MHH Ajak Masyarakat SSB Perangi Covid-19

AMBON,N25NEWS.com- Anggota DPRD Provinsi Maluku,M Hatta Hehanussa (MHH) mengajak seluruh masyarakat di Pulau Seram terutama di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) untuk bersama-sama memerangi virus corona atau Covid-19,yang telah menjangkiti seluruh Negara secara global.

“Butuh kolaborasi multi-sektor untuk mengatasi memerangi Covid-19 dan upaya ini bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan saja, akan tetapi juga tanggung jawab semua komponenen masyarakat dan ikuti himbauan pemerintah sebab cara itulah senjata yan paling ampuh,”kata MHH ketika berkunjung ke Kecamatan Taniwel,selasa (19/5/2020).

Adapun,menurut MHH,beberapa pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh,maka sudah barang tentu masyarakat janganlah takut secara berlebihan,apalagi membuat gerakan-gerakan tambahan,namun yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mengikuti anjuran pemerintah.Dengan demikian otomatis secara tidak langsung telah memutuskan mata rantai virus berbahaya ini.

“Saat ini masyarakat harus mematuhi dan melaksanakan semua himbauan pemerintahdan jika ada warga yang datang dari luar termasuk kota Ambon kesini (pulau Seram), kita akan terima tetapi dengan catatan harus mematuhi anjuran Pemerintah, terutama karantina, pakai masker dan lainya,”jelas MHH.

Selain mengajak masyarakat untuk memerangi Covid-19, politisi asal dapil kabupaten Saka Mese Nusa itu juga membagikan ribuan masker,”Hampir setiap kali kita kunjungi desa atau dusun selalu kita bagikan masker, karena itu adalah satu cara untuk melawan Covid-19″,ujarnya.

Bukan saja alat pelindung diri (APD) Wakil Ketua Komisi III juga membagikan ratusan paket sembako bagi fakir miskin, janda, anak yatim, piatu maupun warga lainya.

” Tugas DPRD bukan hanya untuk membagikan sembako, tetapi ini karena ada sedikit rezeki, sekaligus silaturahmi bersama warga dan kita juga membantu mereka ditengah wabah Covid-19  ini,”tandas MHH.

Penulis Mohammat Nurlette

 

 

 

 

Anggota Legislatif ( Aleg). DPRD provinsi Maluku, M Hatta Hehanussa (MHH) mengajak masyarakat, dipulau seram utamanya Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), untuk memerangi penyebaran pandemik (Covid-19).

MHH mengatakan bahwa, Covid-19  bukanlah hal yang perlu untuk ditakuti secara berlebihan, sebab hal itu bisa dicegah dengan cara penerapan physical distancing, dan selalu gunakan masker. “Yang terjadi saat inikan ada pasien positif (Covid-19), yang sembuh jadi tidak perlu untuk ditakuti secara berlebihan, apalagi membuat gerakan-gerakan tambahan.

yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita dapat menerapkan jaga Jarak, selalu Pakai Masker, dan Karatina diri, Kata dia,”saat bertandang  di Kecamatan Taniwel, Selasa -19/5/2020.

Menurutnya, saat ini masyarakat harus Mematuhi dan Melaksanakan “Jika ada Warga yang datang dari luar termasuk kota Ambon kesini (pulau Seram), kita akan terima tetapi dengan catatan harus mematuhi anjuran Pemerintah, terutama karantina, pakai masker dan lainya,” paparnya.

Selain mengajak masyarakat untuk memerangi Covid-19, politisi asal dapil kabupaten Saka Mese Nusa itu juga membagikan ribuan masker.

” Hampir setiap kali kita kunjungi desa atau dusun selalu kita bagikan masker, karena itu adalah satu cara untuk melawan Covid-19″, kata dia.

Bukan saja alat pelindung diri, wakil ketua komisi III juga membagikan ratusan paket sembako bagi fakir miskin, janda, anak yatim, piatu maupun warga lainya.

” Tugas DPRD bukan hanya untuk membagikan sembako, tetapi ini karena ada sedikit rezeki, sekaligus silaturahmi bersama warga, dan kita juga membantu mereka ditengah wabah Covid-19  ini,” kuncinya.

Penulis Mohammat Nurlette

 

Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari menyerukan kepada seluruh komponen bangsa untuk bersama–sama memerangi Covid-19 dan mengeliminasi penyakit TBC di Indonesia. Hal tersebut dikatakannya dalam rangka memperingati Hari Tuberculosis (TBC) sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret.

“Butuh kolaborasi multi-sektor untuk mengatasi memerangi Covid-19 dan mengeleminasi TBC. Upaya ini bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan saja, akan tetapi juga tanggung jawab masyarakat sipil dan pemerintah di semua sektor, seperti sektor keuangan, perumahan, tenaga kerja, urusan dalam negeri, pemberdayaan desa, perencanaan pembangunan, transportasi, serta hukum dan hak asasi manusia,” ungkapnya melalui rilisnya, Selasa (24/3/2020).

Di tengah pemerintah sibuk mengatasi bencana Covid-19, legislator Fraksi Partai Gerindra itu juga mengingatkan agar pemerintah tetap memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan khususnya untuk pengobatan TBC, layanan konsultasi, dan upaya pencegahan TBC tetap dapat berjalan dengan baik.

“Kita memang sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang sangat serius, akan tetapi pemerintah juga jangan sampai abai dengan penyakit–penyakit lainnya khususnya TBC yang juga menyebabkan tingginya angka perawatan dan kematian di Indonesia”, ujar politisi dapil Jawa barat VII ini.

Sejauh ini menurutnya, sebagian masyarakat masih kesulitan dalam mengakses kesediaan obat, sehingga alokasi anggaran untuk penanganan TBC juga harus ditingkatkan. Sebab tantangan terhadap Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR TB) dan TB laten sangat besar di negeri ini.

Putih juga menegaskan, mencapai eliminasi TBC 2030 tidaklah mudah, apalagi jika muncul penyakit menular baru seperti Covid-19 yang semakin membebani sistem kesehatan. Upaya promotif dan preventif perlu dilakukan secara sinergi dan prioritas.

Ia juga menyoroti pentingnya aspek regulasi penanggulangan TBC di Indonesia. Ia mendorong agar Perpres mengenai upaya penanggulangan TBC yang melibatkan lintas sektor bisa segera ditetapkan sehingga menjadi landasan yang kuat dalam upaya penanggulangan TBC di Indonesia.

Saat ini Indonesia sedang menghadapi beberapa pandemi yang berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia, dua diantaranya adalah Pandemi Covid-19 dan TBC. Penyakit TBC telah lama ditetapkan sebagai pandemi, belum lama ini Badan Kesehatan Dunia atau WHO juga menetapkan Covid-19 sebagai pandemi.

Status ini ditetapkan menyusul dampak penyakit yang tak hanya pada kesehatan tapi juga ke berbagai sektor. Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Data menunjukkan, hingga senin 23 Maret 2020 terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 686 orang, dengan 30 sembuh dan 55 orang meninggal dunia.  (Mhd)

 

Check Also

Ketua DPRD Buru Ketegangan Antara Legislatif & Eksekutif Telah Usai

NAMLEA,N25NEWS.com – Ditengah – tengah menuai bencana non alam Covid-19 berbagai perselisihan sering terjadi antara …