Home / Ekonomi / Pelni Ambon Terkesan Cuci Tangan Terhadap Korban Jatuh Dari KM Dobonsolo

Pelni Ambon Terkesan Cuci Tangan Terhadap Korban Jatuh Dari KM Dobonsolo

AMBON,N25NEWS.COM -PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ambon, terkesan cuci tangan atau  melepas tanggungjawab terhadap pihak keluarga korban La Tara penumpang Ambon-Bau Bau yang terjatuh dari atas kapal KM Dobonsolo.

Dimana peristiwa kecelakaan yang menimpa korban La Tara (41) kejadiannya terajdi sejak tanggal 13 September 2108 bulan kemarin, namun hingga saat ini pihak korban tidak diberi santunan kecelakan dari pihak  PT Pelni maupun Jasa Raharja.

Bahkan yang lebih parah lagi pihak Pelni Ambon sama sekali tidak menghargai jasad korban La Tara, meskipun sesuai SOP KM Dobonsolo telah melakukan pencarian selama kurang lebih 1,5 jam dan telah menyampaikan kejadian tersebut kepihak Pelni Ambon.

Namun anehnya pihak Pelni Ambon sendiri terkesan cuek dan purah-purah tidak kejadian yang mengakibatkan adanya korban jiwa dengan tidak menyampaikan informasi kejadainnya kepihak Basrnas untuk dilakukan proses  pencarian jasad korban yang terjatuh diatas kapal.

Bahkan ketiga hal itu ditanya langsung kepihak Basarnas dan setelah melakukan update data laporan per bulan September, tidak ada laporan yang masuk dari pihak Pelni Ambon terkait dengan korban La Tara yang jatuh dari atas KM Dobonsolo pada tanggal 13 September bulan kemarin.

Pihak keluarga korban La Ungi yang juga merupakan ipar dari korban La Tara pada wartawan di Ambon, Senin(12/11) mengakui kalau saat itu dirinya bersama korban hendak berangkat dengan KM Dobonsolo menuju Bau Bau dengan menggunakan tiket 1014589192 –EKVSY8 milik korban La Tara dan nomor 1014589193-EKVSY8 milik La Ungi..

Menurut La Ungi kejadian naas yang menimpa korban La Tara terkadi sekitar pukul 23..00 WIT malam hari di peraitan laut pulau Ambon yang jarang pandangnya masih nampak terlihat sinaran lampu kota Ambon..

“Waktu kejadian, kira-kira pukul 11.00 WIT malam, di perairan laut atau berdekatan dengan Kota Ambon, saat KM Dobonsolo  keluar dari tanjung Alang menujuh Bau-Bau dan saya masih nampak terlihat kedipan cahaya lampu dari Kota Ambon,” akuinya.

Dirinya ,juga mengakui kalau kepergian mereka ke Bau Bauh hanya untuk melihat keluarga di kampung, khusus korban La Tara yang seharinya berprofesi sebagai pedagangan asongan rokok untuk menjenguk istri yang sedang hamil tua, namun belum sempat menjenguk istrinya peristiwa naas sudah lebih duluh menjemputnya..

“Beberapa jam, setelah KM Dobonsolo lepas tali dan berangkat menujuh Bau-Bau, ditengah jalan atau ditengah lautan, saudara saya jatuh dari atas kapal ke Laut. Saat itu Korban (La Tara-Red), pakai baju kotak-kotak dan celana kain warna cokelat,” ujarnya.

Saat kejadian, dirinya langsung memberitahukan kepada awak KM Dobonsolo. Dan pada saat itu dan jam itu, KM Dobonsolo langsung baik arah dan memutar-mutar untuk mencari La Tara (Korban-Red) tersebut, kurang lebih selama 1 setengah jam lebih.

“Waktu kejadian, kita langsung lapor ke-awak kapal dan kapal membalik, kemudian menyalakan lampu besar untuk mencari La Tara, sayang tidak ditemukan sehingga kapal kembali berlanjut berlayar menujuh Bau-Bau,” jelasnya.

Selanjutnya, kata La Ungi, setelah KM Dobonsolo tiba di Bau-Bau, kebetulan ada kapal yang ingin berangkat ke Ambon, dirinya atas kesepakatan pihak keluarga korban langsung kembali  ke Ambon untuk menyampaikan kepihak Pelni Ambon.

“Saat saya tiba di Ambon, esok paginya langsung saya datang ke Kantor Pelni untuk memberitaukan atau melaporkan kejadian ini ke Pelni. Dan mereka berjanji akan menelpon saya. Sayang sampai saat ini janji manis PT Pelni Ambon tak kunjung jelas, karena sudah hampir 2 bulan lebih, mereka tidak pernah menelpon saya selaku keluarga korban,” ungkapnya.

Kekecewaan yang sama datang dari, Jamila, saudara Almarhum La Tara, ia juga mengakui kalau dirinya sangat kecewa dengan pihak Pelni Ambon. Karena tidak pernah menindaklanjuti peristiwa atau kejadian saudaranya ini. Tetapi hanya tinggal janji dan tidak pernah mengabari tindak lanjuti atas apa yang telah menipa korban.

“Pelni Ambon janji akan menelpon kami, keluarga korban, sayang sampai oras ini mereka tidak pernah berkomunikasi atau menghubungi kami, itu yang kami sangat resa,” kesalnya.

Sementara itu, Manager Operasional PT Pelni Cabang Ambon, Djasman, saat dihubungi via selulernya,Senin (12/11) kalau korban jatuh bukan karena kecelakaan tetapi sengaja loncat dari kapal berdasarkan berita acara yang dikeluarkan KM Dobonsolo.

Oleh : Gali M

About admin

Check Also

Jasa Raharja Cabang Maluku Gelar Donor Darah Dalam Menyambut Ultah yang ke 58

AMBON,N25NEWS.COM – PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Maluku, menggelar kegiatan donor darah dalam menyambut ulang …