Breaking News

Pemkot Tual Gelar Rapat Kerja Kepala Sekolah/Madrasah Se-Kota Tual 2019

TUAL,N25NEWS.com – Pemerintah Kota Tual dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak pada tingkat TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs Sekota Tual, berbagai Program Pemerintah dicanangkan.

Untuk itu dilaksanakan kegiatan Rapat Kerja Kepala Sekolah/Madrasah se-Kota Tual yang berlangsung di Geduang Aula Pandopo senin( 30/9/2019).

Walikota Tual Adam Rahayaan S, Ag. M, Si dalam sambutannya menyampaikan, agenda ini sangat penting dan strategis dalam rangka mengevaluasi kinerja dan proram kerja, mengorentasikan tujuan dan fokus terhadap pembangunan pendidikan serta menyalurkan presepsi tentang pembangunan pemerintah di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Olehnya itu kata Dia,  selaku kepala daerah, dirinya menyambut baik dan memberikan apreseasi atas pelaksanaan kegiatan rapat kerja ini. Apalagi pelaksanaan ini mendahalui pembahasan penetapan APBD Kota Tual 2020.

“Artinya produk dari rapat kerja ini dapat mengisi program dan kegiatan yang akan diusul oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tual nantinya,”ujar Rahayaan.

Lanjut Rahayaan,sebagai modium evaluasi dan oreantasi program dan kegiatan. Maka pada momentum ini bahwa kontribusi kepala Sekolah/Madrasah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam pembangunan Kota Tual tidak dapat dipungkiri.

“Untuk itu sejumlah prestasi dan penghargaan telah di raih dan diterima baik oleh siswa guru, kepala Sekolah/Madrasah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bahkan kepada Pemerintah Kota Tual tercinta semakin terlihat,”akui Rahayaan.

Lebih lanjut Rahayaan mengatakan Naraca pendidikan daerah tahun 2018 index intergritas ujian Nasional SD mencapai 73,8%, Ujian SMP mencapai 83,63%, sedangkan hasil ujian SD mencapai grafik 82,7%, Ujian Nasional SMP mencapai grafik 44,89%, sedangkan untuk APK dan APM Paud 84,6. SD 112,6. Dan SMP 107,9. Hasil mutu pendidikan Kota Tual mendekati pencapaian standar Nasional Pendidikan artinya terjadi peningkatan kualitas mutu pendidikan yang cukup membanggakan.

” Yang tidak kalah pentingnya pengelolaan dan pelaporan anggaran sekolah dan asset semakim membaik sehingga membantu Pemerintah Kota Tual dalam auidit BPK tahun 2018 memperoleh Opini WTP ( Wajar Tanpa Pengecualian ) sebagai upaya mencapai tujuan pemerintah yang Cleen Govermend dan Good Govermen,”jelas Walikota Tual ini.

Selaku kepala daerah Rahayaan berterima kasih dan penghargaan atas kerja keras dan kerja sama Bapak/Ibu sekalian.

Selain itu,kata Rahayaan, dibalik prestasi dan keberhasilan tersebut tidak berarti sudah tuntas,walau pemerintah melihat Sekolah/Madrasah dan Dinas Pendidikan cukup tinggi dalam menciptakan sumber daya manusia di daerah ini.

“Namun demikian,kedisiplinan dan tenaga guru masih rendah baik guru PNS maupun Guru kontrak hal ini terjadi ditengah-tengah keterbatasan rasio guru dengan siswa,”tambah Rahayaan mengingatkan.

Rahayaan mengingatkan saat ini Guru terkesan masih melek IT, tidak menguasai teknologi komputer dengan masih, mengajar pada sistem manual, padahal semua sekolah telah memiliki komputer dan laptop.

Sehingga tambah Rahayaan,di dalam Pemerintah Kota  Tual tahun anggaran 2018 – 2023 telah ditetapkan beberapa isu strategis di bidang pendidikan yakni partisipasi pendidikan masih rendah terutama masyarakat pulau – pulau dan Kualitas lulusan masih rendah.

