Home / Maluku / Melalui Pembinaan ASN Oleh Irjen KemenaG,kanwil Kembali Meminta Dukungan Revitalisasi Asrama Haji Antara Oleh : Gali Markalim

Melalui Pembinaan ASN Oleh Irjen KemenaG,kanwil Kembali Meminta Dukungan Revitalisasi Asrama Haji Antara Oleh : Gali Markalim

“Alhamdulillah revitalisasi asrama haji transit Waiheru Ambon sudah berjalan saat ini, untuk menuju penetapan Maluku khususnya Kota Ambon menjadi kawasan embarkasi haji antara  kawasan Timur Indonesia,”ungkapnya lagi.

AMBON,N25NEWS.COM -Meskipun sebelumnya dukungan terhadap Maluku dijadikan sebagai embarkasi haji antara oleh berbagai pihak termasuk Menteri Agama (Menag) RI namun melalui pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kemenag Maluku oleh  Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agama (Kemenag) RI Prof. DR. Phil.H M. Nur Kholis Setiawan, MA. Namun  dalam arahan singkat Kakanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad kembali meminta dukungan Irjen terhadap proses revitalisasi pembangunan asrama haji Waiheru Ambon menuju embarkasi antara.

Didepan Irjen, Rektor IAIN dan IAKN serta seluruh pejabat eselon III dan IV Musaad menjelaskan, usaha Pemerintah Provinsi dan  Kemenag dalam menjadikan Maluku khususnya Kota Ambon sebagai pusat Embarkasi Haji Antara (EHA) di kawasan Indonesia Bagian Timur terus digelorakan dan telah mendapat respon positif, baik itu legislative maupun exskutiv pada tingkat daerah maupun pusat.

Untuk itu dengan adanya kehadiran Irjen Kemenag RI ditengah-tengah keluarga besar Kanwil Kemenag Maluku dalam memberikan pembinaan ASN dapat secara bersama memperjuangkan usulan provinsi Maluku dijadikan sebagai embarkasi haji antara khususnya diwilayah Indonesia Timur. Demikian permintaan disampaikan Musaad dalam agenda pembinaan ASN oleh Irjen Kemenag RI di aula Kemenag Maluku, Jumat(9/5)

“Jika realisasi revitalisasi asrama haji dilakukan tepat waktu sesuai yang direncanakan dan akan difungsikan ditahunh 2019 mendatang maka secara langsung akan mengurangi alokasi anggaran dalam biaya domestik haji, sekaligus memutus mata rantai penderitaan jamaah calon haji di wilayah ini,”katanya.

Dimana Maluku merupakan salah satu provinsi kepulauan yang terdiri dari 1.450 puau dengan memiliki karakteristik wilayah masing-masing tentu dalam melalaksanakan rukun Islam kelima, selain harus menyiapkan anggaran yang cukup besar tentu juga memakan waktu yang cukup panjang dan melelahkan, sehingga kondisi sudah harus bisa dilepas dengan jalan satu-satunya, Maluku harus dijadikan sebagai salah satu embarkasi antara untuk wilayah Maluku terlepas dari embarkasi haji Makasar.

“Bayangkan kalau mata rantai ini tidak secepat dilepas, masyarakat para calon jemaah haji asal Kota/Kabupaten harus terlebih dulu datang ke Kota Ambon selanjutnya nanti lagi menuju embarkasi haji Makasar, sudah berapa besar biaya dan tenaga yang terkuras,  secara fisik dan tenaga ini sangat melelahkan sehingga mainsetnya sudah harus dirubah,”punkasnya.

Baca juga :   ASDP Tambah Jalur Mudik Gratis Lebaran

Maka dari itu pemerintah provinsi Maluku melalui peran Kemenag telah memberikan dukungan dan perhatian penuh dalam program kesejahteraan masyarakat dan keagamaan di Indonesia, terlebih khusus untuk embarkasi haji antara.

Dikatakan selah satu peran pemerintah provinsi dan Kemenag Maluku dalam bidang keagamaan adalah memperjuangkan penambahan kuota haji dari awalnya kurang lebih 700 kini naik menjadi 1090 jemaah, sehingga secara tidak langsung sudah bisa memangkas daftar antrian yang cukup panjang.

“Alhamdulillah revitalisasi asrama haji transit Waiheru Ambon sudah berjalan saat ini, untuk menuju penetapan Maluku khususnya Kota Ambon menjadi kawasan embarkasi haji antara  kawasan Timur Indonesia,”ungkapnya lagi. .

Sementara itu dalam waktu yang bersamaan Irjen Kemenag RI  mengatakan, bahwa Maluku sudah layak untuk dijadikan sebagai pusat embarkasi haji antara, dalam mengatasi  rentang kendali yang menjadi hambatan utama proses perjalanan calon jamaah haji dari masing-masing kabupaten/kota.

“Kita mendukung penuh jika itu membawa manfaat besar bagi negeri ini,” cetusnya.

Untuk itu juga dirinya akan meminta seluruh jajaran Kemenag RI termasuk di provinsi secara bersama mendukung program pengembangan Kemenag dibidang haji, sehingga masyarakat dengan mudah menjalankan rukun Islam kelima dalam ibadah haji.

Dalam pembicaraan singkat dengan awak media Setiawan menuturka, bahwa pembiayaan revitalisasi asrama haji transit Waiheru Ambon murni melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negera (SBSN) bukan APBN yang nialianya mencapai miliaran rupiah.

Namun untuk mendapat anggaran tersebut harus disertai dengan berbagai persyaratan salah satunya status  tanahnya harus milik pemerintah dalam hal ini Kemenag Maluku dan itu semuanya sudah dipenuhi .

“Nah untuk kasus di Maluku, ini setau saya semuanya sudah beres, terkait dengan asset dan tinggal menunggu waktunya saja,”akuinya.

Selain melakukan pembinaan di Kemenag agenda yang sama juga dilakukan pada  Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) dan IAIN Ambon sekaligus penandatangan zona Integritas  Wilayah Pemerintah Bebas Koruspsi Bersih Melayani. (SM-10).

About admin

Check Also

ASDP Tambah Jalur Mudik Gratis Lebaran Oleh : Gali Markalin

AMBON,N25NEWS.COM -Setelah sebelumnya jalur Galala-Namlea, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Persero Cabang Ambon …