Pekan Depan Komisi C Agenda Pemanggilan Dok Wayame

AMBON,N25NEWSCOM -Dipastikan pekan depan Komisi C DPRD Provinsi Maluku telah mengagendakan pemanggilan pihak PT Dok dan Perkapalan Wayame Ambon.

Pemanggilan terkait dengan pengleseran Koesno dari jabatan Dirut PT Dok dan Perkapalan Wayame Ambon yang terkesan dilakukan secara sepihak yang tidak sesuai aturan dan mekanisme dalam perusahan.

Anggota Komisi C DPRD Provinsi Maluku Habiba Pelu yang dikonfirmasi via selulernya, Rabu(9/1) mengakui kalau pihaknya dalam hal ini Komisi C telah mengagendakan pemanggilan pejabat yang bertanggungjawab atas penesaran Koesno dari jabatan Dirut PT Dok dan Perkapalan Wayame Ambon.

Selain pihak perusahan tersebut, pemanggilan juga disampaikan kepihak korban yang dirugikan dalam hal ini Koesno yang sudah mengabdikan dan mengembangkan Dok Wayame selalama kurang lebih 15 tahun.

Menurut Pelu, sejauh ini pihak belum bisa menjelaskan persoalan dan penyebab dilengsernya Koesno dari jabatan yang dinilai sudah menyalahi aturan dalam perusahan.

Oleh sebab itu dalam agenda pemanggilan, pihak komisi akan mendengar secara langsung penyebab dilengsernya Koesno dari jabatan Dirut.

Hal yang sama juga nantinya akan disampaikan Koesno dalam tatap muka dengan pihak Dok dan Komisi C.

“Beta sudah bicara dengan pak Ketua Komisi , nanti beliu upayakan Minggu depan akan dong di Dok Wayame, artinya katong di komisi juga tidak tau, soal persoalan yang terjadi didalam perusahan, sehingga kami punya kewajiban sebagai mitra mencoba untuk mendalami persoalan itu, sebab sebagai fungsi pengawasan kita harus memanggil mereka termasuk pihak yang dikorbankan,”bebernya.

Maka dari itu sebelum mendengar penjelasan resmi dari pihak Perusahan tersebut, komisi belum bisa menjelaskan persoalan yang terjadi hingga mengakibatkan Koeano terlengser dari jabatan Dirut.

Pelu juga mengakui setelah mendapat informasi dan setelah berkoordinasi dengan mantan Dirut PT Dok Wayame, membenarkan adanya kasus pelengseran jabatan Dirut tanpa ada alasan jelas yang disertai surat resmi dari pemegang saham Surabaya dan Gubernur Maluku selaku Pemda.

“Pak Koesno juga menyampaikan hal yang sama seperti informasi yang saya dapatkan, bahwa beliau tiba-tiba tanpa sepengetahuan apa-apa langsung dilengserkan dari jabatan Dirut, jadi artinya katong akan panggil dong semua untuk duduk sama-sama mendengar penjelasan dari mereka.

Seperti yang diberitakan, pengleseran Koesno dari jabatan Dirut PT Dok dan Perkapalan Wayamen Ambon sudah berlangsung sejak bulan Oktober 2018 kemarin.

Namun anehnya apa yang dilakukan oknum pejabat dan Komisaris tidak didasari dengan adanya surat keputusan atau salinan surat resmi dari pihak pemegang saham Surabaya dan Pemda Maluku sehingga terkesan ada unsur rekayasa atau sabotasi yang dilakukan oknum internal perusahan yang ambisi menjadi Dirut.

Padahal pasca Dirut dijabat pejabat sebelumnya dan Koesno masih menjabat Direktur Usaha, kondisi perusahan morat marit sehingga mengalami kolip dan terjadi pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran.

Dan untuk menyalamatkan perusahan agar tetap eksis dan beroperasi, diangkatlan Koesno menjabat Dirut secara resmi sesuai dengan SK dari pihak pemegang saham Surabaya.

Dalam kurun waktu beberapa tahun dengan ditopang bantuan dari Pemda Maluku, kini kondisi perusahan sudah semakin baik dan bisa dikatakan sehat kembali atas kerja keras Koeano bersama yang lainnya.

Namun sayangnya apa yang sudah dilakukan Koesno untuk mengembagkan perusahan yang sudah terlepas dari ketepurukan, hingga akhirnya dirinya disingkirkan dengan cara tidak terhormat, tanpa rasa ada kemanusiaan dan rasa terima kasih atas prestasi yang selama  ini  sudah dibuktikan dengan kondisi perusahan saat ini.

Penulis     :Gali M

Editor.      :Redaksi

About admin

Check Also

Kasus Mark Up Anggaran Di Humas Provinsi Maluku Mulai Temui Titik Terang

AMBON,N25NEWS.COM- Dugaan terjadi mark up anggaran yang terjadi di Humas Pemerintah Provinsi Maluku,perlahan mulai menemui …