Pelni Ambon Terkesan Tutup Mata ABK Ancam Lapor Mualim I KM Sanus 78

AMBON,N25NEWS.COM – PT Pelayaran Nusantara Indonesia (Pelni) Persero Cabang Ambon terkesan tutup mata atas tindakan kekerasan yang terjadi di atas kapal perintis, terhadap tindakan itu para ABK mengancam akan melaporkan Mualim I KM Sabuk Nusantara (Sanus) 78 ke Pelni pusat.

Informasi yang berhasil dihimpunN25NEWS.COM, belum lama ini dari orang yang dapat dipercaya di KM Sanus 78 menerangkan, bahwa aksi protes yang disertai dengan ancaman akan melaporkan mualiam I atas nama Feronaldi Tumena atas tindakan ringan tangan yang kerap sering dilakukan mualim I terhadap ABK selama bertugas.

Dimana tindakan  ringan tangan yang dilakukan mualim I seperti yang dikatakan sumber, tidak merupakan tindakan teguran atau pembinaan terhadap ABK, tetapi ini sudah merupakan tindakan yang kalau dibilang sudah masuk dalam tindakan kriminal dalam bentuk kekerasan dalam bekerja.

Atas tindakan tersebut, secara langsung dapat mengganggu kenyamanan para ABK dalam menjalankan tugas selama berlayar, sementara yang dibutuhkan masyarakat  adalah pelayanan yang prima selama berlayar, tetapi tanpa melihat kondisi dan waktu aksi kekerasan yang dilakukan mualim I terhadap ABK sudah merupakan tindakan seorang pimpinan terhadap anak buanya.

Terhadap tindakan yang pernah dilakukan mualim I terhadap dua ABK yakni, Karel dan Agus Faisal kini sudah menjadi buah bibir ABK lainnya untuk melaporkannya ke bagian SDM Pelni Pusat.

Bukan saja melapor, bahkan sudah ada komitmen bersama para ABK untuk boikot tidak bekerja, jika pihak Pelni tidak memindahkan mualim I ke kapal lain, lantaran sudah tidak ada lagi keharmonisan dalam bekerja.

Dijelaskan sumber, bahwa tindakan kekerasan terhadap ABK Karel itu terjadi saat kapal bersandar di pelabuhan Kupang NTT yang mana saat itu Karel ditugaskan menangani tangga kapal yang bersandar di pelabuhan.

Lantaran bekerja tanpa mengenal waktu istirahat, Karel tiba-tiba merasa lapar hingga akhirnya ia pun pergi untuk mengisi perut yang sudah lapar, namun makan belum selesai tanpa berkata-kata dari arah belakang kepala, kaget kapalnya dipukul oleh mualim I sambil mengeluarkan kata yang tidak pantas sebagai seorang pimpinan.

Hal yang sama juga dialami ABK Agus Faisal yang mana dirinya ditempeleng secara keras oleh mualim I, cuma lantaran penumpang menaruh barangnya sembarang di atas kapal. Meskipun dirinya sudah mengatakan kalau sudah menegur penumpang untuk tidak menaruh barang sembarangan.

Tetapi sifat keras dan ringan tangan yang mungkin sudah menjadi pembawan mualim I, terhadap tindak keras mualim I sempat membuat geram penumpang yang hampir memukul  mualim I yang semena-menah terhadap anak buahnya.

“Kalau pimpinan sudah memiliki sifat keras kaya gitu, mana mungkin ABK merasa nyaman bekerja, sehingga sebelum persoalan ini sampai ke pusat, Pelni Ambon jangan tinggal diam, tetapi harus segera memanggil semua kru kapal termasuk nahkoda untuk membicarakan persoalan tersebut,”pinta sumber.

Oleh :Gali Markalin

Check Also

Stok Tersedia,Harga Cabai Rawit Merah Di Pasar Ambon Turun

AMBON,N25NEWS.com-Harga cabai rawit merah di salah satu pasar tradisional Ambon,yakni pasar Mardika telah turun semenjak …

×

N25NEWS.com