Breaking News

Pandangan GAMKI Terkait Perubahan Nomenklatur Kabupaten Malra

MALRA,N25NEWS.com -Melihat banyaknya respon atau tanggapan masyarakat hari ini (7/10) melalui media sosial Facebook, WhatsApp, Instagram,terkait Paripurna DPRD yang menyetujui tentang usulan perubahan nama kabupaten dari Maluku Tenggara menjadi Kabupaten Kepulauan Kei.

Hal ini membuat Ketua DPC GAMKI Maluku Tenggara Luther.T Rahajaan S.AP angkat bicara.

Menurutnya,ketika sebagian orang yang mempertanyakan soal nama tersebut, Iapun  yakin bahwa  itu adalah bentuk kecintaan mereka terhadap daerah ini.

“Namun usulan perubahan nomenklatur Malra menjadi Kepulauan Kei ini, jika Saya dengar dalam pernyataan Ketua DPRD Malra pada sambutan Bupati Maluku Tenggara tadi (7 /10) tentunya dengan merubah nama Kabupaten ini, tidak ada niat untuk merubah sejarah historis berdirinya Kabupaten Ini,”ungkap Rahajaan.

Tambahnya lagi,Pemerintah akan membuat monumen dan nama-nama jalan maupun lainya sebagai bentuk penghargaan dan cara untuk tetap mengenang dan mengingat mereka para pendiri Kabupaten ini.

Disisi Lain, kata Ketua DPC GAMKI Maluku Tenggara ini,Perubahan nomenklatur ini juga adalah bagian dari cara mempersiapkan dan menjemput Provinsi Tenggara Raya nanti dengan tidak meninggalkan Kei Besar yang juga adalah bagian dalam program prioritas Bupati dan Wakil Bupati.

“Perubahan nama Kabupaten Maluku Tenggara menjadi Kabupaten Kepulauan Kei secara resmi akan berubah ketika Presiden mengeluarkan peraturan Pemerintah tentang perubahan nama Kabupaten sehingga sebelum dikeluarkannya Peraturan Pemerintah maka nama Kabupaten Maluku Tenggara masih tetap berlaku,”tambah Rahajaan.

Selain itu sambung Luther Rahajaan,Persetujuan DPRD merupakan salah satu persyaratan dari beberapa persyaratan yang diatur dalam ketentuan Permendagri 30 Tahun 2012 untuk diusulkan kepada Gubernur untuk kemudian diusulkan kepada Menteri Dalam Negeri.

Baca juga :   Gala Desa 2019 Resmi di Tutup Bupati Malra

“Kami DPC GAMKI Maluku Tenggara tetap akan mengawal Pemerintahan, terlebih khususnya program prioritas yang didalamnya tertuang janji untuk mempercepat dan mendorong Kei Besar menuju daerah otonom baru,”ujar Rahajaan.

Lantas lanjut Rahajaan,apa yang menjadi keraguan ataupun pertanyaan dari beberapa pengguna media Sosial terkait posisi Kota Tual yang hari ini juga merupakan bagian dari Kei.

“Menurut Kami Kota Tual juga tetap menjadi bagian yang tidak bisa lepas pisahkan dengan Maluku Tenggara dari Kei atau Nuhu Evav Ini,kongkritnya Tual dalam julukan sebagai Kota MAREN Itu menjadi kebanggaan Kami masyarakat Kei yang ada di Maluku Tenggara, Padahal jika kita lihat bahwa Lantas MAREN adalah budaya masyarakat Kei secara keseluruhan yang didalamnya adalah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara,”ujarnya.

Tetapi dengan julukan Itu kata Rahajaan, dirinya Bangga, jadi kepada masyarakat agar kiranya dapat di pahami bersama bahwa perubahan nomenklatur Ini adalah rana atau konteks Pemerintahan.

“Jadi alangkah eloknya jangan kita campurkan masalah Pemerintahan dengan masalah lainnya,jadi menurut Kami (DPC GAMKI) bahwa membangun Kei, bukan terletak pada nama atau slogan saja, akan tetapi ada pada niat tulus dan kemauan,” ujar Luther Rahajaan.

Sehingga menurut dirinya Kabupaten Kepulauan Kei di usulkan ada makna postifnya juga agar menjemput UU Kepulauan yang sementara di godok.

Dirinyapun mengajak,marilah kita saling menghargai niat tulus Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.

Reporter : Pae Rahakbauw

Sumber: DPC GAMKI Maluku Tenggara : LUTER.T Rahajaan S.AP (Ketua DPC)

About admin

Check Also

Badan Pengurus HMI Cabang Malra-Tual Periode 2019-2020 Resmi di Lantik

MALRA,N25NEWS. com- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku Tenggara dan Kota Tual memdeklarasikan Pelantikan Pengurus HMI …

×

N25NEWS.com