Kabid PHU Kemenag Maluku Yamin

Pelayanan Petugas haji Maluku Di Arab Alami Peningkatan 100 Persen

AMBON,N25NEWS.COM -Secara nasional pelayanan haji Indonesia di Arab Saudi akan mendapat pelayanan prima, khusus Maluku mengalami peningkatan 100 persen dalam bentuk petugas haji.

Peningkatan itu berdasarkan adanya permintaan  Kemenag RI saat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Muhammad Salih bin Taher Bentin melakukan menandatangani nota kesepahaman penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019.

“Secara nasional jemaah haji asal Indonesia akan mendapatkan layanan prima selama berada di Tanah Suci, termasuk saat menginap di hotel,”tandas Kabid PHU Kanwil Kemenag Maluku Yamin S.Ag pada N25NEWS.COM,Senin(11/2/2019).

Dijelaskan, bentuk pelayanan haji yang akan disediakan pemerintah Arab Saudi adanya penambahan AC di tenda yang berlokasi di Arafah dan Mina, termasuk penambahan kipas angin.

Bahkan dalam pelayanan angkut koper dari lobby hotel ke kamar yang dulunya dilakukan oleh jemaah. Tahun ini pemilik hotel sediakan petugas angkut koper jemaah dari lobby ke kamar.

“Ini salah satu peningkatan tahun ini di Makkah,”ujarnya.

Khusus untuk petugas haji kata Yamin, peningkatannya bisa dikatakan naik 100 persen, dimana kalau dilihat dari standar petugas haji Maluku dari tahun-ketahun, khusus non kloter PH Arab Saudi selama tiga bulan, awalnya hanya terdapat dua petugas tetapi berdasarkan koordinasi Kakanwil Kemenag Maluku Fesal Musaad dan Kabid PHU yang didukung dengan hasil evaluasi, Maluku layak mendapat penambahan PH sehingga dari dua menjadi lima PH.

Dengan demikian lanjut Yamin, proses pengawalan yang dilakukan lima PH di Arab Saudi sudah pasti terjadi peningkatan

Penambahan yang sama juga terdapat pada Tim Pemadu Haji Daerah (TPHD) dari awalnya enam menjadi delapan orang.

Hal yang sama juga pada petugas TPHI yang sebelumnya diawali dengan verifikasi yang terkait dengan penambahan bidang yang lebih dibutuhkan dalam pelayanan haji selama berada di Arab Saudi.

“Belum tahu persis TPHInya ditambah pada bidang mana, entah Ketua kloternya atau yang lainnya. namun saat ini masih dalam penggodokan,”jelasnya.

Bahkan untuk petugas kesehatan jemaah haji, pihak PHU Kanwil Kemenag Maluku juga sedang melakukan pendekatan dalam hal ini penyelenggara haji pada kesehatan, khususnya  petugas kesehatan yang menyertai jemaah haji pada kloter campuran antara Maluku-Makasar.

“Selama ini tidak ada dr yang mendampingi jemaah haji Maluku yang bergabung dengan jemaah haji asal Makasar, sehingga ini perlu ada penambahan petugas kesehatan,”harapnya.

Meskipun penambahan, namun sudah ada langkah-langkag pengusulan petugas kesehatan yang dilakukan pihak PHU Kanwil Kemenag Maluku dengan harapan pengusulan dapat diterima.

Selain Maluku juga terdapat beberapa provinsi lainnnya yang mengalami penambahan petugas haji yang dinilai perlu ada penambahan.

Disinggung soal penyetoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 35,235,602.

kata Yamin, BPIH nya sudah disampaikan Dirjen PHU Kemenag RI ke Presiden, namun diperkirkan petang depan sudah disampaikan waktu pelunasan BPIH pada Bank-Bank penerima setoran haji.

Ia juga menyinggung soal Pasprot haji yang katanya, setelah koordinasi dengan pihak Imigrasi baru terdapat kurang lebih 200 pasprot yang diterbitkan, khususnya kota Ambon dari jumlah kuota 368 CJH.

Sementara untuk kabupaten/kota lainnya, pihak Imigrasi akan melakukan dengan sistim mobile ke masing-masing daerah.

“Ini merupakan salah satu langkah maju yang dilakukan, pihak Imigrasi terkait dengan proses pembuatan pasport,”akui Yamin.

Penulis  : Gali M

Editor    : Rrdaksi

About admin

Check Also

Akui Milik Kemenag, Warga Minta Jedah Waktu Pengosongan Lahan

Warga akhirnya mengakui bangunan rumah yang ditempatinya adalah lahan milik Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi …