Polres Buru : Pelanggaran Kode Etik Profesi Polri FM Di Voniskan Pecat

NAMLEA,N25NEWS.com – Polres Pulau Buru gelar Sidang Kode Etik terhadap Briptu Faldi Mamulati, Nrp. 92080820, yang diduga melakukan pelanggaran  Kode Etik Profesi Polri, bertempat di Aula Mapolres Pulau Buru, Jumat, 13/9/2019.

Penggelaran Sidang Kode Etik dipimpin Waka Polres Pulau Buru Kompol Bachri Hehanussa, SE, M.Si, sebagai pimpinan sidang,  Kabag Sumda  Polres Pulau Buru Akp. Murni Hamzah, S.ik, selaku anggota sidang, Kasat Lantas Polres Pulau Buru Akp.  Octovianus, S. Biring selaku anggota sidang, Kasium Polres Ipda.  Giranto Selaku Sekertaris sidang, Kbo Narkoba Polres Pulau Buru  Iptu. M. Yusuf Ali, SH selaku pendamping terduga pelanggar, Kasi Propam Polres Pulau Buru Bripka Iskandar Lamani selaku penuntut I,  Brigpol Abdullah Wattimuri selaku Penuntut II.

Sidang  Kode Etik Profesi  Polri  kali ini  merupakan sidang dengan agenda pembacaan putusan yang menghadirkan terduga pelanggar dan saksi korban beserta keluarga.

Komisi sidang memutuskan Putusan Sidang Komisi Kode Etik Polri Nomor : PUT-KKEP/01 /2019/KKEP tanggal 13 September  2019 , maka Ketua, anggota  komisi memutuskan Terduga pelanggar:
Nama : Briptu Faldi Mamulati
Nrp : 92080820,
Jabatan : Brig Sek Kepala Madan, kesatuan : Polres Pulau Buru.

1. Terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 14 Ayat (1) huruf b Pasal yang di sangkakan : Undang-Undang Nomor 1 huruf b Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No: 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian anggota Polri.

2. Menjatuhkan sanksi bersifat administratif berupa rekomendasi diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) sebagai anggota Polri.

Sementara itu Kabid Humas Polres Pulau Buru Ipda. Zulkifli Asril,S.Ip kepada wartawan dimapolres Pulau Buru membenarkan hal tersebut.

“Hasil sidang Komisi berdasarkan surat Putusan Sidang Kode Etik Profesi Polri Nomor: PUT-KKEP/01/IX/2019/KKEP , menjtuhkan sangsi bersifat administrasi berupa rekomendasi  diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) sebagai anggota Polri,” Terangnya.

Dia juga menyebutkan, Bahwa terduga pelanggar mengajukan banding, sehingga yang bersangkutan diberi waktu tiga hari untuk banding.

Kepada media ini Keluarga korban Hamis Batu Atas menyampaikan, bahwa pihak keluarga korban sangat mengapresiasi Polres Pulau Buru atas hasil putusan sidang Kode Etik Polri tersebut.

” Kami selaku keluarga korban mengapresiasi Polres Pulau Buru dalam hal Ini Komisi Kode Etik Profesi  Polri yang telah menangani dengan Profresional, yaitu putusan rekomendasi PTDH kepada terduga pelanggar, sehingga  kedepan tidak ada lagi hal-hal seperti ini terjadi lagi oleh oknum-oknum Anggota”, Tegas Hamis.

Reporter : Kiswan

Editor : Redaksi

Check Also

Mukerwil II PPP Provinsi Maluku Revitalisasi dan Konsolidasi Menuju 2020-2024

NAMLEA,N25NEWS.com- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan Provinsi Maluku melaksanakan Musyawah Kerja Wilayah II …

×

N25NEWS.com