Pemkot Ingkar Janji ,Pemilik Lahan Ancam Segel Tiga Sekolah Di Nania Secara Pemanen

AMBON,N25NEWS.com – Pemerintah Kota Ambon ternyata tidak menempati daedline batas waktu pembayaran kepada ahli waris yang lahan diatasnya telah ditempati tiga bangunan sekolah yakni, SD Inpres 55, SD Inpres 54 dan SMP Negeri 16 Ambon yang sebelumnya sempat disegel pihak pemilik lahan, tanggal 30 Juni 2019 lalu.

Terhadap penyegelan ketiga sekolah tersebut, lewat rapat DPRD dengan Pemkot Ambon telah menganggarkan pembayaran lewat APBD perubahan tahun 2019,. meskipun proses pembayaran dilakukan secara bertahap kepada ahli waris.

Dalam kesepakatan dengan pihak ahli waris, Pemkot Ambon menyetujui pembayaran tahap pertama dengan batas waktu pembayaran ditentukan diakhir bulan Oktober 2019, alhasilnya pihak ahli waris pemilik lahan menyetujui batas waktu yang ditentukan.

Anehnya batas waktu yang ditentukan hingga berita ini diturunkan, Pemkot juga belum menempati janjinya untuk membayar tahap awal, bahkan itiked baik untuk menghubungi pihak ahli waris pemilik lahan juga terkesan Pemkot cuek dan pura-pura tidak tahu.

“Kalau mereka (Pemkot) tetap pura-pura tidak tahu dan tidak menempati janjinya, biar saja tapi jangan salahkan kami, kalau nanti ada siswa yang dikorbankan,”tegas Ibrahim Parera salah satu ahli waris kepada N25NEWS.com di Cantika Hotel , Selasa(12/11/2019).

Dikatakan, kalau selama langkah awal yang sudah dilakukan Pemkot Ambon dengan membentuk tim penentu harga tanah yang didatangkan dari Makasar, namun menurut informasi yang diterima hingga saat ini tidak ada satupun tim yang didatangkan dari Makassar.

Baca juga :   Impex Sepakati Percepatan Pembangunan Blok Masela.

“Sampai hari ini belum ada realiasi dari Pemkot untuk penyelesaian lahan ketiga sekolah tersebut, meskipun secara internal Pemkot sudah dilakukan pengukuran luas lahan,”ucapnya lagi.

Dari hasil pengkuran lahan yang digunakan keduanya sekolah tersebut memiliki luas kurang lebih 2,5 hektar, namun langkah Pemkot untuk mengatasi pembayarannya juga masih belum ada tanda-tanda kejelasan.

Menurut Parera, ketiga bangunan tersebut itu sudah jelas aset milik Pemkot Ambon yang sudah dibicarakan beberapa bulan kemarin, sehingga harus siap untuk mengganti rugi lahan yang telah ditempati tiga bangunan sekolah dan itu harus itu wajib.

“Mereka ini kan suda mendapat persetujuan badan anggaran DPRD untuk mengalokasikan anggarannya dalam APBD perubahan pun juga telah disiapakan anggarannya untuk pembayaran tahap awal dan kalau kita bicara APBD P itu mulai bulan Oktober sampai Desember 2019,”cetusnya.

Oleh karena selaku ahli waris yang dipercayakan menangani lahan terebut Parera berharap agar apa yang telah disepakit bersama dengan Pemkot Ambon secapat dapat menyelesaikan realisasi pembayaran tahap pertama, jangan hanya tinggal janji-janji yang tidak punya kepastiannya.

“Jika dalam batas yang ditetapkan juga tidak ada penyelesaian, sikap tegas yang akan kami lakukan mengambil paksa seluruh aset sekolah milik Pemkot dengan ketentuan hingga akhir tahun, teloransi yang kami berikan untuk proses pembayaran,”ancamnya.

Check Also

Impex Sepakati Percepatan Pembangunan Blok Masela.

AMBON,N25NEWS.com-Pihak Impex telah menyepakati untuk mempercepat pembangunan gas abadi Blok Masela.Hal ini terlihat pada saat …

×

N25NEWS.com