Pemkab Malteng dan Provinsi Tidak Becus,Akses Jalan Tengah-Tengah Dibiarkan Terbengkalai

AMBON,N25NEWS.com -Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Provinsi Maluku dinilai tidak becus memperhatingkan nasib warga Negeri Tenggah-Tengah Kecamatan Salahutu yang hampir dua bulan paska gempa bumi, material longsoran yang menutupi seluruh badan jalan dibiarkan terbengkalai begitu saja tanpa ada sentunhan dari pemerintah.

Akibatnya sarana transpotasi yang sering digunakan warga melalui menuju kota lewat jalur Negeri Tulehu lumpuh total, meskipun ada alternitif lain lewat akses jalan Negeri Tial, tapi yang dirasakan warga selain biaya transpotasi lebih murah tingkat kenyaman warga lebih terjamin jika melawati akses jalan Negeri Tulehu.

Bukan hanya itu ketakutan warga terhadap tindakan kekerasan yang sering dilakukan pemuda Negeri Tial terhadap pemuda Negeri Tengah-Tengah terlebih khusus pelajar, pun akhirnya terjadi pada kasus tindakan kekerasan yang dilakukan sekelompok pemuda Negeri Tial hingga mengakibatkan satu pemuda dan dua pelajar SMA di Salahutu, salah satunya mengalami luka tusukan benda tajam.

Anehnya lagi Polsek Salahutu yang menangani kasus tersebut, juga sampai sekarang belum bisa mengungkap pelaku dibalik insediden pemukulan dan penusukan pemuda dan pelajar Negeri Tengah-Tengah yang dilakukan pemuda Negeri Tial, sehingga meskipun dengan keadaan was-was terpkasa harus tetap melintasi Negeri Tial.

“Kami minta Pemkab Malteng dan Provinsi bisa lebih adil untuk melihat persoalan ini, masa hampir dua bulan akses jalan kami tidak bisa diselesaikan, kasian anak-anak kita yang sekolah di Tulehu, berapa biaya yang harus dikeluarkan jika terus lewat Tial, bahkan sudah ada anak-anak kita yang dipukul orang Tial, dimana kita harus mencari keadilan,”pinta Gofar Maruapey tokoh muda Negeri Tengah-Tengah pada koran ini, Selasa(10/12)

Dikatakan, Pemerinta seharusnya bertanggungjawab atas insiden tersebut dan jika persoalan akses jalan sebelumnya sudah bisa diatas, peristiwa tersebut tidak mungkin bisa akan terjadi.

Untuk itu Pemkab Malteng dan Pemrov lewat Gubernur Maluku Murad Ismal diminta untuk secepatnya bisa melihat kondisi warga Tengah-Tengah sehingga bisa keluar dari ketepurkan dengan secepatnya bisa mengatasi akses jalan yang hingga saat ini masih tertimbun material longsoran yang menutupi seluruh badan jalan.

Menurutnya, selain bantuan bagi warga terdampak gempa juga sangat dibutuhkan, tapi pemerintah juga jangan mengabaikan apa yang majadi kebutuhan warga terhadap pentingnya akses jalan yang salama ini warga merasakan sangat menderita, baik dari besarnya transpotasi, kenyamanan dan keselamatan warga jika harus terus melintasi jalan Negeri Tial.

Maruapey mengungkapkan, material longsor yang menutupi jalan cukup banyak dengan ketinggian dari 2 sampai 5 meter, dengan kondisi tibing yang mencurang tinggi dan dibawanya curam hingga ke bibir pantai namun dengan peralatan yang seadahnya warga tetap berusaha dengan penuh kehatian-hatian menumbuh batu besar sedikit-demi sedikit, dengan maksud agar bisa dilewati pejalan kaki dan kenderaan roda dua.

Akhirnya dengan penuh resiko hanya dengan jarak kurang dari 1 meter, warga dengan terapksa tetap berusaha untuk melintasi jalan tersebut, meskipun nyawa taruhannya warga tetap menggunakan akses jalan tersebut.

Yang menjadi pertanyaan, diminta hati narani pemerintah untuk bisa melihatnya, apa kah harus menunggu proyek dulu atau anggarannya, tapi inikan bagian dari tanggap darurat yang harus menjadi prioritas pemerintah untuk melihatnya, sehingga jangan asal komando dari belakang meja tapi bisa melihat langsung kondisi ril yang terajdi di lapangan.

Editor : Redaksi

Check Also

Mandala Finance Masohi Gelar Aksi Sosial Dengan Membagikan  Ratusan Paket Sembako Kepada Nasabah Di Kecamatan Amahai

MASOHI,N25NEWS.com – Mandala Elektronics Cabang Masohi menggelar aksi social dengan membagikan ratusan paket sembako kepada …