Breaking News

Pasca Banjir Di KKT , Ketua DPC LAI Soroti Buruknya Drainase

SAUMLAKI,N25NEWS.COM -Pasca sejumlah lokasi di Kota Saumlaki mengalami longsor dan banjir akibat cuaca extrim yang di sebabkan Siklon Tropis Lili,hal ini membuat Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Petrus Fatlolon, SH MH, turun ke lapangan untuk melihat lansung dampak dari cuaca extrim tersebut.

Akibat dari cuaca extrim tersebut mengakibatkan beberapa lokasi di kota Saumlaki terjadi longsoran, rumah rusak dan roboh dan ada genangan air sampai 75 cm.menurut Bupati kerusakan-kerusakan tersebut akan di tanggulangi oleh Pemerintah.

Namun demikian bencana yang terjadi karena faktor alam itu kalau di barengi dengan kesiapan masyarakat dan Pemerintah,bisa di minimalasir kerugian-kerugian yang terjadi dan  perlu adanya antisipasi .

Selain struktur tanah yang  kurang kuat, faktor lain yang menyebabkan terjadi longsor yakni lereng yang sangat terjal mudah terjadi longsor, seperti yang terjadi di beberapa titik kelurahan Gunung Nona, yang secara langsung telah di tinjau langsung oleh orang nomor satu di KKT ini.

Hal ini yang membuat , Ketua DPC LAI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jems Masela angkat bicara,menurutnya selain faktor alam ada juga faktor manusia yang membuat terjadinya banjir sepereti buruknya  Drainase,hal ini bisa di lihat di Jalan poros, depan Kantor Dinas Perhubungan KKT. Genangan air akibat derasnya hujan beberapa hari ini lalu itu,membuat Jalan depan Dinas Perhubungan tergenang, karena tidak ada  tempat untuk di alirkan air hujan.

“Kritikan keras saya ini, semoga saja Bpk Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, bisa menyikapinya untuk antisipasi pekerjaan draenasi-draenasi yang akan akan  di kerjakan ke depan nanti,”tandas Masela.

Masela mengungkapkan Dinas PU KKT dalam perencanaannya di anggap gagal, seperti contoh Pekerjaan Draenasi dalam kota Saumlaki, dan sepanjang jalan poros.Selain itu kurangnya gorong-gorong yang mengakibatkan air hujan yang debitnya besar, tidak bisa teraliri ke sungai kecil yang menuju ke laut.

Tambah Dia, tidak ada saluran kiri kanan jalan, saluran hanya pada satu sisi saja, seharusnya di bagi dua kiri kanan jalan, untuk mengkoneksikan jalur air draenase. Hal ini menurut Masela, Pelaksanaannya mendahului perencanaan (kacau).

“Draenase pada jalan poros, yang menjadi sororan Bupati terahadap Kadis PU serta jajarannya, terbukti aliran air tidak ada, bagaimana tidak tergenang ? Dalam pantauan orang nomor satu ini, memang terbukti benar, dengan demikian Bupati harus perintahkan segera untuk membuat tempat aliran air menuju draenasi, agar sedapat mungkin aliran air benar-benar mengalir,”ujar Ketua DPC LAI Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini.

Jems juga menambahkan dalam pelaksanaan pekerjaan, pekerja terkesan buru-buru dan amburadul, metode kerja yang tidak sesuai juknis,selain itu Jems juga menyoroti Bagesting/Bakesting setiap pengecoran tidak di bersihkan yang mengakibatkan sampah tertahan di dalam saluran, hingga menghambat lancarnya pengaliran air, kemudian box kontrolnya terlalu kecil, campuran pas, batu saluran tidak ada standart, elevasi saluran tidak seimbang, ukuran saluran dan tinggi saluran tidak sesuai bestek.

‘Untuk itu saya meminta dan mohon kepada Pak Bupati, agar kedepanya, sudilah kiranya Pa Bupati berkenaan untuk memerintahkan Dinas terkait, agar dokumen kontrak tidak menjadi rahasia umum bagi kami, Lembaga, PERS, dan masyarakat, agar dalam mengontrol suatu pekerjaan, benar-benar sesuai kontrak dan bestek yang sebenarnya,”pintahnya.

Menyinggung pekerjaan yang sudah berlalu, tidak bermaksud untuk menjastis pemerintah dalam hal ini yang berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan Dinas terkait. Jems persoalkan tentang pengawasan,dari rencana sudah keliru, pelaksanaanya asal-asalan alhasil pengawasan yang di lakukan Dinas adalah hanya sekedar datang, lihat dan pulang, Dinas lebih banyak kerjanya di mengamankan pelaksana agar tidak terjadi konflik batas-batas Draenase dengan warga.

“Ke depan, tanpa Pak Bupati harus turun untuk melihat secara langsung suatu pejerjaan, Saya berharap agar Dinas dan pekerja harus punya niat bekerja, tidak lain hanya untuk mengutamakan kualitas suatu pekerjaan  dan dengan turunnya orang nomor satu di KKT ini, hal ini secara lansung bisa melihat dan mengoreksi  beberapa kadis, agar dapat membuka mata hati, untuk KKT lebih baik lagi kedepan,,”Ujar Masela.

Editor :Redaksi

 

About admin

Check Also

Kantor Bupati KKT Direnovasi, Aktivitas Pindah Ke Kewarbotan

SAUMLAKI,N25NEWS.COM-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) terus berbenah dan memperbaiki penampilan wajah kota Saumlaki serta mencoba …

×

N25NEWS.com