Breaking News

Nyaris Penjabat Tengah-Tengah Bohongin Pengungsi  Gempa M 6,8

AMBON,N25NEWS.com – Diketahui, lewat posko induk PT Wijaya karya (WIKA), BUMN, telah menyalurkan bantuan untuk pengungsi Maluku terdampak Gempa Magnitudo 6,8 SR, ahad 26 September kemarin. Sumbangan BUMN kali ini berupa terpal, tenda, selimut, dan sembako.

Upaya peduli Gempa yang melanda Maluku, kini berujung miris untuk Pengungsi di Negeri Tengah-Tengah, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). pada 2/10/1/2019. malam.

Pasalnya, dalam sembako tersebut ada sejumlah 50 karung beras berjenis Beras Kita, satu karung berkilogram 5, namun 14 karung diantaranya disembunyikan Penjabat Negeri Tengah-Tengah, Ahmad Maruapey, di rumah mertua Anwar Ohorella.

“Saya tidak tau, waktu diturunkan ‘beras’ dari mobil, dirumah mertua saya, itu saya baru usai mandi. Mereka panggil saya, dan berkata, ingat liat beras itu” kata Anwar kepada media ini.

Saat beras berhasil disembunyikan, tidak lama kemudian, Anwar memanggil dua temannya yakni, Salamat Tuharea dan Ali Maruapey, untuk mengambil gambar- gambar beras sebagai barang bukti kejahatan yang dilakukan Penjabat.

Tak hanya itu, Anwar juga menjelaskan, terkesan Ahmad, menyembunyikan sembako yang berupa beras itu, karena beras tersebut kelebihan. “Kata dia (Penjabat), beras ini kelebihan. beras lebih dari mananya” ungkapnya

Tidak tahan dengan tingkah laku kasar Ahmad yang mempersulitkan warga pengungsinya sendiri, satu teman Anwar, gerabangkan kejahatan Penjabat, dengan membawa beras tersebut, kepada pengusi yang nyaris dibohongi pagi tadi,

Alhasil perihal ini, Ahmad diberikan hadiah saat senja tiba kemarin. Hadiah tersebut, dari sejumlah warga pengungsi yang melakukan gelar aksih unjuk rasa dilapangan bola “Mowae”. Disela-sela menerima hadiah, dirinya juga nyaris dijotos.

Namun, Perihal Negeri yang dijuluki “Mowae” Ini, membuat sejumlah warga tidak menganggap Maruapey sebagai Penjabat lagi, walaupun dirinya belum pupus jabatan dari pihak-pihak tertentu.

Kepada wartawan, malam pukul 8:09 Wit, dirinya juga mengaku, sampai saat ini, tidak melihat Maruapey keluyuran di lokasi pengungsian.

Sejauh ini, dari 50 karung beras tersebut hanya baru satu karung yang dibagikan ke pengungsian. Sisa beras yang lain, masih diamankan warga sebagai barang bukti yang nanti akan berproses kepihak yang berwajib.

Tidak senada, warga yang tak mau dipublikasikan namanya dimedia ini, berikan statment yang masih ambiguitas untuk esok nanti akan ada aksih demonstrasi dilapangan Mowae untuk Penjabat. “Kemungkinan besok (3/10), warga demo” Ungkapnya.

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Gubernur Minta Porseni Jadi Ajang Pengembangan Prestasi

AMBON – Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) harus dijadikan sebagai proses pembinaan dan pengembangan prestasi …

×

N25NEWS.com