“Adalagi distribusi tenaga guru dan tenaga pendidikan tidak merata sesuai dengan kebutuhan sekolah. masih rendahnya kompontensi dan profesionalitas guru, kualitas penyelanggaraan sistem pendidikan masih kurang, randahnya minat baca peserta didik dan guru dan kurangnya akses pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,”ujarnya.

Dia mengatakan Itulah kesilumat catatan penting evaluasi dirinya untuk menjadi renungan  semua pihak demi perbaikan dan pengembangan pendidikan kedepan.

“Oleh karena itu untuk menjawab tema Raker kali ini yang diangkat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tual tahun 2018-2023 yakni ” Terwujudnya Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang Cerdas dan Berkarakter Berlandaskan Iman dan Taqwa ” maka perlunya adanya peningkatan kualitas profesionalitas guru dan tenaga pendidikan melalui kegiatan pembinaan, pendampingan, pelatihan, bimtek, studi banding dan studi lanjut untuk penguatan kapasitas dan profesionalitas kepala sekola/madrasah menjadi suatu keharusan, bahkan secara secara normative dijadikan sebagai lisensi atau syarat mutlak dalam pengangkatan kepala sekolah divinitif,”tandasnya.

Disamping itu katanya, pengelolaan keuangan sekolah yang bersumber dari Dana BOS harus tepat sasaran. Jangan hanya tepat laporan khusus Dana BOSDA.

Untuk itu  Rahayaan berharap,Dana BOS dikelola sacara baik dan benar dalam mengurangi beban biaya pendidikan bagi orang tua dan siswa.

“Kepala Sekolah juga harus menjadi inovator, creator, motivator, Dinamisator dan jadi sokoguru atau teladan dalam menciptakan Daminisasi dan Dinamika pendidikan yang berkarakter dan berakhlak,”tambahnya lagi.

Rahayaan mengajak seluruh kepala sekolah/madrasah agar terus menciptakan suasana harmoni di sekolah/madrasah,serta dapat mengevaluasi dengan baik program dan kegiatan serta pemersalahan yang ada pada lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tual.Mengkaji, mendiskusikan program dan kegiatan yang ditetapkan sesuai dengan kebutuhan, terukur, efektif dan bersinergi dengan RPJMD Pemerintah Kota Tual tahun 2018-2023 atau kata lain Breakdown dari Visi-Misi Pemerintah Kota Tual. sehingga angka ketercapaian pembangunan di bidang pendidikan dapat terukur.

Pemerintah Kota Tual katanya lagi, tetap berkomitmen untuk memajukan pendidikan dengan tetap mendorong penambahan anggaran pendidikan sesuai amanat UU yakni sebesar 20% dari APBD untuk meningkatkan sara dan prasaran pendidikan sebagai tempat melakukan pelayanan pendidikan yang baik dan berkualitas untuk masyarakat.

“Saya mengharapkan agar seluruh Kepala Sekolah/Madrasah untuk meningkatkan 4P. Yaitu PENAMPILAN sekolah dengan kebersihan, perawatan halaman dan sebagainya, PELAYANAN yang prima dan tidak Diskriminatif, PRESTASI, tunjukan prestasi siswa dengan pendidikan dan pengajaran serta lewat kegiatan perlombaan. PUBLIKASI, di era digitalisasi dan media sosial yang mempengaruhi kebutuhan literasi. Maka setiap aktifitas yang baik perlu diekspos dan dipublikasi sebagai pertanggung jawaban publik dan pemerintah guna mewujudkan kota tualbsebagai kota beradat,”pungkasnya.

Reporter :Pae Rahakbauw

Editor :Redaksi

About admin

Check Also

Mendikbud ,Pempus Pastikan Bantu Perbaiki Dan Bangun Sekolah Pasca Gempa Di Maluku

AMBON,N25NEWS.com-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) , Muhadjir Effendy,pagi tadi meninjau sekolah-sekolah yang rusak di desa …

×

N25NEWS.com