Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah RI

AMBON,N25NEWS.com – Untuk memutuskan Rantai penyebaran Virus COVID-19 yang terjadi di Indonesia khususnya di Maluku, Kantor Imigrasi kelas 1 TPI Ambon,mengeluarkan larangan sementara untuk Orang Asing yang masuk ke Wilayah Indonesia.

Terkait larangan tersebut,Kasie Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Maluku, Graci Gaspers, yang ditemui wartawan di Kantor Imigrasi kelas I TPI Ambon menjelaskan bahwa,terkait dengan wabah Corona yang  saat ini telah melanda Maluku maka kebijakan yang diambil oleh Direktorat Jenderal Imigrasi,dalam hal ini, peraturan Menteri Hukum dan HAM, Nomor 11 tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing untuk masuk Wilayah Republik Indonesia.

“Jadi dengan surat ini maka ada 2 permen, yang sebelumnya dikeluarkan, yaitu Permen Nomor 7 tahun 2020, tentang Pemberian Visa dan ijin tinggal dalam upaya pencegahan masuknya Virus Corona,selain itu Permen No 8 tahun 2020, tentang penghentian sementara bebas Visa kunjungan saat kedatangan,serta Pemberian ijin tinggal keadaan terpaksa tidak berlaku lagi,”jelasnya.

Jadi katannya,yang berlaku untuk saat ini adalah permen yang terbaru,  yang baru yang dikeluarkan pada tanggal 31 Maret 2020 yang diberlakukan mulai tanggal 2 April 2020.

Ditambahkannya pula, ada surat edaran dari Plt Dirjen Imigrasi, tentang pembatasan layanan keimigrasian dalam rangka mencegah penyebaran Virus Corona dan itu dilakukan untuk mengambil langkah-langkah antara lain, teristimewa untuk Kantor Imigrasi kelas I TPI Ambon, maupun Kepala Kantor di seluruh Indonesia.

Yang pertama, dengan membatasi pelayanan Pasport RI, dengan memprioritaskan kebutuhan mendesak melalui no herdes yang telah disediakan oleh Kantor Imigrasi untuk permohonan bagi, 1) orang Asing yang tidak dapat ditunda penanganannya atas rujukan Dokter, dan 2) orang dengan kepentingan yang tidak dapat ditunda.

“Jadi untuk pelayanan WNA itu memang sudah kita batasi, karena hanya untuk keperluan yang mendesak saja antara lain seperti yang sudah dijelaskan, untuk orang sakit dan ada kepentingan yang tidak dapat ditunda,”kata Gaspers.

Terkait WNA yang sakit kata Gaspers, tidak perlu mengajukan permohonan ijin tinggal keadaan terpaksa,karena apabila ijin tinggal yang telah melewati batas waktu over stay maka akan diberikan biaya beban dengan tarif 0 rupiah.

“Jadi itu keterkaitan dengan permen yang baru ini, permen No 11 tersebut yang didalam pasal 4 dan pasal 5, dan penjelasannya untuk Orang Asing pemegang ijin tinggal kunjungan yang telah berakhir dan atau tidak dapat diperpanjang maka akan diberikan ijin tinggal terpaksa secara otomatis, tanpa mengajukan permohonan ke Kantor Imigrasi,”tambah Kasie Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Maluku ini.

Baca juga :   New Normal Bakal Dilaksanakan Di Maluku

Jadi lewat permen yang Nomor 11 tahun 2020 ini, dari orang Asing itu tidak perlu lagi untuk datang  ke Kantor Imigrasi untuk melakukan perpanjangan, karena telah diberikan ijin tinggal keadaan terpaksa secara otomatis, jadi apabila dia mau berangkat bisa langsung ke Bandara saja dan untuk biayanya tidak dipungut jadi 0 rupiah, tambahnya.

Sementara didalam siaran pers juga, ada dari Direktorat Jenderal Imigrasi, Kemenkumham yang telah menerbitkan larangan sementara untuk orang asing yang masuk ke Wilayah Indonesia terkait COVID-19 ini, Menteri menyatakan bahwa larangan ini berlaku untuk seluruh orang asing dengan enam pengecualian.

Untuk pengurusan Pasport kata Gaspers, saat ini sementara dibatasi, bukan dihentikan akan tetapi dibatasi.Untuk pengawasan,pihaknya juga telah dilibatkan dalam beberapa rapat dari Tim Gugus Tugas penanganan COVID-19 di Provinsi Maluku maupun dari Syahbandar menyangkut TPI laut, karena disitu juga ada Imigrasi dan karantina pelabuhan.

“Jadi Imigrasi untuk pengawasannya terkait dengan warga Negara Jepang yang kemarin diduga positif corona, namun ternyata negatif dan telah keluar dari Rumah Sakit,”jelas Gaspers.

Untuk hal ini pihaknya   telah bekerjasama dengan Tim Gugus di Pemda Provinsi dalam hal mengenai orang asing yang dikarantina di Balai Diklat.

“Kemarin (02/04)  kita  petugas Imigrasi ke Balai Diklat untuk melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap warga Negara asing yang berada di sana,” tambah Graci Gaspers.

Untuk Wilayah kerja kata Gaspers,untuk wilayah Provinsi Maluku ada 2 kantor Imigrasi, 1 kantor Imigrasi kelas I TPI Ambon dan Kantor Imigrasi kelas II TPI II, dan untuk Kota Ambon ini sendiri membawahi satu Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Buru dan Buru Selatan.

Reporter : Mohammad Nurlette

Editor : Redaksi

Check Also

Puluhan Anggota Koramil 1502-09/Bula Ikut Kegiatan Rapid Test

BULA,N25NEWS.com -Puluhan anggota Kodim 1502 masohi wilayah Seram Bagian Timur ikut pemeriksaan rapid test di …