Home / Maluku / Pemda Maluku Tutup Sementara Aktifitas Di Gunung Botak

Pemda Maluku Tutup Sementara Aktifitas Di Gunung Botak

AMBON,N25NEWS.COM – Kembali untuk kesekian kalinya Pemerintah Provinsi Maluku menunjukan keseriusannya menutup sementara semua aktifitas penambangan di gunung botak,yang sebelumnya sempat di lakukan Pemda Maluku di tahun kemarin.

Hal ini sebagaimana yang di tegaskan Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua bersama Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa,Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto dan Kepala BIN daerah Maluku  Brigjen TNI Khairul di hadapan  awak media di lantai II Kantor Gubernur Maluku Senin (15/10/2018).

Namun ketegasan dan keseriusan Pemda Maluku yang di dukung oleh TNI/Polri di ragukan banyak pihak,hal ini beralasan karena ketegasan penutupan sementara tersebut bukan kebijakan baru yang di lakukan Pemda Maluku dalam menyelesaikan permasalahan di pulau Buru terutama di daerah penambangan di gunung botak.

Tapi untuk langkah yang di ambil Pemda Maluku kali ini,kata Sahuburua telah melalui sosialisasi-sosialisasi yang di lakukan oleh Polda Maluku,Pangdam XVI Pattimura,Pemda Provinsi dan Kabupaten Buru  dan kali ini Pemda Maluku tidak akan melakukan kesalahan-kesalan yang sama dan Sahuburua harap langkah ini adalah  langkah terakhir dalam penyelesaian tambang emas di Gunung Botak Pulau Buru.

“Setelah rapat-rapat koordinasi yang kami lakukan,akhirnya Pemerintah Provinsi Maluku,Polda Maluku,Pangdam XVL Pattimura dan BIN Daerah Maluku mengambil 4 keputusan, yang memastikan semua penambang illegal di gunung botak sudah di turunkan dan di pulangkan ke daerahnya masing-masing,”tegas Wakil Gubernur Maluku ini.

Adapun 4 keputusan yang di ambil  kata Wakil Gubernur Maluku Zeth yaitu mulai dari sekarang (15/10) sampai dengan akhir bulan Desember 2018 ,maka seluruh penambang illegal akan di turunkan dari gunung botak dan kekuatan yang di gunakan adalah TN I,POLRI,SAT POL PP Pemerintah Provinsi maupun dengan masyarakat yang ada di pulau buru termasuk di dalamnya forum koordinasi pimpinan daerah kabupaten Buru,kedua di lakukan sosialisasi,sosialisasi dan ini sudah di lakukan Kapolda Maluku dengan jajarannya,Pangdam XVI Pattimura dengan jajarannya dan  Pemda Buru,ketiga membentuk pos-pos keamanan di daerah dimana penambang-penambang illegal itu beroperasi dan keempat yaitu bagi perusahan-perusahan yang telah mendapatkan ijin dari daerah,nanti di lihat kalau persyarat-persyarat masih kurang,perusahan-perusahan tersebut di hentikan operasinya sampai persyaratan-persyarat itu terpenuhi baru bisa beropersi lagi.

“Terkait biaya penurunan  para penambang dari gunung botak dan aparat keamanan di biayai oleh anggaran perubahan ABPD tahun 2018 sedangkan biaya kepulangan mereka di tanggung sendiri,”ujar Wakil Gubernur Maluku Zath Sahuburua.

Oleh : Redaksi

 

 

 

 

 

About admin

Check Also

Sadli Lie : Penanaman Pohon Untuk Mencegah Metigasi dan Perubahan Iklim

AMBON,N25NWS.COM-Peliara pohon ini adalah salah satu tindakan yang diprakarsai oleh tim penggerak PKK Provinsi Maluku …