal ini nanti akan di ferivikasi dan difalidasi ulang data-data yang merujuk pada data Dinas Pertanian.

”dan Syukur,hal ini  sudah sepakati dan saat ini kita  akan membentuk tim kecil bersama masyarakat,untuk mendorong dan meminta secepatnya di cairkan,”tandas Saida Uluputty ST dari Fraksi PKS Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku Tengah (Malteng). (oleh Aris Wuarbanaran)

 

About admin

Check Also

Keharmonisan Satgas TMMD Ke-103 Saat Makan Bersama

MALTENG,N25NEWS.COM – Program TNI  Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 terlihat sangat harmonis ketika Bintara Pembina …