Breaking News

Pemkab  SBB Gelar Musrembang RKPD Tahun 2020

PIRU,N25NEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) , Rencana Kegiatan Pembagunan Daerah (RKPD) Tahun 2020 Tingkat Kabupaten yang berlangsung di Ruang Rapat Utama, Lt III, Kantor Bupati SBB pada Sabtu, (23/3).

Musrembang Tingkat Kabupaten ini, digelar setelah sebelumnya dilaksanakan Musrembang tingkat Kecamatan yang digelar sebanyak empat kali, yakni dimulai dengan Musrenbang Kecamatan Taniwel dan Taniwel Timur, selanjutnya Musrenbang Kecamatan Waisala dan Pulau-Pulau Kelang, Musrenbang Kairatu, Kairatu Barat dan Inamosol dan yang terakhir adalah Musrenbang Kecamatan Seram Barat dan Huamual muka dan Huamual Belakang.
Untuk kegiatan yang mengusung tema,”Mantapkan Pembangunan Ekonomi, Infrastruktur Wilayah dan SDM Dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Daerah Ini, secara khusus diundang Tamu dari Pusat yakni, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementrian Desa,Dirjen PDT Kemendes-RI, Drs. Samsul Widodo, MA, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Maluku, Drs. Suryadi Sabirin.

Hadir juga dalam kegiatan itu, Bupati SBB, Drs Yasin Payapo M Pd, Ketua Pengadilan Negeri Piru, Johanes Dairo Mallo SH MH, Kepala Kejaksaan Dataran Honipopu, Syamsidar Monoarfa SH MH, Sekretaris Daerah SBB, Mansur Tuharea SH MH,para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah lingkup pemkab SBB, Tokoh Agama, para Camat, serta Aparatur Sipil Negara lingkup Pemkab SBB.

Dirjen PDT Kemendes-RI,Drs Syamsudin Widodo MA dalam sambutannya menyatakan, tugas utama Pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan Rakyat, “sehingga walaupun jalan-jalan sudah dibagun bagus, Gedung – gedung sudah bagus tetapi kalau Rakyat belum sejahtera maka Pemerintah belum dianggap berhasil” cetusnya.

Permasalahan utama Para Petani di Negeri Ini adalah, tidak tercapainya kesejahteraan, karena harga pangan yang masih murah ditingkat Petani, selain itu, sebagian besar Petani tingkat pendidikannya masih rendah yakni cuma lulusan SD, sehingga Mereka agak sulit mengakses pengetahuan dan teknologi berbasis Teknologi Informasi (IT).

Menurut Pria yang sebelumnya berkarier di Bappenas -RI ini, setelah menelusuri persoalan ini, ternyata sebagian bantuan-bantuan Pemda ke Masyarakat baru bermasalah pada tahap ke dua, karena itu setiap memberikan bantuan pemberi diharapkan juga membawa juga pembelinya.

“Karena itu, teman -teman di Kementrian Desa, Kami larang kalau membagi bantuan tanpa membawa siapa pembelinya, misalnya kalau Kita membagi bantuan kerambah jaring apung ke Nelayan, Kita mesti membawa siapa yang akan menjadi pembelinya, karena pada saat panen nanti, kalau penjualan tidak lancar maka Nelayan tidak akan pernah mau membeli lagi bibitnya, karena pada saat harga bibit sudah tinggi, sehingga saat diajukan budidaya kembali saat Panen harganya rendah ” ulas Widodo

Solusi bagi masalah tersebut adalah, para Nelayan harus membuka akses pemasaran yang luas bagi hasil perikanan tangkapnya sehingga tidak terjebak dalam permainan harga oleh para tengkulak.

” Para Nelayan di SBB harus dapat membuka akses pemasara, jangan hanya di Kota Ambon, tetapi juga ke Makassar dan Surabaya, karena itu hasil perikanan jangan hanya sebatas hasil ikan saja, tetapi juga hasil olahan ikan seperti ikan asin yang dikemas secara Baik ” katanya.
Pria yang menduduki jabatan Dirjen setelah mengikuti lelang jabatan ini mengharapkan, para nelayan juga bisa mengakses penjualan secara online bagi produk Perikanannya.

Sementara Bupati SBB, Drs Yasin Payapo M Pd, dalam penyampaiannya menginginkan semua Desa memiliki kelompok usaha, sekarang masalahnya mau menjual sebuah produk itu sulit, Ia juga berterima kasih atas masukan arahan dan nasehat Dirjen PDT Kemendes-RI, yang akan diupayakan untuk menjadi acuannya bagi pengembangan usaha Di SBB.

Ada tiga Program Prioritas yang menjadi Progres utama yakni, Perikanan,Pertanian dan Pariwisata.
Kabupaten SBB memiliki sumber daya Perikanan yang melimpah, dimana 80 persen ikan yang dijual di kota Ambon berasal dari SBB, apalagi kondisi Teluk Ambon yang sudah tidak bersih lagi karena Penuh dengan sampah plastik.
Payapo menuturkan, Ada satu pulau Di SBB yang di saat musimnya para nelayan bisa menangkap ikan Tuna hingga mencapai 5 Ton dalam sehari, sementara jenis ikan lainya mencapai ratusan Ton, hanya saja para tengkulak yang terkadang memainkan harga sehingga harus ditata agar harganya tidak merugikan Nelayan.

Perubahan Cara berpikir, mindset Masyarakat SBB harus berubah, karena Sumber Daya Alam yang banyak, kedarat pukul Sagu, satu pohon setelah itu beristirahat hingga satu bulan, atau mencari ikan kelaut hanya hanya untuk kebutuhan konsumsi sendiri saja, harus dirubah sesuai konsep yang disampaikan oleh Dirjen PDT Kemendes-RI yakni pola pemasaran hasil Bumi dan laut secara online.

Karena itu, masyarakat SBB yang telah mencapai 200 ribu Jiwa ini diharapkan rajin bekerja, agar dapat mencapai peningkatan kesejahteraan yang signifikan, sosialisasi untuk merubah mindset ini juga sudah di sampaikan lewat jalur tokoh-tokoh agama dan tokoh Masyarakat.

” Saya sudah sampaikan kepada Ketua Klasis GPM Piru dan Ketua MUI tidak ada jalan lain, kecuali merubah mindset, pertanyaan yang harus Kita jawab sekarang adalah mau kerja ka seng itu saja” cetus Bupati.

Reporter : Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Muhammadiyah SBB Gelar Pengobatan Gratis dan Khitanan Massal di Tanah Goyang

HUAMUAL.N25NEWS.COM –  Guna memupuk rasa solidaritas dan menyentuh Masyarakat secara langsung, Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten …