Breaking News

Pelni Jamin Kekerasan Bekerja KM Sanus 87 Tidak Terulang

AMBON,N25NEWS.COM -Setelah menumpuh jalan damai yang disertai dengan penandatanganan surat pernyataan  oleh Mualim I KM Sabuk Nusantara (Sanus) 87 Veronaldy Tuhumena. PT Pelni (Persero) Cabang Ambon menjamin tindakan kekerasan bekerja yang pernah terjadi di atas KM Sanus 87 tidak akan terulang lagi.

Dimana kesepakatan damai yang dilakukan Mualim I Veronaldy Tuhumena sebagai pihak pertama  dengan pihak kedua dalam hal ini tujuh ABK antara lain, Tulsa warmanda, Rudi Darmawan, Agus Faisal, Carolus Thomas, Dondie Tringandi, Ferry Jayadi Sitoru dan Rahmat Iskandar muda yang penandatangannya berlangsung pada,Senin(20/8) dengan saksi yang bertanda tangan atas nama Isriono.

Dalam penjelasan damai seperti yang dikutip dalam isi perjanjian menjelaskan, bahwa kedua belah pihak baik pihak pertama maupun kedua telah ada kesepakatan bersama untuk menyelesaikan masalah dengan perjanjian damai secara kekeluargaan.

Yang mana kedua belah pihak tidak ada yang saling merugikan dan tidak ada tekanan dari pihak manapun atau siapapun, setelah perjanjian ini ditanda tangani oleh kedua belah pihak maka sudah tidak ada lagi masalah apapun atau tuntutan dikemudian hari

Dengan demikian isi surat perjanjian tersebut sudah bisa dijadikan sebagai jaminan, kalau tindakan kekerasan tidak lagi terulang, seperti yang dilakukan Mualim I sebelumnya. Demikian penjelasan disampaikan Manager operasional PT Pelni Ambon Djasman sekaligus meluruskan pemberitaan yang menyebutkan Pelni Ambon terkesan menutup mata dalam melihat insiden yang pernah terjadi di KM Sanus 87 pada awak media di Ambon, Jumat(24/8/2018).

Baca juga :   Harga Bawang Turun Di Pasar Ambon,Cabai Naik Rp.100 Ribu

Meskipun demikian Djasman mengakui kalau info kekerasan bekerja di KM Sanus memang pernah terjadi, seperti yang diberitakan di salah satu media oneline.

Namun hal itu belum bisa disampaikan secara langsung ke media sebelum mendapat laporan resmi dari penanggung jawab di KM Sanus 87, meskipun awak media pernah meminta untuk dikonfirmasikan.

“Sebenarnya bukan tertutup atau menghindar dari persoalan tersebut, namun sebelum disampaikam kepublik, saya harus mengecek terlebih dahulu persoalannya, kalau sudah ada, baru bisa kami sampaikan,”jelasnya.

Secara internal Pelni sekaligus penanggungjawab kru di kapal kata Djasman, pihaknya juga sudah memanggil Mualim 1 dan telah memberi peringatan keras agar kejadian serupa tidak perlu lagi terjadi untuk kedua kalinya, mengingat tindakan kekerasan bukan lagi zamannya, tetapi bagaimana seorang pimpinan bisa memberikan rasa nyaman bekerja bagi anak buahnya dalam hal ini ABK, sehingga rasa kebersamaan dan kekeluargaan diatas kapal tetap terjamin.

“Saya uda ingatkan agar yang bersangkutan, tidak lagi mengulang perbuatannya pada ABK, sehingga kebersamaan bekerja tetap berjalan dengan aman dan lancar,”ujarnya

Sebelumnya diberitakan,  kalau Pelni Ambon terkesan tutup mata atas tindakan kekerasan yang terjadi di atas kapal perintis KM Sanus 87 yang dilakukan Mualim 1 terhadap dua ABK, sehingga ada ancaman akan melaporkan Mualim I KM ke Pelni pusat.

Namun setelah dikonfrmasikan kembali sudah ada jalan kesepakatan damai oleh kedua belah pihak, baik Mualim I maupun pihak ABK KM Sanus 87.

Oleh : Gali Markalin

About admin

Check Also

Pasca Gempa Harga Bahan Pokok Di Pasar Ambon Stabil

AMBON,25NEWS.com-Pasca gempa bumi di Ambon 6,8 magnitudo tidak berpengaru pada harga kebutuhan pokok di beberapa …

×

N25NEWS.com