Parameter, Hasil Survai Di Maluku 55.48 Persen Guru Dan Murid Belum Siap Belajar Online

AMBON,N25NEWS.com-Direktur Peneliti Parameter Search Consultan,Edison Lapalelo,mengatakan jutaan anak sekolah di Indonesia kini belajar di bawah ancaman pandemi Covid-19.Seperti yang dilakukan oleh banyak Negara,untuk mencegah Covid-19,maka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan surat edaran bertanggal 24 Maret 2020,untuk belajar dari rumah.

Adapun,masih terbatasnya,kepemilikan handphon android dan leptop dan akses internet,merupakan masalah utama yang berdampak pada tidak meratanya akses pembelajaran online.Namun,survei yang dilakukan Parameter Search Consultan menunjukan implementasinya masih beragam di lapangan.

“Survei kami,menemukan ada 10 persoalan yang menjadi isu di masyarakat dan ternyata belajara secara daring hasil surveinya adalah 13,78 persen.Selain itu,”ungkap Lapalelo kepada N25NEWS.com,saat ditemui diruang kerjanya belum lama ini.

Menurutnya,persoalan pendidikan yang lebih fokus pada pembelajaran jarak jauh itu memang benar-benar menjadi top problem atau masalah yang sangat mencemaskan,menggelisakan dan membuat sesuastu yang menghadirkan ketidaknyamanan bagi guru maupun orangtua.

“Hasil yang saya sampaikan ini sesuai fakta,dimana hanya ada 37,11 persen yang mengatakan siap mengikuti belajara secara daring. Sementara yang mengatakan tidak siap itu 55,48 persen dan yang tidak menjawab dan sebagainya itu 7,41 persen itu pun yang mengatakan tidak siap itu pun terbagi lagi,”kata Lapalelo.

Selain terbatasnya sarana penunjang pembelajaran online,namun juga terkait infrastruktur dan aplikasi belajar secara daring,dimana 30,0 persen.Namun,bukan hanya masalah aplikasi tetapi,jaringan internet (sinyal) atau telkomsel.Persolan ini,bukan hanya dihadapi masyarakat di kabupaten dengan pulau tepencil,namun ironisnya masalah jaringan internet (wifi) terjadi di Kota Ambon.

“Jangankan daerah terpencil seperti di MBD atau di pedalaman Pulau Seram,namun permasalahan jaringan internetan di Kota Ambon sebagai roll modelnya pembangunan di Maluku.Saya ambil contoh di Kudamati pada jalan Kramat Jaya,manyak keluhan dari masyarakat setempat yang tidak menikmati intenet sehingga informasi pembelajaran daring terasa sulit,”ujar Lapalelo.

Hal ini menjadi pukulan telak bagi Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon,yang dirasa tidak memberikan solusi atau jalan keluar untuk mengatasinya.Selain itu,kebijakan dari dinas pendidikan Kota Ambon tidak terlihat,maka sudah barang tentu banyak para kepala sekolah dan para guru hanya menjalaninya demi mengikuti tren belajar secara online.

Baca juga :   Satgas Aman Nusa Brimob Ajak Masyarakat Untuk Selalu Gunakan Masker

Ditambahkan Lapalelo lagi,kebijakan dan tidak adanya solusi dari Dinas pendidikan Kota Ambon juga membingungkan para guru itu sendiri dan ternyata belajar secara online tidak mempermudah kerja guru.Hasil wawancara dengan guru sebagian besar pembelajaran secara daring lebih ribet,bahkan para guru lebih enjoy melakukan pembelajaran secara ofline.

Sementara itu,permasalahn jaringan di Kota Ambon sekali lagi menjadi masalah,sebab jika ada siswa yang memiliki handphone,namun tidak memiliki pulza data.Pemkot Ambon,memang telah memberikan terobosan dengan menyediakan fasilitas wifi,akan tetapi terobosan ini dinilai asal jadi dan yang pasti tidak dapat memutuskan mata rantai Covid-19.

“Saya setuju dengan terobosan Pemkot Ambon dalam hal pemasangan wifi pada satu titik di setiap desa,namun menurut saya pemasangan wifi pada satu titik,tidak memberikan dampak apa-apa ,justru menimbulkan kerimunan yang otomatis tidak sesuai dengan penerapan sosial distancing,”jelas Direktur Peneliti Parameter Search Consultan Edison Lapalelo.

Oleh karena itu,untuk memutus mata rantai Covid-19,maka seharusnya Pemkot Ambon menyediakan atau memasang wifi pada 5 titik di setiap desa,agar tidak terjadi pengumpulan massa.Hal ini sangat efektif karena ada desa yang besar seperti Batu Merah,jika dibuat banyak titik maka minimal ada 100 titik dan minimal satu RT/RW ada satu titik wifi,agar bisa memutus mata rantai Covid-19.

“Ini sangat urgen,untuk itu saya berharap kita semua fokus.Selain itu,kita perlu menekan dan memberikan masukan,mengoreksi terus kinerja Pemkot maupun Pemprov Maluku terkait permasalahan pendidikan di Maluku dan terutama Dinas Pendidikan Kota Ambon untuk bijaksana dan fokus pada penangan pendidkan yang dilakukan secara online,”tandas Lapalelo.

Check Also

Simon Sikafir : Pengawasan DD,Fungsi BPD Lauran Dipertanyakan

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) di Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) banyak yang tidak difungsikan dengan baik …