Home / Opini / sejarah & Legenda / Mengenal Urimessing Negeri Adat di Jazirah Leitimur-Pulau Ambon oleh : Aris Wuarbanaran

Mengenal Urimessing Negeri Adat di Jazirah Leitimur-Pulau Ambon oleh : Aris Wuarbanaran

N25NEWS.COM – Kepercayaan kepada ILAH yang mereka sebut NITU berkembang di negeri Urimesing.Pada waktu kedatangan bangsa Portugis permulaan abad ke 16 di Maluku,adalah Fransiskus Xaverius membawa masuk agama Katolik,Katolik tidak bertahan lama sebab kedatangan bangsa Belanda juga membawa agama Kristen Protestan, pengaruh Protugis berakhir dengan di serakannya benteng kota Laha kepada Belanda.

Agama Protestan berkembang dan hidup bersama kepercayaan kepada ILA NITU.Baileo adalah tempat pertemuan penduduk dengan pemimpin negeri,tokoh adat,dan sekaligus melakukan ibadah,perjamuan kepada ilah mereka.Disamping Baileo ada sebuah batu yang dianggap keramat/pamali batu tersebut merupakan tempat pemujaan yang disebut Batu Baileo.

Setelah agama Katolik,kemudian agama Protestan menjadi keyakinan penduduk banyak mata rumah berubah marga seperti Tisera,Parera,Andries,Alfons,de Fretes,Muskitta,Frans dll.Dala struktur pemerintahan negeri Urimessing dibawah seorang Raja dengan gelar “Orang Kaya” sedangkan dalam struktur GPM Urimessing 4 jemaat setelah Tuni menjadi jemaat berdiri sendiri.

Urimessing terkenal dengan sumber air minum yang menyuplai air ke Kota Ambon yang bernama Air Keluar yang dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1933,kini air terseut dikelola oleh Perusahan Daerah (PDAM).Ada juga sebuah goa yang bernama “Liang Ekang” yang ada sejak masa penjajahan Jepang.

Ada juga kota lama Nanahu dan Wairurung,di puncak Nanahu negeri tua terdapat sebuah mata air/sumur kecil yang bernama “Air Gindi” Gindi dipakai oleh nenek moyang Urimessing,menurut penuturan orang tua-tua air tersebut tidak pernah habis atau kering walau dipakai oleh banyak orang.Urimessing memiliki 5 labuan yaitu Seri,Waiila,Rupang dan Iang.

Urimessing terkenal pula sebuah legenda yang dikenal dengan “Nene Luhu” yang memiliki hubungan cerita dengan adat Soya,pela negeri Urimessing.Menurut cerita Nene Luhu punya tempat mandi dan beristirahat di puncak Talaga Raja (Danau milik Raja),wilayah kusu-kusu sereh.Nene Luhu kalau sedang mandi atau istirahat biasanya ditandai dengan hujan panas sesaat.

Menurut sejarah negeri Soya Nene Luhu adalah putri bungsu dari raja tua negeri Soya yang berasal dari Mojopahit yang bernama Mas Sultan Lalu Inang Mojowat (Mojopai yang dikenal dengan nama “Latu Silimau “ ia mempunyai 7 putra dan seorang putrid bernama Sapel Pattimahu Upu Lu’u Warus Marah Lessy). Orang Ambon memanggilnya sebagai Nene Luhu.

(Sumber : Lourens Palyama)

About admin

Check Also

Nyata, Keganasan Garuda Di Pulau Buru Jadi Simbol Negara

N25NEWS.COM – Sejak duduk di bangku sekolah, baik Sekolah Dasar maupun Menengah, apa yang kemudian …