Pemkot Ambon Sosialisasi Penutupan Lokalisasi Tanjung Batu Merah.

AMBON,N25NEWS.com-Kegiatan sosialisasi Penutupan lokalisasi Tanjung Batu merah Ambon di gelar dan di laksanakan oleh Pemerintah Kota Ambon, Sabtu (19/10/2019)

Hadir dalam kegiatan Sosialisasi Penutupan Lokalisasi Tanjung batu merah yakni ” Wali Kota Ambon Risart Louhanapessy.SH, Sekot Ambon A.G.Latuheru.SH.M.Si, kasi Intel Kejaksaan Negeri Ambon Sunoto. SH, Kepala Dinas Sosial Kota Ambon Dr.Nurhayanti Yasin, Waka Polres Pulau Ambon dan PP Lease Kompol Ferry Muliana Sunarya.SIK, Dandim 1504 Ambon Letkol.kav Cecep Tendi Sutandi.

Bersama Ketua DPRD Kota Ambon Ny.Ely Toisuta, Camat Sirimau My. M.M.Lekatompessy.S.STP.M.Si, Penjabat Negeri Batu merah FE knly Masawoy.S.STP, Ketua Samiri Batu merah Salim Tahalua, wakil ketua saniri Usman Masawoy, hadir juga tokoh adat Negeri batu merah, tokoh Masyarakat dan 100 orang pekerja sex perempuan (PSP).

Sosialisasi di warnai oleh arahan dan pesan singkat dari lima tokoh penting Pemerintah dan Stekholder kota Ambon yang di mulai dari Wali kota Ambon dan di akhiri oleh Ketua DPRD kota Ambon.

Arahan singkatnya Wali Kota Ambon Risart Louhanapessy.SH, menyebutkan bahwa ” dirinya menyebutkan para pekerja PSP dengan sapaan saudara perempuan, sehingga dalam penyampaiannya bahwa akan di perlakukanlah mereka dalam proses pengembalian ke daerah asal secara manusiawi dan secara baik, penuh jaminan keamanan dan kesejahteraan yang cukup menunjang. Tutur Louhanapessy

Di katakan ya Wali Kota Ambon bahwa penutupan lokalisasi Tanjung batu merah bukan karena kehendaknya sendiri ataupun Pemerintah kota saja namun ini berlaku secara Nasional sesuai arahan dan petunjuk dari pusat yang sudah berlaku dan sudah melaksanakan di beberapa daerah termasuk Ambon yakni ada sejumlah lokalisasi dari jumlah 186 dan kini tersisah 16 lokalisasi yang akan segera di tutup. Sebutnya

Penutupan lokalisasi Tanjung batu merah dan sejumlah pekerja – pekerja PSP lainnya yang menyebar di dalam kota Ambon berdasarkan peran semua pihak dan kusus Tanjung batu merah akan di perhatikan para pekerja PSPnya oleh peran semua pihak sehingga di perlakukan seadil – adilnya bahkan jika ada yang tinggal maka akan ada upaya untuk mendorong kelanjutan kehidupannya dengan pemberian modal usaha. Sebut Wali kota

Lanjutan arahan singkat Waka Polres Pulau Ambon dan PP Lease Kompol Ferry Muliama Sunarya.SIK ” merasa bersyukur bahwa selama dirinya bertugas belum ada hal – hal yang terjadi terkait tindak pidana pada lokalisasi Tanjung batu merah, di tambahkan bahwa walau di tutupnya lokalisasi Tanjung batu merah namun tetap menjaga situasi dan kondisi Kamtibmas tetap kondusif apalagi masuk pada pelantikan presiden, sangat di harapkan pula agar para pekerja PSP agar mampu membawa diri keluar dari pengaruh narkoba. Tutur Waka Polres..

Baca juga :   Caritas Germany Gandeng YPM Lakukan Rangkaian Bantuan Korban Gempa SBB

Lanjut Dandim 1504 Ambon Letkol Kav. Cecep Tendi Sutandi ” pihaknya dalam fungsi tugas menjaga situasi dan kondisi wilayah dalam keadaan aman dan terkendali dari hal – hal yang memicu terjadinya konflik, bahkan selain menjaga kondisi wilayah tetap aman pihaknya pun melakukan aksi binaan pada setiap warga masyarakat agar paham tentang sebuah kehidupan keamanan pada sebuah wilayah dalam kemasyarakatan.

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia Maluku dalam pesan singkatnya mengajak para pekerja PSP dan masyarakat sekitar untuk berhenti dari tabiat maksiat karena di hadapi dengan kondisi situasi bencana alam jika di kaitkan dengan tak henti – hentinya goyangan gempa maka itu berarti Allah SWT sedang marah dan menegur, sehingga besar harapannya agar semua dapat berbalik ke jalan yang benar menjadi wanita – wanita yang takut pada Allah SWT.

Mengakhiri arahan dan pesan singkat pada kegiatan sosialisasi penutupan lokalisasi Tanjung batu merah, penekanan tegas yang di sampaikan oleh Ketua DPRD kota Ambon Ny.Toisuta ” lebih menekan pada Pemerintah kota untuk serius memperhatikan wanita – wanita pekerja PSP dengan layak dan selayaknya karena dasar dari pekerja ini mereka bekerja pada lokalisasi bukan karena merupakan sebuah pekerjaan yang harus di tekuni namun datang dari kondisi situasi kehidupan berumah tangga yang berantakan maupun akibat dari faktor ekonomi yang rendah sehingga memaksa mereka harus terjunkan diri mereka pada pekerjaan yang sewajarnya tidak mereka lakukan.

Harapan dari pengasuh lokalisasi Tanjung batu merah Ny.Maya bahwa dapat dengan bijak Pemerintah memperhatikan semua pihak yang ada pada lokalisasi termasuk pengelola lokalisasi jika lokalisasi di tutup maka ada solusi – solusi terbaik menyelesaikan masalah hutang piutang baik pengelola dengan pihak Bank maupun para pekerja dengan pihak pengelola, bahkan juga harapan dari beberapa pedagang yang merasa kehilangan usaha saat lokalisasi di tutup nanti.

Jaminan upaya solusi terbaik untuk memfasilitasi para pekerja PSP pada lokalisasi Tanjung batu merah, telah di sampaikan jaminannya oleh Wali kota Ambon karena ada peran Pemerintah pusat dalam proses penutupan lokalisasi Tanjung Baru merah dan sejumlah lokalisasi yang ada di tempat lain.

Editor    : Aris

 

About admin

Check Also

BNN Maluku Memusnahkan 49,78 Gram Sabu – Sabu

AMBON,N25NEWS.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku (BNNP-Maluku) melaksanakan pemusnaan barang bukti berupa narkotika jenis …

×

N25NEWS.com