Memahami Keindahan Tenun Tanimbar Yang Sulit Dimengerti

AMBON,N25NEWS.COM-Kain Nusantara bukan hanya indah karena kombinasi warna-warnanya.Motif-motoifnya juga mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat setempat juga menawarkan pesona tersendiri.Seperti itulah kain tenun Tanimbar yang memancarkan kecantikannya.

Tenun tanimbar berasal dari Pulau Tanimbar,Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Sepintas motifnya tampak sederhana namun dibaliknya sarat akan makna hidup.

“Begitulah sederhannya,keindahan Tenun Tanimbar yang sulit dimegerti.Untuk memahami keindahannya,kita harus paham dulu motif-motifnya,”ujar Lewa Pardomuan yang merupakan seorang kolektor kain tenun.

Meski setiap daerah di Tanimbar memiliki tenun dengan ciri khasnya masing-masing.Motif tenun Tanimbar pada umumnya memiliki motif dengan filisofi yang sama di baliknya.

Diungkapkan Hiyashinta Kdise,penggiat tenun Tanimbar.Sumber inspirasi Tenun Tanimbar datang dari lingkungan sekitar,bahkan hingga hal terkecil.

“Para leluhur mencoba melihat keindahan dari alam,sekecil apapun bentuknya.Mualai dari jentik,nyamuk,ulat,hingga hati jagung,”jelas Shinta.

Salah satu daerah penghasil kain Tenun di Kepulauan Tanimbar adalah Yamdena,yang memiliki 4 jenis kain,kain yakni Tais Matan,Tais Anday,Tais Maran dan Ule Rati.Tais Matan identik dengan motif utama di ujung kain saja,sementara sisanya di dominasi garis.Tais Anday dengan ujungnya dihiasi garis hitam putih dan motif utama ditengah.

Sementara Tais Maran menampilkan garis dibagian tengah dan motif utamanya di ujung.Ule Rati  hadir dengan motif berbentuk ulat yang tersebar diseluruh kain.

Kemudian ada pula motif Lelemuku atau bunga Anggrek yang merupakan salah satu motif utamanya.Bagi masyarakat Tanimbar,bunga Anggrek melambangkan kecantikan,keangungan dan keuletan.

Adapula motif Sair yang menyimbolkan semangat masyarakat Tanimbar dalam berkarya dan menekuni kehidupan,mempertahankan identitas,membela dan melindungi wanita,”Emansipasi perempuan memang sudah lama diakui sejak leluhur Tanimbar,”kata  Shinta.

Tenun Tanimbar juga dikenal dengan motif Tunis atau anak panah.Motif ini merefleksikan kesiagapan masyarakat Tanimbar terhadap ancaman.Bagi perempuan Tanimbar,motif ini bisa pula bermakna kekuatan dan kesiapan mental untuk menghadapi rintangan hidup.

Yang unik,tidak seperti batik dan beberapa jenis wastra lainnya,Tenun Tanimbar bisa dipakai oleh siapa saja tanpa memandang posisi di masyarakat,entah itu raja atau rakyat jelata.Hal ini karena masyarakat Tanimbar menganut sestem kekerabatan (Lebit Lokat) atau emas untuk semua,yang bermakna setiap indidvidu memiliki hak dan kewajiban yng setara.

Namun pantang bagi masyarakat Tanimbar untuk menenun ketika ada kerabat yang meninggal.Pasalnya suara yang dihasilkan dari alat tenun diyakini dapat membangkitkan arwah dari liang kubur.

Reporter  : Aris Wuarbanaran

Editor      : Redaksi

About admin

Check Also

Tarian Tnabar ILA’A

AMBON,N25NEWS.COM-Tnabar Ila’a merupakan kebudayaan orang Tanimbar yang berada di Pulau Tanimbar. Tarian ini adalah kebudayaan orang …

×

N25NEWS.com