Breaking News

Menciptakan Generasi Tampa Narkoba Mulai Dari Keluar

N35NEWS.COM – Permasalahan narkoba di Indonesia masih merupakan sesuatu yang bersifat urgen dan kompleks. Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, permasalahan narkoba menjadi semakin marak. Terbukti dengan semakin bertambahnya jumlah penyalahguna narkoba secara signifikan.

Hal ini diiringi dengan meningkatnya pengungkapan kasus tindak kejahatan narkoba yang semakin beragam polanya dan semakin masif jaringan sindikatnya.

Ancaman kejahatan narkoba sampai saat ini masih terus menghantui Indonesia. Proxy war melalui narkoba mengancam sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia. Masa depan generasi penerus bangsa terancam oleh maraknya peredaran gelap narkoba dan rayuan para bandar dan pengedar narkoba. Kondisi geografis Indonesia yang terbuka menjadi tantangan tersendiri dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Terbukanya wilayah Indonesia melalui garis pantai menjadi pintu masuk yang sangat potensial bagi para penyelundup dan pengedar barang haram tersebut.

Melihat semakin maraknya peredaran gelap narkoba di Indonesia dan dampak negatif dimasa yang mendatang akibat penyalahgunaan narkoba, maka perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen, termasuk masyarakat. Kewajiban masyarakat dalam mendukung upaya P4GN sebenarnya telah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 104 yang berbunyi masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotika.

Upaya yang dapat dilakukan di lingkungan masyarakat dalam perang melawan narkoba yaitu melalui strategi demand reduction. Strategi demand reduction yaitu upaya dengan tindakan preventif guna memberikan kekebalan kepada masyarakat agar masyarakat imun terhadap penyalahgunaan narkoba. Strategi demand reduction ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. Apabila masyarakat telah memiliki imunitas terhadap narkoba, maka tidak akan ada lagi permintaan (demand) akan barang haram ini dan pada akhirnya permintaan (supply) akan hilang karena tidak laku.

Strategi demand reduction dapat dilakukan melalui keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan narkoba kepada anak. Orang tua berperan dalam mengawasi dan mendidik anak agar selalui menjauhi penyalahgunaan narkoba. Keluarga merupakan wadah utama dalam proses sosialisasi anak menuju kepribadian yang tangguh dan dewasa. Keluarga yang sejahtera dengan penuh kasih sayang, dimana anak-anak dapat tumbuh dan berkembang baik secara fisik, mental maupun sosial secara optimal sebenarnya telah melaksanakan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba, tetapi itu saja belum cukup. Anak yang tumbuh dengan rasa aman serta diberikan kesempatan untuk menyatakan perasaan dan mengeluarkan pendapat serta dididik untuk mengambil keputusan yang bijaksana, kemungkinan tidak akan menyalahgunakan narkoba.

Baca juga :   PN Ambon Sita Eksekusi Terhadap 21 Aset Unidar Di Tulehu Yang Di Kelolah Yayasan Pendidikan Darussalam

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2018 menunjukkan bahwa salah satu alasan penyalahguna narkoba mengonsumsi narkoba untuk pertama kali karena alasan stres akibat masalah keluarga (2,0%). Walau angka tersebut tidak terlalu signifikan, keluarga tetap berperan penting dalam memberikan penguatan untuk melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Dalam mendidik dan membesarkan anak, orang tua diharapkan bisa dijadikan panutan oleh anak. Orang tua sebaiknya memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari secara tepat, berlaku jujur dan mau mengakui kelemahan serta kekurangan tanpa harus kehilangan wibawa. Orang tua juga dituntut untuk bisa membantu anak mengatasi masalah yang dihadapi. Hal ini dapat dilakukan dengan membiasakan anak untuk selalu berterus terang dengan orang tua dalam mengemukakan masalahnya serta menjadi pendengar yang baik bagi anak. Dengan tindakan tersebut anak akan merasa aman dan dihargai sehingga dapat meminimalisir kemungkinan anak mencari “pelarian” saat menghadapi sebuah masalah.

Selanjutnya orang tua dapat secara aktif memberikan informasi tentang narkoba, menyadarkan anak bahwa penyalahgunaan narkoba tidak sesuai dengan nilai, norma yang berlaku dalam agama dan masyarakat. Selain itu, anak juga diberikan pemahaman mengenai dampak buruk penyalahgunaan narkoba, seperti penyakit akibat menyalahgunakan narkoba, putus sekolah, tidak dapat bekerja dengan baik, terlibat tindak pidana, mengganggu ketertiban umum hingga vonis penjara dan kematian akibat overdosis.
Selain itu, orang tua juga dapat melakukan pencegahan dengan mengembangkan tradisi keluarga dalam nilai-nilai agama. Membiasakan anak menunaikan ibadah dan berdoa bersama. Anak-anak yang telah dibentengi dengan nilai agama akan senantiasa berpegang teguh untuk mengimplementasikan ajaran-ajaran agama dengan baik dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak akan mudah tergiur untuk melakukan hal-hal menyimpang.

Pencegahan penyalahgunaan narkoba dari keluarga dilakukan untuk memastikan perkembangan anak berlangsung secara sehat dan aman agar dapat mewujudkan bakat dan potensi anak. Dengan menciptakan keluarga yang harmonis dan menerapkan pola asuh anak yang baik dan bijaksana, dapat terbentuk perlindungan dan strategi dalam upaya melindungi generasi penerus bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Menyikapi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang semakin marak di Indonesia, sudah sewajarnya masyarakat, khususnya keluarga, ikut berperan aktif dalam mengatasi permasalahan narkoba. Mari selamatkan keluarga dan orang-orang yang kita sayangi dari bahaya barang haram tersebut. Ciptakan masyarakat yang sehat, hebat, kuat dalam mewujudkan Indonesia bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Oleh : Uswatun Hasana SKM

About admin

Check Also

Gebernur Maluku,Pemerintah Targetkan Tahun 2025 Sampah Plastik Berkurang 75 Persen

AMBON,N25NEWS.com-Gubernur Maluku,Irjen Pol.Drs.Murad Ismail mengatakan pemerintah melalui Dirjen Perhubungan Laut telah menargetkan di tahun 2025 …