Pembagian Kompensasi 200 Juta,Miru : Tabir Keraguan Publik Terhadap YAB Terjawab

AMBON,N25NEWS.com-Sekretaris Wilayah Yayasan Anak Bangsa (YAB) 11 Provinsi Indonesia Timur, Lamberth Miru, mengatakan,pemberian konpensasi sebesar 200 juta kepada tim YAB yang bertahan di Jakarta selama Sembilan bulan akan membuka tabir dan misteri,yang selama ini dikonotasikan bahwa YAB adalah yayasan illegal.

“Kita bolak-balik Jakarta (2018-2019) untuk launching,namun diundur tanpa ada kepastian ditambah pula terjadi bencana global yakni COVID-19,dimana waktu yang cukup lama menimbulkan kebosanan dan ketidak percayaan publik,namun sekarang tabir misteri itu akan terjawab dengan pembagian konpensasi sebesar 200 juta kepada 350 orang,”ungkap Miru kepada wartawan,jumat (16/10).

Miru pun meminta masyarakat agar jangan terburu-buru menilai Yayasan Anak Bangsa yang sekarang telah berubah menjadi Dewan Pimpinan Pusat atau DPP ini,tanpa melihat ketulusan dari yayasan ini untuk berkarya di bidang kemanusiaan.

“Saya pastikan konpensasi sebesar 200 juta itu,akan terlaksana pada bulan ini (Oktober ).Selain itu,biaya-biaya lainnya termasuk keamanan dan biaya publikasi,”ujar pria asal Luang MBD ini.

Lebih lanjut Miru mengatakan dirinya membuka ruang dan waktu bagi siapa pun,baik itu pemerintah,masyarakat yang selama ini meragukan aktivitas serta program-program YAB,untuk datang menyaksikan pemberian kompensasi  200 juta tersebut.

“Untuk itu,saya berharap pembagian konpensasi kepada 350 orang,yang dibagi dalam dua kelompok,yakni kelompok KKT dan Maluku dan diluar Maluku berproses di Ambon sebagai induk dan embrio YAB dapat berjalan dengan baik dan kegiatan ini nantinya akan berlangsung dengan mengedepankan protokol kesehatan,”tegas Miru.

Baca juga :   BNPB Bersama Tim Literasi Kebencanaan Gali Sejarah Kebencanaan di Maluku

Sebelumnya,Kuasa Hukum Yayasan Anak Bangsa (YAB) 11 Provinsi Wilayah Indonesia Timur Wilhelmus Soumeru resmi melakukan klarifikasi ke kantor Kesbangpol Maluku. dengan menemui langsung kepala Kesbangpol Habibah Saimima pada kamis 15 Oktober 2020.

“Kemarin saya sudah bertemu dengan Ibu Habibah Saimima, guna mengklarifikasi tentang keberangkatan saya ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk kepentingan memastikan surat yang dimintakan Kesbangpol Provinsi Maluku,” akuinya saat ditemui di Sekretariat YAB 11 Provinsi Wilayah Indonesia Timur di Ambon.

Adapun,Soumeru mengatakan, pihaknya hanya akan melayani hal-hal yang berkaitan dengan internal YAB, yakni biaya kompensasi Tim, cinderamata, baliho dan pesangon-pesangon.Setelah semuanya rampung baru pihak yayasan akan menjalankan program-programnya.

Wilhelmus juga menjelaskan dalam pertemuan itu pihaknya mempertegas program-program yang akan laksanakan YAB.“Sekaligus juga saya mengajak pihak Kesbangpol, marilah sama-sama mengawasi, ini negara hukum, kita tidak perlu takut. Kalaupun ada pelanggaran, silahkan mengembil langkah hukum dan itu tugas kepolisian,” jelasnya.

Wilhelmus menegaskan YAB murni melaksanakan tugas kemanusiaan demi masyarakat banyak di 11 provinsi wilayah Indonesia Timur.Terkait agenda kegiatan yang akan digelar, pihaknya sedang menyiapkan sejumlah dokumen sebagai persyaratan seperti izin keramaian.

“Nanti untuk pelaksanaan kegiatan, kita akan lengkapi persyaratan sesuai aturan yang ada. Jadi, kami lagi persiapkan surat permohonan untuk kegiatan Yayasan Anak Bangsa 11 Provinsi di Wilayah Indonesia Timur yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” tandasnya.

Reporter    : Aris Wuarbanaran

Editor        : Redaksi

Check Also

Hasil Proyek Perubahan PIM II Dipersentasikan Keper BKKBN Maluku

AMBON,N25NEWS.com-Hasil proyek perubahan PIM II kepada mitra kerja terkait di Ambon,dipresentasikan Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN …