Nilai Kontrak 4,9 M,Untuk Pembangunan Jalan Romean Sofyanin Mangkrak

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Proyek pembangunan jalan dari desa Romean ke desa Sofyanin Kecamatan Fordata Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT),yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pada APBD tahun 2019,dengan nilai kontrak 4,9 milyar,yang ditangani oleh PT.Putra Tanimbar Sejahtera (PTS) mangkrak dan mulai tercium aroma ketidakberesan pada tender tersebut.

Adapun,Salverius Goo yang merupakan Direktur Utama dari PT.PTS,diketahui merupakan salah satu kroni dekat dari pemda KKT ini,telah banyak menguasai berbagai proyek dengan nilai tendernya yang sangat fantastis dan salah satunya adalah proyek jalan Romean Sofyanin.

PT.PTS menangani proyek itu dengan No.kontrak,762/36.1/Kontrak/Pem.Jl.Romean-Sofyanin/(LAPEN)/DAK/2019,namun hingga kini proyek tersebut tidak selesai dikerjakaan hingga 31 Desember 2019,padahal pekerjaan pengaspalan (Lapen) baru 5 persen,sedangkan anggaran telah cair sekitar 60 persen,diduga ada manupulasi dalam berita acara pembayaran (fiktif) bobot volume pekerjaan.

Akibatnya,proyek tersebut mengalami mangkrak.Selain itu,kondisi riil dilapangan menunjukan kontraktor hanya mengulur-ulurkan waktu (tempo),tanpa memperdulikan progres pekerjaan,maka sudah barang tentu masyarakat 6 kampung di Pulau Fordata,sama sekali tidak merasakan manfaat dari pada jalan tersebut.

Sementara itu,reaksi keras datang dari kalangan,salah satunya tokoh muda Tanimbar Rully Aresyaman yang mengatakan,PT.PTS adalah perusahaan anak emas bagi Pemda KKT,pasalnya tender-tender milyaran selalu berada dalam genggaman perusahaan yang berdiri pada tahun 2018 ini hampir seluruh proyek di Tanimbar dikuasainya.

“Perusahaan ini merupakan anak emas,jadi selalu diprioritaskan sehingga menangani berbagai proyek seperti,proyek pembangunan talud dan penimbunan danau Rorulun (4,9 M),namun banyak juga proyek yang mangkrak,tetapi aneh bin ajaib masuk dalam kucuran anggaran 2020,”ungkap Aresyaman.

Selain itu,pada tahun 2019 lalu perusahaan ini kembali lagi mendapat durian runtuh yakni menangani proyek milyaran rupiah seperti,proyek pembangunan air bersih di desa Amdasa (2 M) dan proyek pembangunan jalan Romean Sofyanin yang di sebutkan diatas.

Lebih lanjut,Aresyaman mengatakan sangatlah naif jika pada paket fisik dalam DAK adalah janggal jika dimasukan dalam kucuran anggaran tahun berikutnya,sebab jika hal itu terjadi maka otomatis akan berbenturan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Olehnya proyek mangkrak tersebut telah dilaporkan ke Polres MTB.

“Kami telah melaporkan persoalan ini ke Polres MTB ,beberapa bulan lalu,sebab bagaimana mungkin DAK ada dalam kucuran DAK.Hal itu,sangat tidak mungkin,sebab hanya ada DAK yang dikucurkan mengenai keuangan,olehnya publik KKT patut menduga siapa aktor dibelakang kontraktor ini,”ujarnya.

Adapun,jika mengacu pada aturan sebebarnya,mestinya Pemda KKT harus melakukan pemutusan kontrak kerja dengan PT.PTS,karena telah lalai dalam menyelesaikan pekerjaan yang diberikan,namun sampai sekarang proyek tersebut masih tetap dikerjakan.Selain itu,DAK pun mestinya dikembalikan ke pusat apabila pekerjaannya tidak selesai dalam tahunanggaran berjalan.

Konspirasi yang mendatangkan kerugian bagi masyarakat KKT dan khususnya di Fordata,patut diduga ada praktek main mata dan kongkalikong antara Pemda KKT dengan perusahaan ini.Bahkan proyek jalan Romean Sofyanin tanpa melalui tahapan atau mekanisme pelelangan sebuah tender proyek.

“Untuk itu,saya berharap PT.PTS dan Pemda KKT janganlah menari-nari diatas penderitaan rakyat,sebab publik sudah muak dengan segala macam intrik dan sandiwara.Selain itu,publik juga sudah terlanjur curiga dengan adanya rekayasa laporan kemajuan fisik pekerjaan agar dana proyek tersebut tetap dicairkan dan dititipkan pada kas daerah,”tandasnya.

Editor      : Aris Wuarbanaran

Check Also

Bupati KKT Setuju BLT Supir Angkot Dibayarkan

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Petrus Fatlolon menerima puluhan supir angkutan kota (angkot) di Kota …