Home / Hukum dan Kriminal / Pekerjaan ADD &DD Desa Tahalopu 2017 Diduga Fiktif dan Mark-Up, Disinyalir ada Penyelewengan Hingga Ratusan Juta

Pekerjaan ADD &DD Desa Tahalopu 2017 Diduga Fiktif dan Mark-Up, Disinyalir ada Penyelewengan Hingga Ratusan Juta

SBB,N25NEW.COM – Pekerjaan sejumlah proyek fisik dan kegiatan  yang didanai dari Anggaran Alokasi Dana Desa(ADD) dan Dana Desa (DD)Di Negeri Tahalupu,diduga ada yang  fiktif atau tidak dikerjakan sama sekali , sementara yang telah dikerjakan sarat Mark up/ penggelembungan Dana.

Pekerjaan tersebut  dikerjakan, saat negeri itu dipimpin oleh Kades , Abdul Gani Mahu dan Bendaharanya Jen Heluth, ternyata meski pertangung jawaban penggunaan Dana Desa tersebut diatas kertas nyaris sempurna tetapi realisasi di lapangan berbeda.

Selain itu, penyaluran bantuan yang  diberikan tidak dirasakan merata oleh seluruh masyarakat desa tersebut , karena bantuan  hanya disalurkan kepada   sanak famili dan orang -orang terdekat Raja tersebut, praktis tidak seluruh Masyarakat merasakan pemanfaatan Dana ADD maupun DD tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat, Desa Tahalupu,Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Rahman yang ditemui media ini di Piru , Kamis (25/10) menegaskan, meminta Aparat Penegak Hukum untuk menindak lanjuti temuan ini ,pasalnya dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa total DD dan ADD Desa Tahalopu realisasi  Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp Rp 1.733.083.510

Beberapa rincian penggunaan anggaran yang diduga fiktif dan terjadi mark up adalah: Pengembangan kelompok seni dan budaya Rp 9.984.825 (fiktif), Pengembangan kelompok pemuda Desa Rp 8.786.200 (fiktif), Dukungan kelompok keagamaan Rp 49.967.925( yang realisasi diberikan kepada masjid sekitar Rp 20 jutaan), Pengembangan kelompok tani Rp 21.490.000 (tidak terlaksana), Pelatihan Kades dan Perangkat Rp  8.707.500 (tidak terlaksana),Pengembangan kelompok nelayan  Rp 524.499.500( yang ada hanya beberapa body viber sekitar 10an tetapi tidak transparan), Pengadaan bibit jahe Rp 21.490.000 (faktanya masyarakat  mendapat bantuan yang jika dikalkulasikan tidak senilai  dengan nominal tersebut), Pembuatan Peta Desa Tahalupu Rp 7.000.000 (namun faktanya sampai saat ini tidak ada peta Desa tersebut), Pembuatan papan kantor desa dari Marmer ukuran 90x60cm senilai Rp 5.575.000 fiktif, Pakaian Dinas BPD /Kostum Olahraga Rp 4.906.000 (tidak ada alias fiktif), Pembuatan pintu pagar Masjid Rp 3.000.000( fiktif dan tidak ada), Belanja alat-alat studio,Gitar dan Gendang  Rp. 9.984.825 (fiktif ).

“Kami mendesak aparat penegak hukum, segera menyidik mantan Kades dan Bendahara Desa Tahalupu,  Kecamatan  Huamual Belakang,  Kabupaten  SBB karena merugikan keuangan negara nyaris satu miliar lebih,”ungkap Rahman.

Oleh :  Nicko Kastanja

About admin

Check Also

Pengurus Assosiasi Pedagang Pasar Rakyat Kota Piru Di Lantik Bupati

PIRU,N25NEWS.COM– Sesuai SK Bupati SBB nomor 510-445 Tahun 2018, Bupati SBB Drs H. Muh Yasin …