Menepis Isu Miring GARDA: Intlektual dan Idealisme Itu Mahal Untuk Di Gadaikan

NAMLEA,N25NEWS.com-Gerakan Pemuda Buru Selatan Jakarta kembali menggelar Konfrensi Pers di Aula Universitas Ibnu Chaldun, Komplek Rawamangun Jakarta Timur Minggu, 19/7/2020. Konfrensi Pers yang dilakukan Garda guna untuk mengklarifikasi terkait seruan isu yang berkembang tentang gerakan yang dilakukan Pemuda Buru Selatan Jakarta ada pihak – pihak lain yang menunggangi (Donatur) gerakan tersebut.

Isu tersebut langsung di bantah oleh Penasehat Hukum (PH) Garda, Rahmat Mony, SH. Dalam kesempatan itu Mony, Menegaskan terkait isu yang beredar diluar sana tentang Gerakan Pemuda Buru Selatan Jakarta, bahwa gerakan yang dilakukan Garda di depan Gedung Komisi Pemberantas Korupsi ( KPK ) hanyalah nilai pragmatis atau ada yang di tunggangi.

“Itu semua tidak benar karena aksi yang dilakukan Garda tanpa di interfensi atau kompromi dengan Politik jahat atau kepentingan pihak manapun karna biaya dalam Gerakan terdepan Pemuda Buru Selatan Jakarta melalui patungan dari teman – teman gerakan. Olehnya itu sekali lagi kami sampaikan bahwa Garda selalu terdepan untuk kepentingan publik buru selatan,” tegas mony

Selain itu, Lanjutnya, dalam gerakan ini ada kelompok yang suka dan tidak suka otomatis yang tidak suka akan membangun eforia dan opini yang miring melalui kekuasan terkait aksi garda, tetapi itu adalah hal yang biasa

” Garda mendatangi gedung KPK atau instansi pemerintah lainya, itu tidak lain hanyalah menginginkan kemajuan Kabupaten Buru Selatan dengan kekuatan semangat perubahan yang tinggi, lalu yang menjadi pertanyaan kenapa di setiap pergerakan Garda ada pihak – pihak tertentu yang sengaja menginterfensi gerakan kami apa mungkin merasa ketakutan,” tandasnya

Kemudian Dikatakannya, Yang lebih parah lagi oknum – oknum yang hari ini mendekatkan diri dengan kekuasan di Buru Selatan sengaja menebar fitnah lewat sosial media bahwa gerakan Garda karna di tunggangi Ratusan Juta Rupiah dari orang orang tertentu, isu seperti ini terlalu jorok untuk dijadikan mainan publik “Saya mau katakan untuk saudara saudara ku, intlektual dan idealisme seorang pemuda pejuang untuk perubahan negeri itu mahal untuk di gadaikan.

Kekayaan yang hakiki adalah kekayaan intlektual bukan materi karna intlektual adalah kekayaan yang abadi kita tidak bisa di beli dan tidak bisa di setir oleh kelompok yang mengabadikan materi karna perjuangan Garda murni hanyalah menginginkan perubahan dan kemajuan negeri,” ungkap pengacara muda itu di Aula Gedung Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Timur siang tadi.

Repoter : Kiswan

Editor : Redaksi

Check Also

Usai Virtual Menkumham 52 Orang Warga Binaan Lapas Kelas-3 Namlea di Beri Jatah Remisi Umum

NAMLEA,N25NEWS.com – Dalam rangka memperingati hari sakti kemerdekaan Repoblik Indonesia yang ke-75 Tahun. Lapas kelas …