Mengawali 2020, BNPB Gelar Lokalatih Destana Di Hotel Astoria Mataram

LOMBOK- N25NEWS.com -Kegiatan Lokalatih Fasilitator Destana (Desa Tangguh Bencana) diadakan pada Jumat, (17/01/2020) di Hotel Astoria Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diinisiasi Direktorat Kesiapsiagaan BNPB bersama Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (Konsepsi) Caritas Germany dan BPBD Provinsi NTB.

Puluhan peserta yang hadir merupakan perwakilan dari BPBD Kabupaten di Prov. NTB seperti Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah dan juga Perwakilan Aparat Desa Air Berik Lombok Tengah, Perwakilan Aparat Desa Akar-Akar Kab. Lombok Utara, Perwakilan Aparat Desa Obel-Obel Lombok Timur, Perwakilan Aparat Desa Delangsar Lombok Barat.

Memasuki Hari ketiga Kegiatan Lokalatih Direktur Kesiapsiagaan BNPB Johny Sumbung membawakan Materi “PENGUATAN KETANGGUHAN MASYARAKAT MELALUI DESA/KELURAHAN TANGGUH BENCANA” sekaligus meresmikan acara.
Pengertian bencana, jenis-jenis dan Karakteristik, berikut juga tatacara mitigasi dan penanggulangannya dideskripsikan dengan lugas oleh Direktur. “Ancaman bencana alam adalah peristiwa alam yang terjadi berulang mulai dari jutaan bahkan milyar tahun yang lalu, bersifat siklikal dan ancaman bencana tidak akan menjadi bencana kalau kita mampu mengurangi risikonya” terang Johny.
Kemudian ditambahkan pula bahwa bencana merupakan urusan bersama, tidak hanya Pemerintah melainkan juga masyarakat, sebab itu diperlukannya para fasilitator yang berkompeten pada tingkat Desa guna memfasilitasi proses Desa Tangguh Bencana (DESTANA) untuk menguatkan kesadaran dan kemampuan masyararat dalam membangun kesiapsiagaan agar masyarakat mampu mengenali ancaman bencana di daerahnya, mengurangi risikonya dan memiliki kemampuan untuk merespon ketika sewaktu-waktu bencana datang serta memiliki kapasitas untuk melakukan pemulihan setelah terjadi bencana.

“Prinsip-prinsip DESTANA berdasarkan PERKA BNPB No. 1/2012 merupakan dasar bagi para Fasilitator dalam Mengemban Tugas Kemanusiaan, antara lain adalah Bencana adalah urusan bersama, Berbasis PRB, Pemenuhan hak masyarakat, Masyarakat menjadi pelaku utama. Mengutip bahasa latin dari Marcus Tullius Cicero yaitu “Salus Populi Suprema Lex Esto yang berarti Keselamatan Masyarakat adalah Hukum Tertinggi” pungkas Johny.

Kegiatan lokalatih dilanjutkan sesi Tanya jawab diikuti oleh peserta yang begitu antusias. Disamping itu kegiatan Pendampingan Kegiatan Pembuatan Alur Sistem Peringatan Dini dan Peta jalur Evakuasi juga merupakan bagian dari agenda lokalatih untuk lebih meningkatkan ketrampilan peserta.
Pada malam hari, para Peserta diberi keluangan waktu untuk berdiskusi terhadap hasil Rancangan Peta jalur Evakuasi yang telah dibuat dan membahas Karakteristik Bencana di masing-masing Desa mereka.

Reporter :Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Check Also

Lewat Rakor, Pemprov – Kemenag Percepat Tahun 2020 Maluku Jadi Embarkasi Haji

AMBON,N25NEWS.com -Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama Kementerian Agama (Kemenag) Maluku untuk mempercepat terwujudnya …