Home / Ekonomi / Pelindo Dituding Otak Dibalik Batal Perjanjian TKBM dan TEMAS ,Aktifitas Bongkar Muat Pelabuhan Terancam Diboikot

Pelindo Dituding Otak Dibalik Batal Perjanjian TKBM dan TEMAS ,Aktifitas Bongkar Muat Pelabuhan Terancam Diboikot

AMBON,N25NEWS.COM -PT Pelindo IV (Persero) Cabang Ambon dituding otak dibalik rekayasa pembantalan perjanjian kerjasama Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dengan PT Pelayaran Tempuran Emas (TEMAS) Tbk. Akibatnya berbagai aktifitas bongkar muat di pelabuhan Yos Sudarso Ambon terancam akan diboikot.

Tudingan berawal sejak tahun 2017 kemarin, pihak PT TEMAS  berkeingan  menjadikan pelabuhan Ambon sebagai pelabuhan transit yang diawali dengan beberapa pertemuan dengan seluruh pengurus dan KRK TKBM, namun hingga saat ini keinginan itu hanya sebatas janji belaka dan tidak ada pembungkitan.

“Dalam pertemuan dengan kami itu, TEMAS ingin menjadikan pelabuhan Ambon sebagai pelabugan transit dalam artian bahwa, Ambon akan dijadikan sentral pengedar semua jenis kontainer, baik ke Ternate, Tual, Dobo dan lainnya, dengan sistim 4X8, kenyataanna apa yang disampaikan PT TEMAS itu tidak pernah terealisasi, dengan perjanjian dalam kurun waktu satu bulan harus ada paling sedikit 40 unit kontainer yang transit di Ambon,”Demikian tudiangan Sekretaris TKBM Ambon Macale S pada wartawan di Ambon, Senin(27/8/2018/)

Menurut Macale, meskipun rencana tersebut juga mendapat dukungan GM PT Pelindo yang saat itu dijabat Farid Padang, namun pembatalannya juga  kemungkinan besar otaknya dimainakan oleh pihak Pelindo sendiri, dengan alasan bahwa fakta dilapangan semuanya dikuasinya oleh pihak Pelindo, sementara pihak TEMAS sendiri tidak menjalankan rencana tersebut.

Meskipun pertemuan sudah ditindaklanjuti ketingkat pusat dengan agenda penandatangan kesepakatan kerjasama TKBM, PT TEMAS dan PT Pelindo IV Ambon di Hotel Ibis Steal Jakarta, pada bulan Juli tahun  2016 kemarin, tetapi semua rencana kerjasama itu batal lantaran GM PT Pelndo IV tidak hadir dalam pertemuan, namun hanya diwakili oleh salah staf dari PT  Pelindo Ambon yang semuanya difasilitasi sendiri oleh pihak TEMAS.

“Ketika pertemuan di Jakarta ada mau dibuat kesepakatan bersama yang ditanda tangani oleh berbagai pihak, tetapi beta anggap kesepakatan yang dibuat adalah kesepakatan yang tidak disepakati lantaran tidak dihadiri oleh GM Pelindo, padahal dari awal semuanya sudah sepakat untuk melakukan penandatangani kesepakatan bersama, tetapi semua ini otak dari Pelindo sendiri yang sengaja tidak mau dengan keinginan dari TEMAS, tetapi sengaja bersandiwara saja,”tegasnya.

Akibat tidak hadirnya GM PT Pelindo semua kesepakatan bersama dinyatakan batal, alhasilnya berdasarkan usulan pihak TKBM agenda pertemuan tetap berjalan dengan agenda pembuatan netulen atau  catatan singkat mengenai jalannya rapat yang bersifat ringkas, padat, sistematis, dan secara menyeluruh.

Hal ini dimaksud agar agar agenda rapat yang membahas kesepakatan awal berupa transimen dari PT TEMAS tidak lagi berlaku, tetapi yang terjadi dilapangan upah kerja yang diambil TKBM  tetap masih mengacu pada biaya transesmen bukan reguler hingga saat, sehingga TKBM mengalami kerugian bisa mencapai miliaran rupiah dan semua itu ulah dari PT Pelindo Ambon yang dimulai sejak tahun 2016 hinggaa saat ini.

“Jadi dalam kesepakatan itu tarifnya bongkar muat diperkecil, tidak seperti tarif normal, tetapi kenyataan yang terjadi kesepatan itu tidakk jalan sesuai dengan tarif perbulan 4000  kontainer, seharusnya perjanjiannya batal tetapi yang terjadi pemberlakukan tarif masih menggunakan transismen, sehingga Pelindo masih memanfaatkan hal itu ,”kesalnya.

Tetapi yang terjadi saat ini dilapangan, tidak ada pembongkatan kontainer yang bersifat transit tetapi semua kontainer reguler yang dibongkar di pelabuhan Ambon yang mana kalau memang itu transit tidak pembongkaran di pelabuhan Anbon, bahkan sampai saat ini tidak ada kapal kontainer yang langsung dari Ambon menuju dareah lain.

“Kalau memang kesepakatan itu tidak ada, kenapa Pelindo masih menggunakan tarif trensismen bukan reguler, ini yang menjadi pertanyaan kami atau ini bisa dikatakan pungli, sehingga ini bisa menjadi temua tim saber pungli untuk menindaklanjutinya,”tegasnya.

Secara tegas juga Macale mengatakan, kalau pihak Pelindo tetap bersikeras untuk menerapkan tarif transismen, pihak TKBM dengan segala kekuatannya mengancam akan memboikot semua aktifitas yang ada dalam pelabuhan Yos Sudarso dan itu akan dilakukan setelah ada pembentukan pengurus baru Serikat Pekerja Indonesia (SPI) TKBM Ambon,

Sementara terkait dengan hal tersebut Direktur PT TEMAS Tbk Ambon  Ny S Tutuhatunewa yang dihubungi via selulernya mengatakan. Bahwa pihaknya sudah tidak lagi mengangkut kontainer transismen, tetapi semuanya kembali kepihak PT Pelindo.

Menyangkut dengan semua berkas yang pernah berlangsung di Jakarta bersama TKBM maupun Pelindo masih berada di Jakarta, tetapi yang menyangkut dengan kontainer transismen, dirinya menekan bukan lagi menjadi tanggung jawab TEMAS.

Oleh :Gali Markalin

About admin

Check Also

Sambut HJK TA.2018, Kodam XVI/Pattimura Gelar Penghijauan

AMBON,N25NEWS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika (HJK) Tahun 2018, Kodam XVI/Pattimura menggelar berbagai …