Nilai Ekonomi Hasil Temuan Pengawasan BPOM Ambon Capai 3,814 Milyar

AMBON,N25NEWS.com-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM),di Ambon menaksir nilai ekonomi hasil pengawasan tahun 2019 mencapai Rp.3,814 milyar.

Menurut,Kepala BPOM di Ambon ,Hariani.Apt,angka tersebut diperolah dari hasil pengawasan tahun 2019 di 117 sarana produksi baik obat tradisional,kosmetik maupun pangan rumahan atau home industri.

Selain itu dari hasil pengawasan tahun 2019 kemarin,untuk sarana produksi hanya 45 persen yang memenuhi ketentuan dan yang paling banyak tidak memenuhi ketentuan yaitu soal   higenis sanitasi.

Selain itu untuk distribusi kata Hariani, yaitu distribusi pangan,kosmetik,obat tradisional di lakukan pengawasan terhadap   694 sarana,di temukan 64 persen telah memenuhi ketentuan.

Lanjut Hariani,untuk sarana pelayanan kesehatan yaitu rumah sakit,apotik,toko obat dan gudang farmasi kita untuk 380 sarana ditemukan  34 persen yang sudah memenuhi ketentuan.

“Adapun yang tidak memenuhi ketentuan di pelayanan tersebut yaitu ada barang-barang expayer, administrasinya tidak bagus,”tandasnya.

Untuk  sertifikasi  kata Kepala Bpom Ambon sudah  ada 10 yang telah diselesaikan,satu lagi masih dalam proses,sehingga kalau di Maluku ada 11 PBF yaitu Pedagang Besar Farmasi.

Sehingga di anjurkan  hal semua PBF dalam hal ini distribusi obat sudah wajib sertifikasi CDOB.

Sementara itu,BPOM di Ambon dalam tahun 2019 kemarin dalam pelayanan kepada masyarakat selalu mempunyai target yaitu beberpa layanan produksi dan beberapa layanan distribusi serta beberapa KIE yang dilakukan dan ada juga sesuai dengan keperluan dilapangan.

Terkait Pendampingan terhadap UMKM Hariani menjelaskan,pendampingannya masih jalan terus,sementara 2019 kemarin sudah ada empat yang kita upgreat yang tadinya home industri,sekarang punya registrasi MD yaitu sudah jadi produk nasional.

Sementara untuk penindakan pada 2019 Bpom Ambon tangani 24 kasus dengan 6 yang menjadi perkara,4 sudah masuk tahap 2 dan 2 sudah ada keputusan.

Adapun nilai ekonomi dari hasil pengawasan 2019 kemarin khusus untuk komoditi obat,jumlahnya 256 item dengan kemasannya 49.633,nilai ekonominya mencapai 2,66 milyar.
Sedangkan untuk kosmetika temuan 2.271 item,dengan kemasannya 24.655 nilai ekonominya mencapai 584 juta,untuk obat tradisional di temukan 36 item,dengan 80 kemasan bernilai ekonomi Rp 10,990 juta,sementara untuk pangan ditemukan 594 item,dengan 83.455 kemasan nilai ekonominya 292 juta.

Sedangkan untuk kode intenvikasi di temukan 81 item,dengan 3.887 kemasan nilai ekonominya 14 juta dan untuk intenvikasi Idul Fitri di bulan Mei 2019 di temukan 144 item,dengan 13.600 kemasan nilai ekonominya 245 juta.

Sementara itu untuk diketahui juga kata Kepala Bpom Ambon,terkait penindakan  6 perkara nilai ekonominya 183 juta.

Editor : Aris Wuarbanaran

Check Also

Sosialisasi  Strategi Meraih  WBK/WBBM Balai POM Di Ambon

AMBON,N25NEWS.com -WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) merupakan predikat yang …