Home / Kab.SBB / Mengintip ! Proyek Revitalisasi Pasar Tradisional Desa Waimital diNilai Kontroversial Dan Tak Sesuai Ketentuan.
ilustarsi pasar tradisional

Mengintip ! Proyek Revitalisasi Pasar Tradisional Desa Waimital diNilai Kontroversial Dan Tak Sesuai Ketentuan.

SBB,N25NEWS.COM – Mengintip proyek revitalisasi pasar tradisional Desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat yang penuh dengan kontroversial bagi pemuda setempat dan menyayangkan sikap BPD yang terkesan tidak peduli dengan aspirasi pemuda Desa Waimital.

Terlepas dari kebutuhan akan hadirnya pasar yang higienis dan layak ternyata proses pembangunan pasar tersebut sempat dinilai kontroversial bagi pemuda Desa Waimital di awal agustus lalu yang dinilai sepihak yang dilakukan oleh Pejabat dan BPD setempat

Terkait proses tukar guling yang dinilai tidak sesuai prosedur yang dilakukan oleh penjabat kepala desa saat itu, pemuda desa yang membentuk forum komunikasi rembug pemuda yang di ketuai oleh Sudiro dan sekretaris M.Saleh sempat menyampaikan protes kepada pihak BPD waimital ketika melakukan audient dengan BPD sebagai representasi Masyarakat desa.

Dalam pertemuan saat itu yang di hadiri kurang lebih 60 pemuda menyampaikan bahwa pada prinsipnya pemuda sangat mendukung terhadap semua pembangunan yang di lakukan oleh pemerintah, namun tentunya harus juga mengedepankan mekanisme dan ketentuan perundang – Undangan yang berlaku tidak asal membangun saja.

Adapun hal- hal yang dinilai tidak sesuai ketentuan adalah sebagai berikut sebagaimana yang diserahkan kepada BPD secara tertulis.

Yang pertama bahwa penjabat selaku pemegang kuasa terhadap pengelolaan aset desa yang melakukan tukar guling ternyata masa jabatanya telah berakhir dan belum di perpanjang yang artinya tidak boleh mengambil keputusan.

Kedua bahwa tukar guling aset desa sebagaimana sesuai permendagri harus melalui tahapan – tahapan  dan proses yang panjang di antaranya melakukan musdes yang harus diikuti oleh komponen masyarakat diantaranya tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh pemuda dan sebagainya,  tim kajian, dan yang terakhir harus mendapat persetujuan gubernur, tapi ini tidak dilakukan.

Ketiga forum komunikasi rembug pemuda desa waimital mendesak agar sementara proyek ini di hentikan sampai ada keputusan yang jelas, dan paling lambat forum memberi waktu 3 hari sejak tanggal pertemuan, tapi ternyata sampai masuk bulan berikut belum juga ada jawaban dan pembangunan masih berjalan.

Salah satu pemuda Desa Waimital Kecamatan Kairatu Kepada N25NEWS,com Sabtu 1/9/2018 yang enggan namanya dipublikasikan diungkapkan dirinya sangat menyayangkan sikap BPD yang terkesan tidak peduli dengan aspirasi pemuda Desa Waimital sehingga menimbulkan kontroversial soal proyek revitalisasi pasar tradisional yang saat ini dibangun.

Dirinya berharap semoga ada lembaga berwenang yang bisa menjawab dan kalau ini adalah sebuah pelanggaran agar dapat di tindak dengan tegas karena menyangkut hajat hidup masyarakat desa yaitu aset desa yang sudah di atur oleh menteri tentang pengelolaanya ” Jelas harapnya.

Oleh : Suneth

About admin

Check Also

Soal Pembangunan Rumdis DPRD SBB, Rotasouw Memilih Prioritaskan Kepentingan Rakyat

PIRU,N25NEWS.COM  –  Pembangunan Rumah Dinas (Rumdis) untuk pimpinan maupun anggota  DPRD Kabupaten SBB, meskipun dinilai …