Breaking News

Pelindo IV Tawar Dua Konsep Bangun Maluku

AMBON,N25NEWS.COM – PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menawarkan dua konsep membangun Maluku untuk mendukung program pariwisata dan pelabuhan terintergasi di Kota Ambon dan Maluku Tengah (Mateng).

Tawaran itu menyusul kondisi Kota Ambon yang semakin padat dan sebagai kota dagang dengan kondisi pelabuhan berada di Kota, ditambah parkiran dengan kondisi jalan yang sempit sehingga kondisinya harus dirubah dengan penataan yang baru. Demikian hal ini disampaikan Direktur Utama Pelindo IV Farid Padang usai menghadiri pisah sambut GM Pelindo IV cabang Ambon dari Adi Novi kepada Adi Sutrisno di Hotel Santika Preimire Ambon, Kamis(1/8) kemarin malam.

“Kalau kita liat kondisi perdagangan dalam kota itu parkiran jalannya sangat sempit, bagaimana untuk merubah itu semua, maka saya pernah tawarkan dua konsep kebilau (Walikota),” akui Padang.

Dua konsep pelabuhan yang ditawarkan meliputi, pelabuhan domestik dan penumpang termasuk khusus untuk wisata.

Sementara untuk wilayah bagian belakang pelabuhan nantinya akan dilakukan revitalisasi secara besar-besaran untuk kembangkan sesuai master plan sedang dirancang.

Menurutnya, tawaran konsep yang disampaikan langsung ke Walikota akan mendapat respon positif dari pemangku kebijakan di Kota Ambon dan pihak Bapeda.

“Kenapa seperti itu, nanti satu waktu tidak ada lagi parkiran didalam kota, semua nantinya tertata rapi, “ungkapnya.

Bahkan lahan kosong yang terletak di depan pelabuhan Slamet Riadi tepatnya dibelakang Benteng Victoria akan dilakukan integrasi konivitas sehingga tidak ada lagi kemacetan dengan alternatif dibuat dua jalur jalan.

“Itu nanti akan dibangun jalan kosta of yang dari pelabuhan lama bisa tembus langsung Tulehu dan nantinya akan dibangun bertahap, sementara jalan didepannya nanti yang didaerah Amplas akan dicari alternitf lain,”jelasnya.

Baca juga :   Harga Bahan Pokok Di Pasar Ambon Bervariasi

Selain Walikota sudah menyambut baik dan meminta konsep tersebut, kata Padang tawaran konsep tersebut sudah sesuai dengan master plan.

Bahkan menurut Kepala Bapeda lanjut Padang, waterfront city yang dimiliki kota Ambon akan mobile dengan pelabuhan terintigrasi dan pariwisata, sehingga lahan yang ada dapat dioptimalkan dengan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat kota Ambon.

Dengan cara membuat kota baru dalam keberadaban tidak meninggalkan bentuk dan model kota lama.

“Masa di Makasar kita bisa lakukan revitalisasi di Losari jadi bagus, masa kita tidak bisa lakukan di Ambon, padahal Ambon sudah mulai maju, sehingga ini saya tawarkan ke pak Wali dan jika itu bisa jalan, makan Kota Ambon berubah dua wajah, wajah kota lama dan wajah kota baru,”tantangnya.

Sementara konsep kedua yang ditawarkan Pelindo dengam sistim membangun pelabuhan di Tulehu Malteng yang nantinta akan terintegrasi dengan pelabuhan yang ada di Kota Ambon.

“Sewaktu-waktu kalau jadi, nanti kita lihat mobil kontainer tidak lagi harus melalui jalan tanjangkan Batumerah, tapi akan melewati jalan kosta of dengan menyisir pinggir pantai hingga sampai di Lantamal Halong,”paparnya.

Untuk mewujudkan semua itu kata Padang harus ada dukungan penuh dari Walikota dan Bapeda Provinsi Maluku, sambil menunggu konsepnya selesai. Dengan membutuhkan anggaran pembangunan kurang lebih 600 miliar.

Bukan hanya itu dari sisi pariwisata Pelindo juga konsep membangun Marine Bay, seperti yang sedang dilaksanakan di Mando yang telah mendapat dukungan penuh dari Pemprov Sulawesi Utara, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dan Pemkot Bitung untuk mendukung pembangunan Marine Bay.

Reporter :Gali M

Editor :Redaksi

About admin

Check Also

Pasca Gempa Harga Bahan Pokok Di Pasar Ambon Stabil

AMBON,25NEWS.com-Pasca gempa bumi di Ambon 6,8 magnitudo tidak berpengaru pada harga kebutuhan pokok di beberapa …

×

N25NEWS.com