Natal Kemenag Maluku Bawa Pesan Persahabatan Untuk Indonesia

AMBON,N25NEWS.com – Perayaan Natal 2019 digelar Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku dengan membawa tema: “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang (Yohanes 15: 14-15)”.

Perayaan natal dimulai dari pembakaran lilin natal oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kemenag RI, Thomas Pentury, dilanjutkan nyanyian lagu pujian kepada Yesus Kristus yang dilantunkan para ASN Bimas Kristen Kanwil Kemenag Maluku.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Maluku, Fesal Musaad menilai tema tersebut mengandung spirit bahwa manusia hidup dalam bingkai kehidupan agama, serta menghubungkan yang terputus, mempersatukan keagamaan, kebangsaan dan kemanusiaan.

“Ini tepat, dimanaa saat ini semua prihatin masih banyak tragedi kemanusiaan yang melanda negeri ini,” kata Kakanwil dalam acara natal Kanwil Kemenag Maluku di Hotel Pasific Ambon, Jumat (6/12) malam.

Kakanwil mengatakan, pesan persahabatan ini sekaligus mendorong para tokoh agama yang memiliki urgensi dalam menyuarakan pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian.

“Tokoh agama maupun penyuluh agama adalah rujukan atau tempat dimana orang bertanya tentabg permasalahan agama,” jelas Kakanwil.

Hidup sebagai seorang sahabat bagi semua orang yang ditegaskan dalam Surat Yohanes tersebut juga dinilai tidak sebatas persoalan personal. Kakanwil menegaskan, ini menyangkut kemanusiaan. “Sahabat disini bukan sahabat secara iman, tapi sahabat sesama manusia,” cetusnya.

Melalui natal, Kakanwil mengajak seluruh umat beragama agar terus meneguhkan pentingnya bijak menyikapi perbedaan “Saya mengajak semuanya, lebih khusus lagi ASN untuk berpartisipasi aktif menciptakan suasana damai dan pro aktif mendukung pembangunan Indonesia maju,” ajaknya.

Natal menurut Kakanwil, tidak hanya nyanyian semata, tetapi perlu diterjemahkan untuk memahami pentingnya luhurnya keragaman,” tandasnya.

Senada dengan itu, Pdt. Jhon Ruhulessin menjelaskan, makna peristiwa keagamaan umat Kristiani adalah mendatangkan dan mengajarkan keselamatan bagi umat manusia, dan itu sejatinya karakter umat.

Keselamatan datang menjumpai manusia di dalam Agama Kristen,” terang Pdt John.

Dijelaskan Pdt John, Yesus datang pertama kali tidak di dalam gereja, tetapi dalam kehidupan publik, dan di tengah kehidupan sosial. Bahkan, datang di Padang (kandang) pada tempat yang terisolasi, di ruang publik dan ruang sosial.

“Dalam Alkitab, dia (Yesus) datang kepada gembala, bukan kepada para pendeta, atau tokoh agama, bahkan tidak pada politisi. Yesus datang dengan para sahabat dan orang-orang kecil,” tambah Pdt John.

Pdt John juga menjelaskan bahwa para gembala itu adalah rakyat jelata, Yesus hadir dan bersahabat dengan mereka yang terabaikan dari realitas sosial. Kenapa? Karena mereka tidak layak menjumpai Yesus, lalu Yesus datang menjumpai mereka, dalam rutinitasnya, bukan di gereja.

“Religius itu bukan di gereja saja, tapi di dalam realitas publik. Di ruang publik yang menantikan ke-kudus-an kita, kita mesti kudus di antara realitas sosial,” kata Pdt John.

Di era digital sekarang ini, banyak orang takut dengan realitas sosial, takut akan hari esok. Bahkan, banyak orang bisa merekayasa kematian untuk dapat bertahan hidup. Di sinilah agama menjadi terancam. Oleh karena itu, Pdt John mengajak seluruh umat Kristiani untuk dapat menghayati kebesaran Tuhan dalam seluruh keterbatasan kehidupan.

“Agama itu memberi pengharapan kepada manusia, optimism. Para gembala dipulihkan menjadi manusia, menjadi sahabat bagi semua orang. Kita mengasihi, bukan karena supaya dia mengasihi. Kita mengasihi meskipun dia lawan atau musuh. Menjadi sahabat itu lintas persaudaraan. Karena di situlah keniscayaan dan persahabatan sejati,” papar Pdt John.

Bagi Pdt John, seluruh penyuluh agama adalah pembawa damai dan kesejahteraan untuk orang banyak. Dan itu menjadi misi utama Kementerian Agama. Mati kita jalin persahabatan, itulah keselamatan bagi kita semua.

Tampak hadir dalam perayaan ibadah Syukur Natal tahun 2019 ini, ini Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Fesal Musaad dan Keluarga Besar Kanwil Kemenag Provinsi Maluku.(Zamhir)

Selamat Natal 2019 dan Tahun baru 2020!

Editor : Redaksi

 

Check Also

BPC HIPMI Kota Ambon Serahkan Satu Hewan Qurban Ke Pengurus Mesjid Nurunnisa

AMBON,N25NEWS.com-Sebagai wujud toleransi terhadap umat beragama di Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah tahun 2020,Badan …